Center for Life-Span Development Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) membuka acara International Short Course pada Senin (6/7). Program ini menghadirkan akademisi dari dalam dan luar negeri dengan tema “Child and Adolescent in the Digital Age: Safety, Health, and Well-Being” untuk membahas peluang dan tantangan perkembangan anak dan remaja di tengah pesatnya penggunaan teknologi digital.
Kegiatan yang berlangsung secara daring selama lima hari hingga Kamis (10/7) dan secara luring selama lima hari dari Senin (13/7) hingga Kamis (17/7) dibuka oleh Dekan Fakultas Psikologi, Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa upaya meningkatkan kesejahteraan anak dan remaja membutuhkan komitmen lintas disiplin.
“Di Universitas Gadjah Mada, kami meyakini bahwa pendidikan tinggi bukan hanya tentang memperoleh pengetahuan, tetapi juga membentuk calon pemimpin yang mampu memberikan dampak bagi masyarakat melalui kajian ilmiah, kolaborasi, dan kepedulian,” ujar Rahmat.
Rahmat turut mendorong para peserta untuk terlibat aktif dan memanfaatkan program tersebut sebagai ruang belajar serta bertukar perspektif.
“Saya mendorong Anda untuk berpartisipasi aktif sepanjang program dan belajar satu sama lain. Saya berharap pengalaman ini dapat melahirkan gagasan baru, kolaborasi yang berkelanjutan, serta komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas hidup anak dan remaja,” tuturnya.
Selanjutnya, Kepala CLSD, Aisha Sekar Lazuardini Rachmanie, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menjelaskan pentingnya penyelenggaraan program ini dalam memperluas pemahaman peserta mengenai peluang dan tantangan dengan memadukan perspektif keilmuan dan praktis. Menurutnya, pendekatan lintas disiplin diperlukan untuk menjawab persoalan tersebut secara menyeluruh.

“Teknologi digital telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari anak dan remaja. Di satu sisi, teknologi menawarkan berbagai peluang, tetapi di sisi lain juga menghadirkan tantangan baru yang berkaitan dengan kesehatan mental, keamanan, dan kesejahteraan,” tutur Sasha.
Rangkaian International Short Course selanjutnya menghadirkan sejumlah akademisi dari berbagai negara, di antaranya Prof. Dra. Yayi Suryo Prabandari, M.Si., Ph.D., Sutarimah Ampuni, S.Psi., M.Si., M.Psych., Ph.D., Psikolog, dan Elga Andriana, S.Psi., M.Ed., Ph.D., dari Universitas Gadjah Mada (UGM) serta Prof. Lena Sanci, Ph.D. dari University of Melbourne, Australia dan Prof. Dr. Maaike van der Put dari University of Groningen, Belanda.
Selain mengikuti sesi perkuliahan, peserta pada rangkaian luring juga terlibat dalam workshop kelompok. Pemahaman peserta kemudian dievaluasi melalui asesmen individual yang dilaksanakan sepanjang program.
Melalui pertukaran perspektif tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis tetapi juga mampu melihat bagaimana isu perkembangan manusia dipengaruhi oleh konteks sosial dan budaya yang beragam.
“Kami berharap setiap peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga memperkuat kemampuan untuk menganalisis persoalan nyata secara kritis dan mengembangkan solusi yang sesuai serta peka terhadap konteks dalam mendukung keamanan, kesehatan, dan kesejahteraan anak,” ujarnya.
Program ini diharapkan dapat memperluas wawasan peserta, memperkuat kolaborasi akademik lintas negara, serta membuka ruang diskusi mengenai perlindungan dan kesejahteraan anak dan remaja dalam konteks Indonesia maupun global.
Lebih lanjut mengenai Center for Life-Span Development:
https://clsd.psikologi.ugm.ac.id
www.instagram.com/clsd.ugm/
Penulis: Arrasya Aninggadhira
Editor: Erna Tri Nofiyana