Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan studi banding dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar pada Jumat (28/8). Kunjungan ini dilakukan dalam rangka persiapan pengusulan pembukaan Program Studi Psikologi di bawah FKIK UIN Alauddin Makassar.
Rilis
Yogyakarta, 15 September 2026 — Peneliti Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) mengkaji hubungan antara religiositas dan kebahagiaan dalam konteks masyarakat Muslim Indonesia melalui pendekatan analisis Bayesian. Temuan ini secara khusus memberikan perspektif baru yang lebih representatif dibandingkan dengan studi-studi terdahulu.
Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya mencegah dan menangani kekerasan terhadap anak melalui sarasehan “Bersama Melindungi Anak Negeri: Peran Hukum, Keluarga, dan Sekolah dalam Mencegah dan Menangani Kekerasan pada Anak” yang digelar di Ruang B104, Fakultas Psikologi UGM, Jumat (21/8).
Berkarier satu dekade di industri minyak dan gas serta dua dekade menjadi konsultan dan pembicara tidak membuat Okina Fitriani meninggalkan dunia akademik. Alumnus Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) ini tetap mengajar, melanjutkan studi hingga jenjang doktoral, dan mengembangkan penelitian di bidang pengasuhan. Perempuan berdarah Sumatera Barat yang lahir dan besar di Yogyakarta ini membuktikan bahwa dedikasi di dunia industri mampu berjalan selaras dengan kontribusi nyata di bidang riset dan akademik.
Center for Public Mental Health (CPMH) Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) membuka rangkaian International Short Course on Psychology (ISCP) ke-10 secara luring di Hall D Fakultas Psikologi UGM pada Selasa (1/9). Mengangkat tema “Turning a House into a Home”, kegiatan ini menghadirkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY, Erlina Hidayati Sumardi, S.IP., M.M., sebagai keynote speaker.
Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) pada Jumat (4/9). Kunjungan yang dilaksanakan secara luring ini membahas peluang kolaborasi dalam memberikan dukungan psikososial bagi masyarakat terdampak bencana, khususnya di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan sejumlah wilayah lainnya.
Perundungan atau bullying tidak hanya berdampak pada kondisi psikologis, tetapi juga dapat memengaruhi fungsi otak. Paparan tekanan sosial secara berulang dan berkepanjangan dapat memicu stres kronis yang berpotensi mengganggu hipokampus, bagian otak yang berperan dalam pembentukan dan penyimpanan memori.
Yogyakarta, 8 September 2026 — Penelitian kolaborasi internasional yang melibatkan peneliti Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Riangga Novrianto, S.Psi., M.Psi., Psikolog mengungkap bahwa gejala post-traumatic spesifik, yaitu re-experiencing (mengalami kembali trauma), serta gejala disosiatif berupa depersonalization (depersonalisasi) secara signifikan memprediksi tingkat keparahan depresi pada enam bulan berikutnya.
“Coba lebih fokus.” “Jangan malas.” “Kamu cuma kurang disiplin.” Kalimat-kalimat tersebut mungkin terdengar sederhana, tetapi bagi individu dengan ADHD, komentar semacam ini dapat terasa melelahkan dan menyakitkan.
Topik ini diangkat dalam episode terbaru Obrolan Psikologi (OPSI), program talk show psikologi hasil kerja sama Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama TVRI Yogyakarta, pada Selasa (1/9). Dipandu oleh Hendry Saputra, episode ketiga belas tahun ini menghadirkan dosen Fakultas Psikologi UGM, Muhammad Nabhan Husein, S.Psi., M.Psi., Psikolog, yang membahas manifestasi ADHD pada orang dewasa.
Yogyakarta, 3 September 2026 — Penelitian Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) mengungkap bahwa keyakinan agama dan tujuan hidup menjadi aspek identitas personal yang paling menonjol di kalangan remaja Indonesia.
Temuan tersebut berasal dari penelitian “Personal Identity Domains among Adolescents in Indonesia: Salience of Religious Beliefs and Purpose in Life” yang dilakukan oleh Darmawan Muttaqin, S.Psi., M.A., Prof. Dr. Tina Afiatin, M.Si., Psikolog, dan Sutarimah Ampuni, S.Psi., M.Si., M.Psych., Ph.D., Psikolog. Penelitian tersebut menyoroti pentingnya peran konteks budaya spesifik dalam menentukan aspek kehidupan apa yang paling relevan bagi perkembangan identitas remaja. Secara historis, penelitian mengenai identitas remaja lebih banyak berfokus pada proses eksplorasi dan komitmen, sementara isi atau domain identitas yang paling menonjol pada budaya tertentu belum dipetakan secara sistematis.