Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan studi banding dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar pada Jumat (28/8). Kunjungan ini dilakukan dalam rangka persiapan pengusulan pembukaan Program Studi Psikologi di bawah FKIK UIN Alauddin Makassar.
Kunjungan diterima Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia Fakultas Psikologi UGM, Dr. Sumaryono, M.Si., Psikolog, dan Ketua Program Studi Sarjana Psikologi UGM, Dr. Ridwan Saptoto, S.Psi., M.A., Psikolog. Rombongan UIN Alauddin Makassar dipimpin Wakil Dekan I Bidang Akademik FKIK, Dr. apt. Isriany Ismail, S.Si., M.Si., bersama Prof. Dr. Ulfiani Rahman, M.Si., Guru Besar Psikologi Islam, Dr. dr. Darmawansyih, M.Kes., Dr. Arbianingsih, S.Kep., Ns., M.Kes., serta Roby Aditiya, M.Acc., Sekretaris Satuan Pengawasan Internal (SPI).
Dalam sambutannya, Isriany menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi bagian dari persiapan UIN Alauddin Makassar dalam mengusulkan pembukaan Program Studi Psikologi. Ia mengatakan, pihaknya ingin mempelajari persiapan kurikulum serta fasilitas yang mendukung pencapaian kompetensi lulusan.
“Kami ingin melihat persiapan terutama kurikulum dan apa yang menjadi kekuatan, kemudian fasilitas-fasilitas yang mendukung kompetensi lulusan,” ujarnya.
Sumaryono menyambut kunjungan tersebut dan menyampaikan bahwa Fakultas Psikologi UGM akan berbagi pengalaman dalam pengelolaan pendidikan Psikologi. Ia juga menekankan bahwa pengelolaan program studi perlu terus beradaptasi dengan perubahan kebijakan pendidikan tinggi.
“Masih banyak PR-PR yang kadang perubahannya mendadak, dari universitas kami harus beradaptasi,” katanya.
Kedua pihak membahas sejumlah aspek penyelenggaraan Program Studi Sarjana Psikologi, antara lain profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan, struktur mata kuliah, metode pembelajaran, serta sarana dan prasarana pembelajaran.
Dalam diskusi tersebut, turut dibahas pengalaman pengembangan Program Studi Psikologi di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Banda Aceh, setelah tsunami 2004. Pada masa awal pengembangan, Fakultas Psikologi UGM turut mendukung proses pembelajaran melalui keterlibatan dosen dan penggunaan kurikulum sebagai salah satu bahan rujukan.
Fakultas Psikologi UGM saat ini menerapkan Kurikulum 2020 dan tengah melakukan evaluasi untuk pengembangan kurikulum baru yang ditargetkan berlaku pada 2027. Pengembangan tersebut mempertimbangkan perkembangan regulasi pendidikan tinggi serta ketentuan bahan kajian minimal dari Asosiasi Penyelenggara Perguruan Tinggi Psikologi Indonesia (AP2TPI).
Salah satu kekhasan kurikulum yang dibahas adalah mata kuliah Psikologi dan Budaya yang menjadi mata kuliah wajib lintas kelompok bidang keahlian (KBK). Mata kuliah ini mencakup Psikologi Sosial, Industri dan Organisasi, Klinis, Pendidikan dan Perkembangan, Neuroscience, serta Psikometri. Pembelajaran tersebut dikembangkan dengan mempertimbangkan keberagaman masyarakat Indonesia.
Selain kurikulum, diskusi juga membahas program magang yang wajib dilaksanakan mahasiswa. Magang dilaksanakan di lokasi yang telah memiliki perjanjian kerja sama dengan program studi, seperti industri, rumah sakit, atau institusi terkait. Pembelajaran praktis mahasiswa juga didukung oleh dua laboratorium, yaitu Laboratorium Psikodiagnostika dan Laboratorium Proses Mental dan Perilaku.
Acara diakhiri dengan kunjungan ke Laboratorium Psikodiagnostika dan Unit Konsultasi Psikologi (UKP) untuk melihat secara langsung pengelolaan dan pelaksanaan layanan.

Penulis: Erna Tri Nofiyana
Editor: Sussanti