Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) melantik 46 psikolog baru Angkatan II Program Studi Pendidikan Profesi Psikologi Pada Selasa (21/4), di Hall D Fakultas Psikologi UGM. Pelantikan ini menandai selesainya rangkaian pendidikan profesi yang ditempuh sekaligus awal pengabdian lulusan dalam menjalankan praktik psikologi secara profesional, etis, dan bertanggung jawab.
Dekan Fakultas Psikologi UGM, Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D., menegaskan bahwa para psikolog baru telah dipersiapkan melalui proses pendidikan yang ketat dan berstandar tinggi.
“Setiap kalian menghadapi kesulitan, ingat bahwa kalian adalah produk dari pendidikan yang tidak kaleng-kaleng. Pendidikan yang tidak kenal kompromi soal standar kompetensi,” ujarnya.
Rahmat juga mengingatkan bahwa profesi psikolog menuntut kesiapan dalam mengambil keputusan profesional sekaligus kesadaran akan batas kompetensi dan pentingnya pengembangan diri berkelanjutan.
“Lakukan asesmen dengan mendalam sebagaimana yang sudah dilatihkan kepada Anda. Lakukan intervensi sebagaimana disepakati dan diperlukan menurut judgement Anda. Namun tetap harus diingat, di atas langit ada langit,” pesannya.
Sebanyak 46 lulusan yang mengikuti pelantikan terdiri dari 10 laki-laki dan 36 perempuan, dengan tiga orang merupakan mahasiswa tugas belajar dari instansi. Rata-rata masa studi ditempuh dalam satu tahun enam bulan sembilan hari, dengan masa studi tercepat satu tahun lima bulan 28 hari. Rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) lulusan mencapai 3,64, dengan sembilan lulusan meraih predikat cumlaude, 30 lulusan sangat memuaskan, dan enam lulusan memuaskan.
Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Psikologi Fakultas Psikologi UGM, Sutarimah Ampuni, S.Psi., M.Si., M.Psych., Ph.D., Psikolog, menjelaskan bahwa pelantikan dan pengambilan sumpah profesi merupakan tahapan akhir yang wajib ditempuh lulusan setelah menyelesaikan pendidikan, praktik profesi, dan dinyatakan lulus Uji Kompetensi Profesi Psikolog Umum (UKPPU) yang diselenggarakan oleh HIMPSI. Selain itu, rangkaian kegiatan juga didahului pembekalan untuk memperkuat kesiapan profesional calon psikolog.
Ketua Majelis Psikologi Wilayah HIMPSI DIY, Prof. Dr. Tina Afiatin, M.Si., Psikolog, menegaskan bahwa sumpah profesi merupakan komitmen moral yang melandasi pengabdian psikolog kepada masyarakat.
“Hari ini saudara telah mengucapkan sumpah. Dan sumpah itu bukan sekadar kata-kata. Ia adalah janji suci kepada Tuhan, kepada masyarakat, dan kepada diri saudara sendiri,” tuturnya.
Mewakili psikolog baru, Yufita Ciptasari yang juga pariah IPK Tertinggi menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan pendidikan mereka. Ia juga mengajak rekan sejawat untuk terus menjaga integritas profesi.
“Sebagai psikolog, mari kita terus memelihara kerendahan hati, menjunjung kode etik, menjadi long life learner yang terus mengasah kompetensi, serta selalu berkata dan berbuat baik kepada sesama,” ungkapnya.
Penulis: Erna Tri Nofiyana