•  Tentang UGM
  •  Perpustakaan
  • Informasi Publik
  • Sistem Informasi Terintegrasi
  • Simaster
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada
  • TENTANG KAMI
    • Selayang Pandang
      • Sejarah
      • Perintis
    • Manajemen
    • Tenaga Pendidik
    • Tenaga Kependidikan
    • Jaminan Mutu
  • PENDIDIKAN
    • Sarjana Psikologi
    • International Undergraduate Program
    • Program Pendidikan Profesi Psikologi
    • Magister Psikologi
    • Doktor Ilmu Psikologi
  • PENELITIAN & PENGABDIAN
    • Roadmap Penelitian dan PkM
    • Penelitian
    • Publikasi
    • Pengabdian
    • Kerja Sama
  • MAHASISWA
    • Tata Perilaku Mahasiswa
    • Lowongan Magang PKS
    • Beasiswa
    • Badan Kegiatan Mahasiswa
    • Prestasi Mahasiswa
  • FASILITAS
    • Laboratorium
    • Kelompok Riset
    • Dukungan Non-akademik
  • Beranda
  • Rilis
  • Fakultas Psikologi UGM Perkuat Kesiapsiagaan Kebakaran melalui Pelatihan Bersama K5L

Fakultas Psikologi UGM Perkuat Kesiapsiagaan Kebakaran melalui Pelatihan Bersama K5L

  • Rilis
  • 22 Mei 2026, 16.59
  • Oleh: Humas
  • 0

Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar Pelatihan Pemadam Kebakaran pada Jumat (22/5), di Hall D dan area lanskap Fakultas Psikologi UGM. Kegiatan yang bekerja sama dengan unit K5L (Kantor Keamanan, Keselamatan Kerja, Kedaruratan, dan Lingkungan) UGM ini diikuti lebih dari 75 sivitas akademika.

Ketua Tim Kerja Kedaruratan K5L UGM, Nunu Lutfi, S.T., M.Ec.Dev., menyampaikan bahwa penanganan awal saat kebakaran sangat menentukan besarnya dampak yang ditimbulkan.

“Damkar UGM punya standar tiba lima belas menit sejak telepon masuk. Tapi hampir semua lokasi yang kami datangi, waktu sudah lima belas menit sampai, sudah habis terbakar semua,” ujarnya.

Menurutnya, orang yang berada di lokasi saat kebakaran pertama kali terjadi memiliki peran penting sebelum bantuan datang. Karena itu, pelatihan tidak hanya ditujukan bagi petugas keamanan atau staf teknis, tetapi juga seluruh sivitas akademika.

Dalam sesi materi, peserta dikenalkan pada konsep Segitiga Api yang terdiri atas oksigen, panas, dan bahan bakar. Api dapat dipadamkan apabila salah satu unsur tersebut dihilangkan.

Nunu menjelaskan tiga metode dasar pemadaman api, yaitu menutup akses oksigen (smothering), memutus sumber bahan bakar (starving), dan menurunkan suhu (cooling). Materi tersebut menjadi dasar dalam praktik penggunaan alat pemadam api ringan (APAR).

Ia juga mengingatkan bahwa korban kebakaran sering kali meninggal bukan karena api, melainkan karena kekurangan oksigen dan menghirup asap saat proses evakuasi.

“Tujuh puluh sampai delapan puluh persen korban kebakaran meninggal bukan karena terbakar, tapi karena sesak napas di jalur evakuasi,” katanya.

Peserta turut mempelajari klasifikasi kebakaran berdasarkan material yang terbakar, mulai dari benda padat, cairan dan gas, instalasi listrik, hingga logam. Pemilihan alat pemadam perlu disesuaikan dengan jenis kebakaran agar tidak menimbulkan risiko yang lebih besar.

Ruangan dengan perangkat elektronik seperti laboratorium komputer atau server, Nunu menyarankan penggunaan APAR berisi CO2 yang tidak meninggalkan residu dan aman bagi perangkat.

Selain itu, peserta juga dikenalkan pada metode PASS dalam penggunaan APAR, yaitu Pull (menarik pin), Aim (mengarahkan nosel ke sumber api), Squeeze (menekan tuas), dan Sweep (menyapukan semprotan).

Dalam pemaparannya, Nunu menyebut UGM telah memiliki berbagai fasilitas pendukung proteksi kebakaran, termasuk ratusan hidran dan ribuan unit APAR yang tersebar di lingkungan kampus. Namun, menurutnya, kesiapan sumber daya manusia tetap menjadi hal yang utama.

“Kotak hidran sampai ada yang isinya sabun dan kain pel,” ujarnya. 

Ia mendorong seluruh unit kerja untuk rutin memeriksa kondisi APAR serta memastikan jalur evakuasi tetap aman dan tidak terhalang barang.

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kesiapsiagaan kebakaran di lingkungan kampus. Setelah sesi materi dan post-test, peserta mengikuti simulasi pemadaman api secara langsung di area lanskap fakultas.

Penulis: Erna Tri Nofiyana

Tags: APAR fakultas psikologi ugm Keselamatan Kerja Kesiapsiagaan Kebakaran Pelatihan Pemadam Kebakaran SDG 11: Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera SDG 4: Pendidikan Berkualitas SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi

Berita Terkini

  • Fakultas Psikologi UGM Perkuat Kesiapsiagaan Kebakaran melalui Pelatihan Bersama K5LMei 22, 2026
  • CLSD UGM Bekali Mahasiswa KKN-PPM dengan Pendampingan Anak Usia DiniMei 21, 2026
  • Fakultas Psikologi UGM Lepas 90 Wisudawan, Hampir 90 Persen Raih Predikat PujianMei 21, 2026
  • Adaptabilitas dan Integritas Jadi Bekal Lulusan Psikologi UGM Masuki Dunia KerjaMei 19, 2026
  • Pakar Psikologi Perkembangan Tekankan Pentingnya Standar Pengasuhan Anak Usia Dini Pasca Kasus Daycare di YogyakartaMei 13, 2026
Universitas Gadjah Mada

Fakultas Psikologi
Universitas Gadjah Mada

Jalan Sosio Humaniora Bulaksumur
Yogyakarta 55281 Indonesia
fpsi[at]ugm.ac.id
+62 (274) 550435 (hunting)
+62 (274) 550435 ext 158
psikologiugm
psikologiugm
psikologi_ugm
Kanal Psikologi UGM

TENTANG KAMI

  • Selayang Pandang
  • Sejarah
  • Manajemen
  • Tenaga Pendidik
  • Tenaga Kependidikan

INFORMASI PUBLIK

  • Daftar Informasi Publik
  • Permohonan Informasi Publik
  • Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala
  • Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

FASILITAS

  • Fasilitas Pendidikan
  • Laboratorium
  • Kelompok Riset
  • Publikasi & Jurnal
  • Dukungan Non-akademik

MAHASISWA

  • Tata Perilaku Mahasiswa
  • Mitra Magang MBKM
  • Beasiswa
  • Badan Kegiatan Mahasiswa

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju