Center for Public Mental Health (CPMH) Fakultas Psikologi UGM kembali menggelar agenda rutinnya, Kuliah Online (Kulon), yang kini memasuki edisi ke-71. Mengusung tema “Pelan-Pelan Tenang: Cara Sehat Mengelola Cemas”, kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada Jumat pagi (24/4), pukul 09.00–10.30 WIB dan dimoderatori oleh Marsha Prifirani, S.Psi.
Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, Kulon diselenggarakan secara gratis dan terbuka untuk umum. Sebanyak 70 peserta turut hadir, berasal dari beragam latar belakang profesi, mulai dari mahasiswa, guru, konselor, psikolog, hingga praktisi kreatif seperti content creator, desainer, dan editor buku. Selain itu, terdapat pula peserta dari kalangan profesional seperti HRD, ASN, hingga perangkat desa. Keberagaman ini menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap isu kesehatan mental, khususnya kecemasan yang semakin relevan dalam kehidupan sehari-hari.
Narasumber pertama, Nurul Kusuma Hidayati, M.Psi., Psikolog, memaparkan dasar-dasar mengenai kecemasan. Ia menjelaskan definisi kecemasan, mekanisme kemunculannya, hingga berbagai bentuk kecemasan yang umum dialami individu. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa tidak semua kecemasan perlu dipandang sebagai gangguan. “Tidak semua bentuk kecemasan adalah gangguan kecemasan,” ujarnya, mengingatkan peserta untuk membedakan antara respons emosional yang wajar dan kondisi yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.

Sesi berikutnya diisi oleh Wirdatul Anisa, M.Psi., Psikolog, yang mengulas strategi self-help dalam mengelola kecemasan. Ia menjelaskan bahwa upaya mandiri dapat menjadi langkah awal yang efektif, namun memiliki batasan. Self-help mungkin tidak lagi memadai ketika kecemasan dirasakan sangat intens, sulit dikendalikan, atau mulai mengganggu fungsi sehari-hari seperti belajar, bekerja, menjalin relasi, dan beristirahat.
Lebih lanjut, Wirdatul menekankan pentingnya pendekatan yang menyeluruh dalam mengelola kecemasan, mulai dari mengenali pemicu, mengelola reaksi fisik, hingga mengubah pola pikir dan gaya hidup. “Kita perlu mengenali apa yang membuat kita cemas, mengelola respon fisik, mengubah pola pikir, dan mengubah gaya hidup,” jelasnya.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan sepanjang sesi diskusi. Hal ini mengindikasikan bahwa kecemasan merupakan isu yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat saat ini.
Melalui Kulon #71 ini, CPMH Fakultas Psikologi UGM kembali menegaskan komitmennya dalam menyediakan ruang belajar yang inklusif dan berbasis ilmiah untuk meningkatkan literasi kesehatan mental di masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu peserta memahami kecemasan secara lebih utuh serta menemukan cara yang sehat dan tepat dalam mengelolanya.
Penulis: Nurul Hidayati