Unit Pengembangan Alat Psikodiagnostika (UPAP) Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menghadirkan layanan Tes Potensi Akademik Pascasarjana (PAPS) yang dapat diakses oleh berbagai kalangan. Pada pelaksanaan tes Kamis (25/6) di Ruang A-101, dua peserta tuli mengikuti rangkaian PAPS dengan pendampingan dari Unit Layanan Disabilitas (ULD) UGM serta penyesuaian layanan yang disiapkan tim UPAP.
SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan
Ryan Sugiarto Raih Doktor Cumlaude dengan Disertasi Manungsa Tanpa Tenger dari Psikologi Kawruh Jiwa
Ryan Sugiarto, M.A., dosen Fakultas Psikologi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta, resmi meraih gelar Doktor Ilmu Psikologi dari Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) setelah mempertahankan disertasinya dalam ujian terbuka yang diselenggarakan pada Rabu (17/6) di Ruang A-203 Fakultas Psikologi UGM.
Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Drs. Subandi, M.A., Ph.D., Psikolog, menjadi Visiting Professor di Universiti Malaysia Terengganu (UMT) pada Selasa (10/6). Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan materi bertajuk “The Influence of Culture on Hallucination & Delusion Among Schizophrenia Patients” yang membahas pengaruh faktor sosial budaya terhadap pengalaman halusinasi dan delusi pada pasien skizofrenia.
Dosen Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Pradytia Putri Pertiwi, S.Psi., Ph.D., menegaskan bahwa memperluas jangkauan sistem peringatan dini tidak selalu berarti pesan tersebut sampai, diterima, dipahami, dan direspons dengan tindakan yang tepat oleh semua masyarakat di area terdampak. Hal itu ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam webinar Reaching the Last Mile pada Selasa (9/6).
Yogyakarta, 3 Juni 2026 – Peneliti Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyoroti pentingnya sistem peringatan dini bencana yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas, khususnya di wilayah yang rawan erupsi gunung api di Indonesia. Kajian ini dipublikasikan dalam jurnal internasional bereputasi, International Journal of Disaster Risk Reduction, melalui artikel berjudul “The inclusivity of volcanic hazard early warning systems: Experiences of persons with disabilities in Indonesia.”
Menjadi orang tua bukan hanya tentang memberi arahan, tetapi juga tentang kesediaan untuk terus belajar, menyesuaikan diri, dan memahami dunia anak yang terus berubah.
Refleksi tersebut menjadi benang merah dalam Webinar Hybrid oleh Center of Life-Span Development (CLSD) Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Jumat (22/5). Mengusung tema “Membangun Komunikasi Efektif Orang Tua dalam Kehidupan Akademik Anak”, kegiatan ini membahas dinamika parenting, relasi orang tua-anak, serta tantangan mendampingi anak di tengah perbedaan budaya dan perkembangan zaman.
Center for Life-Span Development (CLSD) Fakultas Psikologi UGM menyelenggarakan kegiatan KKN Warming Up berupa pelatihan stimulasi sosio-emosional dan literasi anak usia dini pada Sabtu (16/5). Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan mahasiswa menuju program KKN-PPM UGM. CLSD sendiri merupakan pusat riset dan pengabdian masyarakat di Fakultas Psikologi UGM yang berfokus pada kajian perkembangan manusia sepanjang rentang kehidupan.
Memasuki dunia kerja membutuhkan lebih dari sekadar gelar akademik. Di tengah persaingan yang semakin kompetitif, lulusan dituntut untuk mampu beradaptasi, terus belajar, serta menjaga integritas dalam setiap langkah profesionalnya.
Hal tersebut menjadi sorotan dalam sesi pembekalan wisuda Sarjana Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode III Tahun Akademik 2025/2026 pada Senin (18/5), yang menghadirkan Dwi Wulandari, S.Psi., Psikolog, Vice President of Corporate Secretary PT Kereta Api Logistik dan alumnus Program Sarjana dan Profesi Fakultas Psikologi UGM.
Kasus kekerasan pada anak di daycare Little Aresha, Yogyakarta, membuka lapisan persoalan yang selama ini kerap tersembunyi dalam sistem pengasuhan anak usia dini. Fenomena ini tidak dapat semata-mata dipahami sebagai persoalan kekerasan individual, tetapi juga berkaitan dengan kualitas layanan pengasuhan, kesiapan pengasuh, hingga sistem pendukung bagi keluarga.
Yogyakarta, 4 Mei 2026 — Masih banyaknya kasus korupsi dan krisis integritas di tengah-tengah masyarakat mengindikasikan bahwa terdapat permasalahan serius terkait sikap individu terhadap cara memperoleh kekayaan atau sumber daya bagi keluarganya. Sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh peneliti dari Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada dalam jurnal Personality and Individual Differences mengungkap fakta menarik terkait permasalahan ini.