Yogyakarta, 15 September 2026 — Peneliti Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) mengkaji hubungan antara religiositas dan kebahagiaan dalam konteks masyarakat Muslim Indonesia melalui pendekatan analisis Bayesian. Temuan ini secara khusus memberikan perspektif baru yang lebih representatif dibandingkan dengan studi-studi terdahulu.
SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan
Yogyakarta, 8 September 2026 — Penelitian kolaborasi internasional yang melibatkan peneliti Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Riangga Novrianto, S.Psi., M.Psi., Psikolog mengungkap bahwa gejala post-traumatic spesifik, yaitu re-experiencing (mengalami kembali trauma), serta gejala disosiatif berupa depersonalization (depersonalisasi) secara signifikan memprediksi tingkat keparahan depresi pada enam bulan berikutnya.
“Coba lebih fokus.” “Jangan malas.” “Kamu cuma kurang disiplin.” Kalimat-kalimat tersebut mungkin terdengar sederhana, tetapi bagi individu dengan ADHD, komentar semacam ini dapat terasa melelahkan dan menyakitkan.
Topik ini diangkat dalam episode terbaru Obrolan Psikologi (OPSI), program talk show psikologi hasil kerja sama Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama TVRI Yogyakarta, pada Selasa (1/9). Dipandu oleh Hendry Saputra, episode ketiga belas tahun ini menghadirkan dosen Fakultas Psikologi UGM, Muhammad Nabhan Husein, S.Psi., M.Psi., Psikolog, yang membahas manifestasi ADHD pada orang dewasa.
Yogyakarta, 3 September 2026 — Bagaimana generasi yang tumbuh pada masa perubahan sosial dan politik di Indonesia memaknai kebanggaan terhadap bangsa? Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa Generasi X di Indonesia memandang kebanggaan nasional melalui pengalaman terhadap bangsa, negara, serta kekayaan alam dan keragaman budaya Indonesia.
Center for Indigenous and Cultural Psychology (CICP) Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan International Summer Course CICP 2026 pada 3-8 Agustus 2026. Mengusung tema “Understanding Solidarity in the Global South: Cultural and Psychological Perspectives”, program ini mengkaji pembentukan solidaritas dalam konteks masyarakat Global South melalui perspektif psikologi sosial dan budaya.
Yogyakarta, 31 Agustus 2026 — Perkembangan media sosial telah mengubah cara masyarakat menyampaikan penilaian terhadap kinerja lembaga publik. Opini negatif yang berkembang di media sosial tidak hanya menjadi tantangan bagi reputasi organisasi, tetapi juga berpotensi memengaruhi sikap, motivasi dan perilaku aparatur dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
Yogyakarta, 20 Agustus 2026 — Penelitian kolaboratif yang melibatkan peneliti Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Sri Kusrohmaniah, mengungkap keterkaitan antara gaya pengasuhan, resiliensi psikologis, dukungan sosial, dan kesehatan mental orang tua dalam konteks pascapandemi COVID-19. Studi yang dilakukan terhadap orang tua di Malaysia menunjukkan bahwa gaya pengasuhan dan konteks lingkungan sosial berperan penting dalam membentuk kondisi psikologis orang tua yang memiliki anak usia dini.
Momen ketika anak mulai berbicara tentu menjadi kebahagiaan bagi orang tua. Namun, perkembangan anak tidak selalu berjalan sesuai harapan. Ketika kemampuan berbicara anak terlihat berbeda dari anak seusianya, orang tua perlu mengamati perkembangannya tanpa langsung panik.
Topik ini diangkat dalam episode terbaru Obrolan Psikologi (OPSI), program talk show psikologi hasil kerja sama Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama TVRI Yogyakarta, pada Selasa (4/8). Dipandu oleh Ferry Anggara, episode kesebelas ini menghadirkan dosen Fakultas Psikologi UGM, Edilburga Wulan Saptandari, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog, akrab disapa Bu Yayi, yang membahas perkembangan bahasa dan komunikasi pada anak.
Tim peneliti Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan culturally adapted behavioral activation therapy (BAT) sebagai intervensi berbasis bukti untuk membantu penanganan depresi pada klien dewasa di Puskesmas. Terapi ini dikembangkan sejak awal 2025 dengan menyesuaikan konteks budaya Indonesia agar dapat diterapkan secara lebih sesuai dalam layanan kesehatan mental tingkat pertama.
Yogyakarta, 10 Agustus 2026 – Kualitas hidup lanjut usia (lansia) yang hidup dengan diabetes melitus tipe 2 tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi fisik, tetapi juga oleh faktor psikologis, sosial, hingga kemampuan merawat diri secara mandiri (self-management). Temuan tersebut diungkap dalam artikel ilmiah berjudul Multidimensional Determinants of Quality of Life in Older Adults with Type 2 Diabetes: A Narrative Synthesis yang dipublikasikan di jurnal internasional Clinical Gerontologist.