•  Tentang UGM
  •  Perpustakaan
  • Informasi Publik
  • SDGs
  • SIT
  • Simaster
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada
  • TENTANG KAMI
    • Selayang Pandang
      • Sejarah
      • Perintis
    • Manajemen
    • Tenaga Pendidik
    • Tenaga Kependidikan
    • Jaminan Mutu
  • PENDIDIKAN
    • Sarjana Psikologi
    • International Undergraduate Program
    • Program Pendidikan Profesi Psikologi
    • Magister Psikologi
    • Doktor Ilmu Psikologi
  • PENELITIAN & PENGABDIAN
    • Roadmap Penelitian dan PkM
    • Penelitian
    • Publikasi
    • Pengabdian
    • Kerja Sama
  • MAHASISWA
    • Tata Perilaku Mahasiswa
    • Lowongan Magang Wajib
    • Beasiswa
    • Badan Kegiatan Mahasiswa
    • Prestasi Mahasiswa
  • FASILITAS
    • Laboratorium
    • Kelompok Riset
    • Dukungan Non-akademik
  • Beranda
  • Rilis
  • Memahami Manusia, Membangun Perubahan: Kisah Analisa

Memahami Manusia, Membangun Perubahan: Kisah Analisa

  • Rilis
  • 19 Juni 2026, 13.46
  • Oleh: Humas
  • 0

Lahir dan besar di Yogyakarta, Analisa awalnya bercita-cita masuk jurusan ilmu komunikasi. Ketertarikannya pada psikologi tumbuh dari kegemarannya membaca, salah satunya The Lost Boy karya Charlie Flotman, sebuah kisah tentang pendampingan psikolog terhadap anak dengan autisme. Dari sana, ia menemukan titik temu antara minatnya pada komunikasi dan keinginan untuk membantu sesama, yang mengantarkannya memilih Fakultas Psikologi UGM.

Perjalanan masuk UGM tidak mudah. Setelah gagal pada percobaan pertama, Analisa akhirnya diterima melalui jalur seleksi dengan biaya yang lebih terjangkau. Pilihan itu juga didorong oleh reputasi akademik, kedekatan dengan kota kelahirannya, dan pertimbangan biaya hidup yang relatif lebih hemat. Sejak saat itu, kecintaannya terhadap psikologi terus berkembang.

Selama kuliah, Analisa aktif sebagai asisten di Lembaga Pengembangan dan Konsultasi Manajemen (LPKM) – saat ini Unit Pengembangan Kualitas Manusia (UPKM). Pengalaman itu sempat membuatnya tertarik pada Psikologi Industri dan Organisasi (PIO) dan karier sebagai konsultan perusahaan. Namun, keterlibatannya sebagai testee dalam praktikum klinis dan kesempatan melakukan sit in di ruang konseling menjadi titik balik. Ia melihat psikologi klinis sebagai fondasi utama dalam memahami manusia, dan memutuskan mengambil mayor Psikologi Klinis dengan minor Industri.

Setelah lulus sarjana, Analisa kembali menjadi asisten LPKM selama enam bulan. Ia sempat mendaftar ke beberapa universitas luar negeri dan memperoleh Letter of Acceptance (LoA). Meski belum berhasil mendapatkan beasiswa LPDP maupun Erasmus, langkahnya tidak terhenti. Ia justru memperoleh beasiswa profesi dari UGM untuk melanjutkan studi Magister Psikologi Klinis.

Di tengah kebimbangan menentukan arah karier, Analisa memilih terjun langsung yaitu menjalani praktik klinis di Rumah Sakit JIH. Berhadapan dengan klien dari beragam latar belakang menjadi proses belajar yang krusial dan memperkuat kepercayaan dirinya sebagai psikolog klinis, hingga akhirnya ia memutuskan membangun konsultan psikologi sendiri.

Setelah lulus magister profesi, Analisa tetap berpraktik klinis di RS JIH sembari mendirikan APDC pada 2015. Ketertarikannya pada dunia bisnis bukan hal baru, sejak sekolah ia sudah terbiasa mencoba berbagai usaha. Latar belakangnya sebagai penyiar radio dan televisi turut menjadi modal dalam membangun komunikasi yang efektif dengan klien dan peserta pelatihan.

Seiring waktu, fokus APDC berkembang. Bermula dari layanan klinis, APDC merambah ke proyek-proyek PIO, lalu menemukan kekuatan utamanya di bidang pelatihan (training). Pada 2017, APDC mulai dipercaya menangani perusahaan-perusahaan besar di Jakarta, didukung oleh jejaring alumni yang tersebar di berbagai daerah. Pertumbuhan datang terutama dari word of mouth, bukti kepercayaan klien yang terus terjaga. 

Di luar praktik dan bisnis, Analisa aktif sebagai pembicara dan trainer di berbagai forum. Ia menekankan bahwa langkah pertama dalam pengembangan karier adalah mengenali diri sendiri, memahami kekuatan dan minat sebelum menentukan keterampilan yang perlu diasah. Ia juga menekankan pentingnya agility, kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi, terutama di  tengah perubahan dunia kerja yang berlangsung cepat.

Bagi lulusan baru, menurutnya, nilai utama yang bisa ditawarkan adalah semangat belajar. “Yang paling bisa dijual di awal adalah learning spirit. Karena belum punya pengalaman, yang akan dinilai adalah kemauan untuk belajar dan berkembang,” ujarnya. 

Fase awal karier sebaiknya dimanfaatkan untuk eksplorasi, membangun keterampilan, dan memperluas jejaring, bukan semata-mata mengejar target finansial. “Karier bukan perlombaan cepat, tetapi permainan ketahanan,” tambahnya.

Analisa juga mengingatkan pentingnya tetap aktif di masa transisi karier. “Apa pun pekerjaannya, jangan menganggur. Ambil kesempatan yang ada, lakukan yang terbaik, dan komitmenlah sampai kontrak selesai,” tegasnya. 

Pengalaman sekecil apa pun, menurutnya, membangun rekam jejak yang nilainya tidak bisa diremehkan.

Analisa menegaskan pentingnya integritas, kolaborasi, dan keberanian keluar dari zona nyaman. Dengan positioning yang jelas dan kesadaran untuk terus berkembang, ia percaya setiap orang akan menemukan jalannya masing-masing. 

“Miliki motivasi yang lebih tinggi dari sekadar pencapaian pribadi, yaitu menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain,” pungkasnya.

Reportase: Ghinaa Durratul Hikmah
Penulis: Fadia Hayu Godwina
Editor: Erna Tri Nofiyana
Foto: Dokumentasi Pribadi

Tags: alumni Alumni Berprestasi Fakultas Psikologi UGM Inspirasi Alumni karier kewirausahaan Pengembangan Karier Psikolog Klinis SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera SDG 4: Pendidikan Berkualitas SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur SDGs

Berita Terkini

  • Memahami Manusia, Membangun Perubahan: Kisah AnalisaJuni 19, 2026
  • Ryan Sugiarto Raih Doktor Cumlaude dengan Disertasi Manungsa Tanpa Tenger dari Psikologi Kawruh JiwaJuni 18, 2026
  • Fakultas Psikologi UGM dan Pusat Asesmen Pendidikan Jalin Kerja Sama Penyetaraan Skor Asesmen NasionalJuni 15, 2026
  • Tetap Bermakna di Usia Senja: CPMH UGM Bahas Kesehatan Mental dan Kesejahteraan LansiaJuni 15, 2026
  • Tidak Hanya Emosi, Karakteristik Visual Gambar Juga Menentukan Apa yang Kita IngatJuni 15, 2026
Universitas Gadjah Mada

Fakultas Psikologi
Universitas Gadjah Mada

Jalan Sosio Humaniora Bulaksumur
Yogyakarta 55281 Indonesia
fpsi[at]ugm.ac.id
+62 (274) 550435 (hunting)
+62 (274) 550435 ext 158
psikologiugm
psikologiugm
psikologi_ugm
Kanal Psikologi UGM

TENTANG KAMI

  • Selayang Pandang
  • Sejarah
  • Manajemen
  • Tenaga Pendidik
  • Tenaga Kependidikan

INFORMASI PUBLIK

  • Daftar Informasi Publik
  • Permohonan Informasi Publik
  • Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala
  • Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

FASILITAS

  • Fasilitas Pendidikan
  • Laboratorium
  • Kelompok Riset
  • Publikasi & Jurnal
  • Dukungan Non-akademik

MAHASISWA

  • Tata Perilaku Mahasiswa
  • Mitra Magang MBKM
  • Beasiswa
  • Badan Kegiatan Mahasiswa

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju