•  Tentang UGM
  •  Perpustakaan
  • Informasi Publik
  • Sistem Informasi Terintegrasi
  • Simaster
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada
  • TENTANG KAMI
    • Selayang Pandang
      • Sejarah
      • Perintis
    • Manajemen
    • Tenaga Pendidik
    • Tenaga Kependidikan
    • Jaminan Mutu
  • PENDIDIKAN
    • Sarjana Psikologi
    • International Undergraduate Program
    • Program Pendidikan Profesi Psikologi
    • Magister Psikologi
    • Doktor Ilmu Psikologi
  • PENELITIAN & PENGABDIAN
    • Roadmap Penelitian dan PkM
    • Penelitian
    • Publikasi
    • Pengabdian
    • Kerja Sama
  • MAHASISWA
    • Tata Perilaku Mahasiswa
    • Lowongan Magang PKS
    • Beasiswa
    • Badan Kegiatan Mahasiswa
    • Prestasi Mahasiswa
  • FASILITAS
    • Laboratorium
    • Kelompok Riset
    • Dukungan Non-akademik
  • Beranda
  • Rilis
  • Studi Internasional Ungkap Hubungan PTSD Kompleks dan Disosiasi pada Perempuan Lintas Budaya

Studi Internasional Ungkap Hubungan PTSD Kompleks dan Disosiasi pada Perempuan Lintas Budaya

  • Rilis
  • 26 Februari 2026, 09.20
  • Oleh: Humas
  • 0

Yogyakarta, 26 Februari 2026 – Gangguan psikologis seperti post-traumatic stress disorder (PTSD) dan gejala disosiasi (merasa ‘terpisah’  dari diri sendiri) merupakan respon umum ketika seseorang mengalami trauma mendalam. Sebuah studi kolaborasi internasional terbaru mengungkap dinamika hubungan antara complex post-traumatic stress disorder (CPTSD) dan gejala disosiasi melalui pendekatan lintas budaya yang melibatkan partisipan dari negara Barat dan Asia Selatan.

Penelitian yang dilakukan oleh Fung, H.W., Lay, C.M., Yuan, G.F., … Novrianto, R., dkk., ini dipublikasikan dalam jurnal Social Psychiatry and Psychiatric Epidemiology dengan judul “The Relationship between Complex PTSD and Dissociation: Longitudinal Findings across Western and South Asian Female Samples.”

Studi ini bertujuan untuk memahami hubungan dua arah antara PTSD kompleks dan disosiasi, dua respons psikologis yang sering muncul akibat trauma, khususnya trauma interpersonal. Selama ini, disosiasi dianggap sebagai komponen penting dalam memahami PTSD, namun dinamika hubungan keduanya masih belum sepenuhnya dipahami.

Penelitian dilakukan dengan desain longitudinal, melibatkan partisipan perempuan dari dua kelompok budaya berbeda, yaitu 101 dari negara Barat (Amerika Utara/Kanada serta Inggris Raya) dan 160 dari Asia Selatan (Malaysia, Filipina, Indonesia, Singapura). Data dikumpulkan dalam dua periode dengan rentang waktu sekitar enam bulan, menggunakan instrumen terstandar untuk mengukur gejala PTSD, gangguan dalam organisasi diri (disturbances in self-organization/DSO), dan gejala disosiatif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 71,7% hingga 84,2% partisipan dengan CPTSD memiliki gejala disosiatif. Sementara itu 70% hingga 72,3% partisipan dengan gejala disosiatif memiliki kemungkinan mengalami PTSD atau CPTSD. Selain itu, gejala disosiatif juga ditemukan mampu memprediksi tingkat PTSD pada dua kelompok partisipan.Menariknya, hal serupa tidak ditemukan pada hubungan antara gejala disosiatif dengan gejala DSO. Peran gejala disosiatif sebagai prediktor DSO hanya terlihat pada sampel Asia Selatan, menunjukkan adanya perbedaan dinamika psikologis berdasarkan konteks budaya.

Temuan ini menegaskan bahwa gejala disosiasi merupakan faktor penting dalam penanganan PTSD, namun mekanismenya dapat berbeda tergantung pada latar belakang budaya individu. Oleh karena itu, pendekatan dalam asesmen dan intervensi PTSD perlu mempertimbangkan gejala disosiasi dalam konteks sosial dan budaya secara lebih teliti.

Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam bidang kesehatan mental global, khususnya dalam memahami dinamika PTSD dan penanganannya. Hasil studi diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan strategi pencegahan dan penanganan PTSD yang lebih sensitif terhadap perbedaan budaya.

Selamat untuk Riangga Novrianto dan tim penulis.

Penata: Fauzi
Editor: Zufar

Tags: fakultas psikologi ugm Publikasi Ilmiah SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera SDG 4: Pendidikan Berkualitas SDGs

Berita Terkini

  • Studi Internasional Ungkap Hubungan PTSD Kompleks dan Disosiasi pada Perempuan Lintas BudayaFebruari 26, 2026
  • Pembekalan Wisuda Sarjana Psikologi UGM Perkuat Kesiapan Profesional LulusanFebruari 24, 2026
  • Kolaborasi Penelitian Ungkap Faktor Kesepian Generasi Z Indonesia di Era DigitalFebruari 24, 2026
  • Peneliti Fakultas Psikologi UGM Teliti Dinamika Kesadaran Publik terhadap Bencana di Era DigitalFebruari 10, 2026
  • Skala PREPARED: Mengukur Kesiapsiagaan Psikologis Masyarakat Indonesia terhadap BencanaFebruari 3, 2026
Universitas Gadjah Mada

Fakultas Psikologi
Universitas Gadjah Mada

Jalan Sosio Humaniora Bulaksumur
Yogyakarta 55281 Indonesia
fpsi[at]ugm.ac.id
+62 (274) 550435 (hunting)
+62 (274) 550435 ext 158
psikologiugm
psikologiugm
psikologi_ugm
Kanal Psikologi UGM

TENTANG KAMI

  • Selayang Pandang
  • Sejarah
  • Manajemen
  • Tenaga Pendidik
  • Tenaga Kependidikan

INFORMASI PUBLIK

  • Daftar Informasi Publik
  • Permohonan Informasi Publik
  • Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala
  • Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

FASILITAS

  • Fasilitas Pendidikan
  • Laboratorium
  • Kelompok Riset
  • Publikasi & Jurnal
  • Dukungan Non-akademik

MAHASISWA

  • Tata Perilaku Mahasiswa
  • Mitra Magang MBKM
  • Beasiswa
  • Badan Kegiatan Mahasiswa

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju