•  Tentang UGM
  •  Perpustakaan
  • Informasi Publik
  • SDGs
  • SIT
  • Simaster
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada
  • TENTANG KAMI
    • Selayang Pandang
      • Sejarah
      • Perintis
    • Manajemen
    • Tenaga Pendidik
    • Tenaga Kependidikan
    • Jaminan Mutu
  • PENDIDIKAN
    • Sarjana Psikologi
    • International Undergraduate Program
    • Program Pendidikan Profesi Psikologi
    • Magister Psikologi
    • Doktor Ilmu Psikologi
  • PENELITIAN & PENGABDIAN
    • Roadmap Penelitian dan PkM
    • Penelitian
    • Publikasi
    • Pengabdian
    • Kerja Sama
  • MAHASISWA
    • Tata Perilaku Mahasiswa
    • Lowongan Magang Wajib
    • Beasiswa
    • Badan Kegiatan Mahasiswa
    • Prestasi Mahasiswa
  • FASILITAS
    • Laboratorium
    • Kelompok Riset
    • Dukungan Non-akademik
  • Beranda
  • Rilis
  • OPSI UGM Kupas Kompleksitas Moralitas Manusia di Era Media Sosial

OPSI UGM Kupas Kompleksitas Moralitas Manusia di Era Media Sosial

  • Rilis
  • 1 Agustus 2026, 21.51
  • Oleh: Humas
  • 0

Manusia tidak lahir sebagai “kertas kosong”. Sejak awal kehidupan, manusia telah memiliki semacam sketsa moral yang kemudian berkembang melalui pengaruh lingkungan, budaya, pengalaman, dan proses belajar.

Topik ini diangkat dalam episode terbaru Obrolan Psikologi (OPSI), program talk show psikologi hasil kerja sama Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama TVRI Yogyakarta, pada Selasa (21/7). Dipandu oleh Sekarayu Puspita, episode kesepuluh ini menghadirkan dosen Fakultas Psikologi UGM, Samudera Fadlilla Jamaluddin, S.Psi., M.Sc., yang membahas proses psikologis di balik moralitas manusia.

Moralitas manusia bukanlah sesuatu yang sederhana, melainkan dibentuk oleh berbagai proses psikologis yang kompleks.

Dalam pengambilan keputusan moral, emosi dan logika bekerja secara bersamaan. Namun, dalam banyak situasi, emosi muncul lebih dulu daripada alasan logis terhadap keputusan yang telah diambil.

Perilaku seseorang juga tidak selalu sepenuhnya mencerminkan wataknya. Tekanan lingkungan, kelompok, atau figur otoritas dapat mendorong seseorang untuk melakukan tindakan yang berlawanan dengan nilai yang sebenarnya dipegang. Karena itu, perilaku manusia perlu dipahami dalam konteks yang melatarbelakanginya.

“Moralitas itu sebenarnya universal tapi bervariasi. Universal dalam artian sebetulnya manusia itu memiliki pondasi moral yang sifatnya universal, yang membedakan itu adalah penekanannya,” jelas Samudera.

Nilai moral seperti keadilan, kebebasan, loyalitas, dan kepatuhan pada otoritas muncul di hampir semua masyarakat. Yang membedakan bukan nilai apa yang mereka anut, melainkan mana yang mereka tekankan lebih. Perbedaan penekanan inilah yang sering menjadi sumber konflik, terutama ketika masing-masing pihak merasa nilainya sendiri yang paling benar dan tidak bisa ditawar.

Dinamika ini makin terasa di ruang digital. Anonimitas, jarak fisik, dan fitur seperti like–dislike mengurangi rasa tanggung jawab personal atas reaksi yang diberikan, semacam mengendurkan “rem” moral yang biasanya aktif saat orang berhadapan langsung. 

Akibatnya, orang jadi lebih mudah menghakimi dengan cepat, ikut menyerang, atau terlibat dalam cancel culture, atau penarikan dukungan terhadap individu, tanpa benar-benar memahami konteks di balik suatu tindakan atau pernyataan.

“Daripada mencoba menunjukkan bahwa kita benar, akan lebih baik jika kita membangun perspektif untuk mencari jalan tengah atau middle ground,” tutur Samudera.

Dialog jadi penting justru karena bisa mengungkap alasan dan nilai di balik pandangan orang lain. Bukan untuk menentukan siapa yang menang atau kalah, tapi untuk mencari ruang bersama supaya perbedaan tidak berubah jadi tindakan yang saling menyakiti.

“Fungsi utama dari moralitas itu adalah agar setiap manusia itu bisa berkolaborasi satu sama lain, bisa berkooperasi dan tidak saling menyakiti satu sama lain,” tutup Samudera.

Dari emosi yang mendahului logika, penekanan nilai yang berbeda-beda, hingga “rem” moral yang mengendur di media sosial, semuanya berujung pada satu hal yang sama. Moralitas bukan alat untuk membuktikan siapa yang paling benar, melainkan cara manusia belajar hidup berdampingan tanpa saling menyakiti.

Jangan lewatkan episode menarik lainnya dari OPSI: Obrolan Psikologi! Saksikan tayangan ulang langsung dan ikuti terus diskusi mendalam tentang psikologi melalui Kanal Pengetahuan Fakultas Psikologi UGM:

Beritahu kami jika Anda ingin mengulas topik tertentu mengenai isu psikologi di talkshow Obrolan Psikologi (OPSI), kolaborasi Fakultas Psikologi UGM dan TVRI Yogyakarta.

Tonton selengkapnya di YouTube!

Sampaikan saran dan masukan Anda terkait OPSI melalui kanal berikut,

Email: humas.psikologi@ugm.ac.id
Instagram: @psikologiugm

Penulis: Arrasya Aninggadhira
Editor: Erna Tri Nofiyana

Tags: Cancel Culture Dialog Sosial Fakultas Psikologi UGM Media Sosial Moralitas Manusia Obrolan Psikologi OPSI Psikologi Moral SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera SDG 4: Pendidikan Berkualitas SDGs

Berita Terkini

  • Fakultas Psikologi UGM Sambut 276 Mahasiswa Baru melalui PIONIR PRK 2026 Bertema Puspa ParahitaAgustus 5, 2026
  • Fakultas Psikologi UGM Perkuat Kompetensi Asesmen Mahasiswa Profesi Psikologi melalui Pembelajaran Tes AJTAgustus 4, 2026
  • Fakultas Psikologi UGM Perkuat Sinergi dengan Orang Tua Sambut Mahasiswa Baru 2026Agustus 4, 2026
  • Studi Psikolog UGM: Hipnosis Klinis Berpotensi Mendukung Penanganan Penyakit KronisAgustus 4, 2026
  • Fakultas Psikologi UGM Perkuat Layanan Kesehatan Fisik dan Mental melalui Posbindu Periode IIAgustus 3, 2026
Universitas Gadjah Mada

Fakultas Psikologi
Universitas Gadjah Mada

Jalan Sosio Humaniora Bulaksumur
Yogyakarta 55281 Indonesia
fpsi[at]ugm.ac.id
+62 (274) 550435 (hunting)
+62 (274) 550435 ext 158
psikologiugm
psikologiugm
psikologi_ugm
Kanal Psikologi UGM

TENTANG KAMI

  • Selayang Pandang
  • Sejarah
  • Manajemen
  • Tenaga Pendidik
  • Tenaga Kependidikan

INFORMASI PUBLIK

  • Daftar Informasi Publik
  • Permohonan Informasi Publik
  • Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala
  • Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

FASILITAS

  • Fasilitas Pendidikan
  • Laboratorium
  • Kelompok Riset
  • Publikasi & Jurnal
  • Dukungan Non-akademik

MAHASISWA

  • Tata Perilaku Mahasiswa
  • Mitra Magang MBKM
  • Beasiswa
  • Badan Kegiatan Mahasiswa

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju