Yogyakarta, 6 Agustus 2026 – Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal internasional Transportation Research Part F: Traffic Psychology and Behaviour berhasil memberikan evaluasi yang komprehensif mengenai tingkat keandalan (reliability) Driving Cognitions Questionnaire (DCQ), alat ukur yang secara spesifik mengukur aspek kognitif yang berkaitan dengan rasa takut dan kecemasan berkendara.
Artikel berjudul “Reliability Generalization of the Alpha Coefficient: The Driving Cognitions Questionnaire Meta-analysis” ditulis oleh Syahputra Wahyu Hidayat, Hayat Bahrul Putra, Muhammad Dwirifqi Kharisma Putra, dan Rezka Eka Wardana. Penelitian ini menggunakan pendekatan reliability generalization meta-analysis (REGEMA) untuk mengevaluasi reliabilitas internal DCQ berdasarkan hasil berbagai penelitian yang telah dipublikasikan sebelumnya.
Melalui telaah sistematis yang mengikuti pedoman PRISMA dan analisis berdasarkan REGEMA, para peneliti mengumpulkan data dari 16 penelitian independen yang melaporkan koefisien Cronbach’s alpha pada tiga subskala DCQ, yaitu Panic, Accident, dan Social.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh subskala memiliki tingkat reliabilitas yang berada pada kategori baik hingga sangat baik. Nilai estimasi reliabilitas populasi mencapai 0,884 untuk subskala Panic, 0,870 untuk Accident, dan 0,854 untuk Social. Temuan tersebut menunjukkan bahwa DCQ adalah alat ukur yang andal untuk mengukur kognisi negatif terkait kecemasan berkendara, sehingga dapat digunakan dalam penelitian maupun asesmen klinis.
Di sisi lain, penelitian juga menemukan tingkat heterogenitas yang sangat tinggi di seluruh studi yang dianalisis. Analisis meta-regresi mengungkapkan bahwa usia dan proporsi laki-laki menjadi faktor yang memengaruhi variasi reliabilitas pada subskala Social, sedangkan tidak ditemukan moderator yang signifikan pada subskala Panic maupun Accident.
Menurut Rifqi, temuan ini menunjukkan bahwa reliabilitas suatu instrumen psikologi tidak bersifat tetap, tetapi dapat dipengaruhi oleh karakteristik sampel penelitian.
“Hasil meta-analisis ini menunjukkan bahwa DCQ memiliki reliabilitas yang baik pada tingkat populasi. Namun, reliabilitasnya tetap bersifat kontekstual sehingga peneliti dan praktisi perlu mempertimbangkan karakteristik responden ketika menggunakan instrumen ini,“ jelas tim peneliti.
Lebih lanjut, penelitian ini juga menegaskan pentingnya pelaporan reliabilitas berdasarkan data sampel terkini daripada mengandalkan estimasi reliabilitas dari penelitian sebelumnya. Pendekatan reliability generalization dinilai mampu memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai performa suatu instrumen di berbagai populasi dan konteks penelitian.
Temuan tersebut diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi para peneliti di bidang psikologi transportasi, keselamatan berkendara, maupun psikometri secara umum, khususnya dalam memilih dan mengevaluasi instrumen pengukuran yang digunakan dalam penelitian.
Editor: Zufar
Penata: Fauzi