Yogyakarta, 3 September 2026 — Penelitian Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) mengungkap bahwa keyakinan agama dan tujuan hidup menjadi aspek identitas personal yang paling menonjol di kalangan remaja Indonesia.
Temuan tersebut berasal dari penelitian “Personal Identity Domains among Adolescents in Indonesia: Salience of Religious Beliefs and Purpose in Life” yang dilakukan oleh Darmawan Muttaqin, S.Psi., M.A., Prof. Dr. Tina Afiatin, M.Si., Psikolog, dan Sutarimah Ampuni, S.Psi., M.Si., M.Psych., Ph.D., Psikolog. Penelitian tersebut menyoroti pentingnya peran konteks budaya spesifik dalam menentukan aspek kehidupan apa yang paling relevan bagi perkembangan identitas remaja. Secara historis, penelitian mengenai identitas remaja lebih banyak berfokus pada proses eksplorasi dan komitmen, sementara isi atau domain identitas yang paling menonjol pada budaya tertentu belum dipetakan secara sistematis.
Untuk memetakan hal tersebut, para peneliti melibatkan 454 remaja berusia 10 hingga 18 tahun yang tersebar di delapan pulau di Indonesia. Pengukuran dilakukan menggunakan Personal Identity Domain Questionnaire (PIDQ) yang dirancang secara khusus untuk menilai seberapa penting/menonjol suatu domain identitas remaja (salience) dan seberapa jelas mereka memahaminya (clarity) terhadap 30 domain identitas yang berbeda.
Hasil analisis mengungkapkan bahwa keyakinan agama secara konsisten menempati posisi teratas sebagai domain yang paling menonjol dan stabil di semua tahapan usia remaja. Dominasi domain agama ini sangat selaras dengan budaya kolektif Indonesia yang memposisikan agama sebagai komponen sentral dalam kehidupan sosial dan pribadi, di mana nilai-nilai spiritual disosialisasikan secara aktif sejak usia dini. Meskipun remaja terus bertumbuh, tingkat pemikiran dan pemahaman mereka mengenai keyakinan agama tetap terjaga dan tidak menunjukkan perbedaan signifikan antara masa remaja awal, pertengahan, dan akhir.
Di sisi lain, domain tujuan hidup juga menduduki posisi puncak, namun memperlihatkan dinamika yang berbeda. Seiring dengan bertambahnya usia, remaja Indonesia terbukti semakin sering memikirkan dan mengembangkan pemahaman yang lebih tajam mengenai arah masa depan dan tujuan hidup yang ingin mereka capai. Pola perkembangan usia juga terlihat pada domain lain seperti hubungan romantis, politik, dan kehidupan pernikahan, yang awalnya sangat jarang dipikirkan pada masa remaja awal, namun mulai mendapat perhatian nyata pada masa remaja akhir.
Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa isu-isu identitas pada remaja tidak bisa disamaratakan secara universal tanpa melihat latar belakang sosial mereka. Penelitian ini juga memberikan implikasi bagi pendidikan, konseling, dan pendampingan remaja agar perkembangan identitas dipahami secara kontekstual dengan mempertimbangkan nilai dan pengalaman yang relevan bagi remaja Indonesia.
Editor: Zufar
Penata: Fauzi
Foto: Uduo Image via Canva