•  Tentang UGM
  •  Perpustakaan
  • Informasi Publik
  • SDGs
  • SIT
  • Simaster
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada
  • TENTANG KAMI
    • Selayang Pandang
      • Sejarah
      • Perintis
    • Manajemen
    • Tenaga Pendidik
    • Tenaga Kependidikan
    • Jaminan Mutu
  • PENDIDIKAN
    • Sarjana Psikologi
    • International Undergraduate Program
    • Program Pendidikan Profesi Psikologi
    • Magister Psikologi
    • Doktor Ilmu Psikologi
  • PENELITIAN & PENGABDIAN
    • Roadmap Penelitian dan PkM
    • Penelitian
    • Publikasi
    • Pengabdian
    • Kerja Sama
  • MAHASISWA
    • Tata Perilaku Mahasiswa
    • Lowongan Magang Wajib
    • Beasiswa
    • Badan Kegiatan Mahasiswa
    • Prestasi Mahasiswa
  • FASILITAS
    • Laboratorium
    • Kelompok Riset
    • Dukungan Non-akademik
  • Beranda
  • Rilis
  • OPSI UGM Kupas Peran Keluarga dalam Mencegah Fenomena Klitih di Kalangan Remaja

OPSI UGM Kupas Peran Keluarga dalam Mencegah Fenomena Klitih di Kalangan Remaja

  • Rilis
  • 17 Juni 2026, 12.27
  • Oleh: Humas
  • 0

Fenomena klitih yang melibatkan remaja masih menjadi perhatian masyarakat di Yogyakarta. Di balik aksi kekerasan jalanan tersebut, terdapat berbagai faktor psikologis, sosial, dan keluarga yang perlu dipahami untuk mencegahnya.

Topik ini diangkat dalam episode terbaru Obrolan Psikologi (OPSI), program talkshow psikologi hasil kerja sama Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama TVRI Yogyakarta, pada Selasa (16/6). Dipandu oleh Ferry Anggara, episode kedelapan ini menghadirkan Kompol Angela Yohana Melati Kusumasari, S.Psi., M.Psi., dan Istiana Tajuddin, S.Psi., M.Psi., Psikolog, yang membahas persoalan sosial dan psikologis di balik kejahatan jalanan yang dilakukan remaja.

Klitih merujuk pada fenomena kejahatan jalanan yang melibatkan senjata tajam dan kerap dilakukan oleh remaja, khususnya di wilayah Yogyakarta.

“Bagi remaja, berada di lingkungan sosial itu penting sekali, jadi pertimbangan utamanya adalah saya ingin diterima di sini,”  ujar Istiana.

Secara psikologis, remaja berada pada tahap perkembangan sistem limbik yang pesat, sehingga pengambilan keputusan cenderung bersifat emosional. Kebutuhan untuk diterima dalam kelompok atau mencari pengakuan sosial sering mendorong mereka melakukan tindakan agresif agar merasa memiliki atau berkuasa. 

“Ada faktor dari lingkungan, teman-teman, di mana pergaulan melakukan itu, mereka ikut, kemudian ada faktor keluarga juga, bagaimana keluarga menerapkan disiplin dan pola asuh, itu rupanya sangat mempengaruhi pilihan perilaku mereka,” tutur Angela.

Kurangnya pengawasan dan komunikasi yang efektif membuat orang tua sering tidak menyadari aktivitas anak di luar rumah. Angela menekankan bahwa komunikasi dalam keluarga sangat memengaruhi perilaku anak, sehingga orang tua perlu berperan sebagai fasilitator yang aktif memahami dunia remaja masa kini, bukan sekadar pemberi perintah atau sanksi.

“Ketika orang tua seperti itu, anak akan belajar bahwa kekerasan akan ditoleransi,” tutur Istiana.

Orang tua yang membenarkan kekerasan, misalnya melalui hukuman fisik, dapat membuat anak berpikir bahwa agresi itu dibenarkan. Oleh karena itu, ketegasan orang tua penting, dengan batasan yang jelas antara benar dan salah.

Dalam upaya pencegahan, Polri memperkenalkan program “Ibu Memanggil”, sebuah inisiatif yang melibatkan orang tua dalam memantau keberadaan anak pada malam hari serta berkoordinasi dengan kepolisian bila diperlukan.

Kolaborasi sangat penting dalam membesarkan anak, dan orang tua sebaiknya terbuka terhadap masukan dari lingkungan agar dapat memahami anak dengan lebih baik. Selain itu, orang tua perlu memantau kondisi diri mereka sendiri, karena emosi dan frustrasi mereka turut memengaruhi hubungan dengan anak.

Angela mengingatkan bahwa “Anak kita tidak di-download”. Menurutnya, anak lahir karena diharapkan kehadirannya sehingga menjadi tanggung jawab bersama untuk membimbing dan mendukung mereka dalam membentuk masa depan.

Diskusi ini menegaskan bahwa membimbing anak dalam konteks fenomena klitih memerlukan kesabaran, komunikasi yang efektif, serta pendekatan yang hangat. Dengan pendekatan ini, anak-anak dapat menemukan “jalan pulang” yang sehat, sementara orang tua belajar memahami dunia remaja yang terus berkembang.

Jangan lewatkan episode menarik lainnya dari OPSI: Obrolan Psikologi!

Saksikan tayangan ulang langsung dan ikuti terus diskusi mendalam tentang psikologi melalui Saluran Pengetahuan Fakultas Psikologi UGM:

Beritahu kami jika Anda ingin mengulas topik tertentu mengenai isu psikologi di talkshow Obrolan Psikologi (OPSI), kolaborasi Fakultas Psikologi UGM dan TVRI Yogyakarta.

Tonton selengkapnya di YouTube!

Sampaikan saran dan masukan Anda terkait OPSI melalui kanal berikut,

Email: humas.psikologi@ugm.ac.id
Instagram: @psikologiugm

Penulis: Arrasya Aninggadhira
Editor: Erna Tri Nofiyana

Tags: Fakultas Psikologi UGM Klitih Komunikasi Anak OPSI parenting Pencegahan Kekerasan Remaja Yogyakarta SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera SDG 4: Pendidikan Berkualitas SDGs TVRI Yogyakarta

Berita Terkini

  • Tidak Hanya Emosi, Karakteristik Visual Gambar Juga Menentukan Apa yang Kita IngatJuli 8, 2026
  • CPMH Fakultas Psikologi UGM Soroti Peran Aktif Ayah dalam Keluarga pada Hari Keluarga Nasional 2026Juli 7, 2026
  • Konsisten Hadirkan Layanan Inklusif, UPAP Fakultas Psikologi UGM Dampingi Peserta Tuli dalam Tes PAPSJuni 30, 2026
  • Resiliensi Relawan Bencana Pesisir Dibentuk oleh Dukungan Sosial, Nilai Budaya, dan Spiritualitas, Temuan Peneliti UGMJuni 30, 2026
  • Peneliti UGM Kembangkan MentalBERT yang Lebih Akurat dan Transparan untuk Deteksi Gangguan Mental melalui Media SosialJuni 29, 2026
Universitas Gadjah Mada

Fakultas Psikologi
Universitas Gadjah Mada

Jalan Sosio Humaniora Bulaksumur
Yogyakarta 55281 Indonesia
fpsi[at]ugm.ac.id
+62 (274) 550435 (hunting)
+62 (274) 550435 ext 158
psikologiugm
psikologiugm
psikologi_ugm
Kanal Psikologi UGM

TENTANG KAMI

  • Selayang Pandang
  • Sejarah
  • Manajemen
  • Tenaga Pendidik
  • Tenaga Kependidikan

INFORMASI PUBLIK

  • Daftar Informasi Publik
  • Permohonan Informasi Publik
  • Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala
  • Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

FASILITAS

  • Fasilitas Pendidikan
  • Laboratorium
  • Kelompok Riset
  • Publikasi & Jurnal
  • Dukungan Non-akademik

MAHASISWA

  • Tata Perilaku Mahasiswa
  • Mitra Magang MBKM
  • Beasiswa
  • Badan Kegiatan Mahasiswa

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju