Yogyakarta, 4 Mei 2026 — Masih banyaknya kasus korupsi dan krisis integritas di tengah-tengah masyarakat mengindikasikan bahwa terdapat permasalahan serius terkait sikap individu terhadap cara memperoleh kekayaan atau sumber daya bagi keluarganya. Sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh peneliti dari Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada dalam jurnal Personality and Individual Differences mengungkap fakta menarik terkait permasalahan ini.
Studi ini mengkaji hubungan antara sikap eksploitatif dalam memperoleh sumber daya dengan keberhasilan reproduksi.Penelitian yang dilakukan oleh Samudera Fadlilla Jamaluddin dan Faiqal Dima Hanif tersebut menganalisis data dari lebih dari 58.000 responden di 51 negara menggunakan basis data World Values Survey. Hasilnya menunjukkan bahwa hubungan antara sikap moral terhadap cara memperoleh sumber daya dan jumlah anak tidak bersifat universal, melainkan sangat bergantung pada konteks sosial, budaya, dan gender.
“Temuan ini menunjukkan bahwa perilaku reproduksi manusia tidak dapat dijelaskan secara sederhana hanya melalui karakter individu. Faktor konteks sosial dan budaya memainkan peran yang sangat penting,” jelas tim peneliti.
Lebih lanjut, studi ini menemukan bahwa dalam beberapa konteks, sikap moral yang lebih permisif justru berkorelasi dengan jumlah anak yang lebih rendah, terutama pada laki-laki. Selain itu, persepsi terhadap korupsi dan norma sosial di masing-masing negara turut memoderasi hubungan tersebut.
Dekan Fakultas Psikologi UGM, Rahmat Hidayat, menyampaikan apresiasi atas capaian ini. “Publikasi ini menunjukkan kapasitas akademisi Fakultas Psikologi UGM dalam menghasilkan penelitian berbasis data global yang relevan dengan isu-isu fundamental perilaku manusia. Kami berharap temuan ini dapat memperkaya perspektif ilmiah sekaligus memberikan kontribusi dalam perumusan kebijakan berbasis bukti,” ujarnya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis statistik multilevel untuk menangkap variasi antarnegara secara komprehensif. Dengan demikian, hasil studi tidak hanya memberikan kontribusi pada pengembangan teori dalam psikologi evolusioner dan sosial, tetapi juga membuka ruang bagi penelitian lanjutan terkait dinamika keluarga dan perubahan nilai sosial di berbagai masyarakat.
Publikasi ini dapat diakses psda link: https://www.sciencedirect.com
Berdasarkan kata kuncinya, artikel ini adalah luaran penelitian yang fokus pada SDG 3, 5, dan 10.
Selamat untuk Samudera Fadlilla Jamaluddin, S.Psi., M.Sc., dan Faiqal Dima Hanif.
Penata: Fauzi
Editor: Zufar