Arsip:

SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh

GDPC Research Grants Program

Dosen Psikologi UGM Bahas Inklusi Sistem Peringatan Dini Bencana untuk Penyandang Disabilitas dalam Webinar Internasional GDPC

Dosen Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Pradytia Putri Pertiwi, S.Psi., Ph.D., menegaskan bahwa memperluas jangkauan sistem peringatan dini tidak selalu berarti pesan tersebut sampai, diterima, dipahami, dan direspons dengan tindakan yang tepat oleh semua masyarakat di area terdampak. Hal itu ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam webinar Reaching the Last Mile pada Selasa (9/6). 

CLSD Fakultas Psikologi UGM Bahas Pentingnya Orang Tua Terus Belajar dalam Mendampingi Anak

Menjadi orang tua bukan hanya tentang memberi arahan, tetapi juga tentang kesediaan untuk terus belajar, menyesuaikan diri, dan memahami dunia anak yang terus berubah. 

Refleksi tersebut menjadi benang merah dalam Webinar Hybrid oleh Center of Life-Span Development (CLSD) Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Jumat (22/5). Mengusung tema “Membangun Komunikasi Efektif Orang Tua dalam Kehidupan Akademik Anak”, kegiatan ini membahas dinamika parenting, relasi orang tua-anak, serta tantangan mendampingi anak di tengah perbedaan budaya dan perkembangan zaman.

Adaptabilitas dan Integritas Jadi Bekal Lulusan Psikologi UGM Masuki Dunia Kerja

Memasuki dunia kerja membutuhkan lebih dari sekadar gelar akademik. Di tengah persaingan yang semakin kompetitif, lulusan dituntut untuk mampu beradaptasi, terus belajar, serta menjaga integritas dalam setiap langkah profesionalnya.

Hal tersebut menjadi sorotan dalam sesi pembekalan wisuda Sarjana Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode III Tahun Akademik 2025/2026 pada Senin (18/5), yang menghadirkan Dwi Wulandari, S.Psi., Psikolog, Vice President of Corporate Secretary PT Kereta Api Logistik dan alumnus Program Sarjana dan Profesi Fakultas Psikologi UGM.

Pakar Psikologi Perkembangan Tekankan Pentingnya Standar Pengasuhan Anak Usia Dini Pasca Kasus Daycare di Yogyakarta

Kasus kekerasan pada anak di daycare Little Aresha, Yogyakarta, membuka lapisan persoalan yang selama ini kerap tersembunyi dalam sistem pengasuhan anak usia dini. Fenomena ini tidak dapat semata-mata dipahami sebagai persoalan kekerasan individual, tetapi juga berkaitan dengan kualitas layanan pengasuhan, kesiapan pengasuh, hingga sistem pendukung bagi keluarga.

Sungkan, People Pleaser, dan Dekolonialisasi dalam Publikasi

Yogyakarta, 7 Mei 2026 – Di tengah euforia publikasi ilmiah dan obsesi terhadap indeksasi global, satu pertanyaan mendasar jarang diajukan: apakah kita benar-benar sedang memproduksi pengetahuan, atau sekadar memenuhi standar administratif akademik?

Penelitian dari Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada tentang perilaku people-pleaser dalam perspektif sungkan Jawa membuka pintu refleksi yang lebih luas. Artikel berjudul “People Pleaser Behavior within the Perspective of Sungkan: A Psycho-Anthropological Interpretation” menunjukkan bahwa kecenderungan untuk menyenangkan orang lain bukan sekadar sifat individu, tetapi hasil konstruksi budaya yang dalam, berakar pada nilai hormat, harmoni, dan relasi sosial.

Bukan Generasi Rapuh: OPSI UGM Jelaskan Cara Komunikasi Remaja Gen Alpha

Pernahkah kita bertanya kepada remaja, “Bagaimana harimu?” lalu hanya mendapat jawaban singkat? Atau mencoba berbicara dari hati ke hati, tetapi perhatian mereka justru tertuju pada layar? Fenomena ini kerap menimbulkan pertanyaan, apakah ada yang perlu kita pahami kembali tentang cara berkomunikasi dengan remaja saat ini?

UGM Teliti Peran Faktor Psikologis dalam Penguatan Kinerja Sektor Publik, Dukung SDG 16

Yogyakarta, 5 Mei 2026 – Peneliti dari Universitas Gadjah Mada kembali menegaskan kontribusinya dalam penguatan tata kelola pemerintahan melalui publikasi ilmiah terbaru. Studi yang terbit di Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JSP) ini mengkaji mekanisme psikologis yang mendasari perilaku karyawan sektor publik sekaligus mendukung agenda global Sustainable Development Goal 16 tentang kelembagaan yang kuat, transparan, dan akuntabel.