Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) mengajak sivitas akademika membangun kebiasaan menyisihkan penghasilan untuk investasi sejak dini melalui Workshop Literasi Keuangan: Manajemen Investasi pada Jumat (19/6).
Kegiatan yang berlangsung secara hybrid di Hall-D Fakultas Psikologi UGM tersebut diselenggarakan bersama Bank Muamalat Indonesia dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Workshop diikuti oleh tenaga kependidikan, dosen, serta perwakilan mahasiswa dari Forum Komunikasi, dan Badan Kegiatan Mahasiswa.
Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia Fakultas Psikologi UGM, Dr. Sumaryono, M.Si., Psikolog, menekankan pentingnya mengubah pola pikir dalam pengelolaan keuangan. Menurutnya, dana untuk tabungan maupun investasi perlu disisihkan sejak awal, bukan menunggu sisa penghasilan.
“Pupuk dulu baru ngambilnya belakangan,” ujarnya. Ia mencontohkan dengan pengalamannya, “Kalau dapat gaji itu kemudian saya akan ambil dulu, sekian itu terus langsung saya kasih di tabungan.” Ia menyebut tabungan haji dan investasi emas sebagai contoh instrumen yang dapat mulai dipersiapkan sejak dini.
Dalam materi pengenalan investasi, Regional Manager Jateng, DIY, dan Kalimantan Bank Muamalat Indonesia, Permada Wirapranata, mengajak peserta mengenali kondisi keuangan, usia, serta profil risiko sebelum menentukan instrumen investasi.

“Kalau lihat dari tipe investasi, kita harus know yourself dulu. Kenali diri kita, kenali posisi kita, kenali mungkin penghasilan dan usia kita sekarang,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa investor dapat memiliki kecenderungan konservatif, moderat, maupun agresif. Setiap pilihan memiliki tingkat risiko dan karakteristik berbeda, sehingga keputusan investasi perlu disesuaikan dengan tujuan keuangan masing-masing.
Permada juga menyinggung kondisi ekonomi yang dikenal sebagai era VUCA, yakni volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity. Dalam situasi tersebut, ia menyampaikan bahwa emas dapat menjadi salah satu instrumen yang dipertimbangkan untuk menjaga nilai aset. Bank Muamalat turut memperkenalkan pilihan produk investasi syariah dan program perencanaan haji kepada peserta.
Sementara itu, Area Consumer Financing Manager BSI Area Yogyakarta, Agus Hari Nugroho, menjelaskan prinsip dasar perbankan syariah, mulai dari kepatuhan terhadap syariah, kejelasan akad transaksi, investasi pada sektor halal, hingga kontribusi sosial melalui zakat korporasi.

Ia juga memperkenalkan layanan emas digital BSI yang memungkinkan nasabah melakukan pembelian, penjualan, pencetakan, dan transfer emas antarrekening. Menurutnya, kemudahan akses tersebut dapat membantu masyarakat mempertimbangkan investasi emas sebagai salah satu pilihan pengelolaan aset jangka panjang. “Ketika membutuhkan uang itu menjual hari ini, menjual saat ini, insya Allah tidak ada satu menit uangnya sudah masuk lagi ke rekening rupiahnya,” jelasnya.
Agus menekankan bahwa keunggulan utama emas sebagai instrumen investasi terletak pada ketahanannya terhadap inflasi. “Emas itu bebas inflasi,” tegasnya.
Di penghujung acara, BSI menyerahkan 172 tabungan emas secara simbolik kepada Fakultas Psikologi UGM. Penyerahan dilakukan oleh Branch Manager BSI KCP Godean 1 Sugito dan Agus Hari Nugroho, dan diterima oleh Dr. Sumaryono, M.Si., Psikolog.
Workshop turut dilengkapi dengan pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman peserta. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat mengelola penghasilan secara lebih terencana serta memilih instrumen investasi sesuai kebutuhan, tujuan keuangan, dan profil risiko masing-masing.
Penulis & Foto: Erna Tri Nofiyana