Arsip:

mahasiswa

Fakultas Psikologi Raih Juara 1 Lomba Poster PPSF 2019

Pada tanggal 11-12 Oktober 2019 lalu, tim dari Fakultas Psikologi UGM yang beranggotakan Zahirah Tsurayya Mufidah, Ni Luh Vidary Wiakta Putri, dan Riza Fatihah Azzahra mengikuti lomba poster pada ajang Positive Psychology Student Festival (PPSF) 2019 yang dilaksanakan di Universitas Kristen Maranatha, Bandung. Acara ini diprakarsai oleh Asosiasi Psikologi Positif Indonesia (AP2I) sejak asosiasi tersebut terbentuk secara resmi pada tahun 2017.

Dengan mengusung tema “Integrating Science and Practice for a Positive Life”, acara ini bertujuan untuk memperkenalkan psikologi positif pada masyarakat luas, terutama pada kaum muda, pelajar serta mahasiswa, dan agar psikologi positif dapat diintegrasikan dalam kegiatan sehari-hari dengan tetap berlandaskan pada prinsip saintifik.

Di bawah bimbingan Ardian Praptomojati, S.Psi., M.Psi., Psikolog, tim psikologi UGM mengangkat tema tentang self-compassion dengan judul “Self Compassion: Your Portable Emotional Support”. Melalui poster ini, tim Psikologi UGM berusaha mengenalkan apa itu self-compassion, bagaimana peran self-compassion dalam meningkatkan well-being pada kehidupan sehari-hari, membantu individu untuk lebih memahami dan menghargai dirinya sendiri saat menghadapi kegagalan, dan cara sederhana yang dapat dilakukan untuk meningkatkan self-compassion.

Dalam penyajian poster, disajikan juga mini game interaktif yang dapat menarik audiens dan membuat materi yang disajikan di poster dapat diserap dengan baik. Konsep mini game Tim Fakultas Psikologi UGM ini mendapat sambutan hangat dan antusiasme dari para audiens.

Poster yang telah dibuat kemudian dipajang sejak hari pertama perlombaan dan dipresentasikan di hadapan dewan juri pada hari kedua. Materi poster yang komprehensif serta penyajian poster yang unik dan inovatif ternyata mampu mengantarkan tim psikologi UGM untuk meraih Juara 1 pada ajang ini.

“Mengikuti ajang ini merupakan pengalaman yang sangat menarik. Selain mendapat pengetahuan baru karena mata kuliah psikologi positif sendiri belum ada di Fakultas Psikologi UGM, kami juga semakin sadar mengenai pentingnya menerapkan psikologi positif dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Vidary.

Dwi Juara Kompetisi Fusion Innovative Contest 2019

Dwi Nurarifah, mahasiswa Fakultas Psikologi UGM angkatan 2017 bersama dengan dua mahasiswa lain yaitu Qooi Insanu (Fakultas Geografi UGM) dan Joko Purwo (Fakultas Teknologi Pertanian UGM) mengikuti kompetisi Fusion Innovative Contest 2019  yang diselenggarakan oleh IEEE ITB Student Branch dengan mengangkat tema “Technology for Humanity”. Kompetisi ini diselenggarakan di Institut Teknologi Bandung, Jawa Barat.

Fusion Innovative Contest 2019 diikuti mahasiswa program sarjana dari berbagai universitas di kawasan Asia. Kompetisi ini memiliki lima subtema, yakni Renewable Energy, Financial Technology, Social Technology, Health Technology dan Eco-Friendly Technology. Tim UGM di bawah bimbingan Fuad Hamsyah, S.Psi., M.Sc, dosen Fakultas Psikologi UGM, mengajukan gagasan tentang pengembangan sistem monitoring kesehatan mental mahasiswa yang dilakukan dengan menggunakan integrasi sistem jaringan internet universitas.

Pengembangan konsep integrasi sistem tersebut dinamakan Mojitive. Sistem ini dikembangkan sebagai upaya meningkatkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya mengetahui kondisi kesehatan mental mereka dan meningkatkan literasi mahasiswa mengenai kesehatan mental. Selain itu, sistem ini digunakan sebagai bentuk pengawasan perkembangan kesehatan mental mahasiswa. Pengawasan dilakukan melalui peta persebaran gangguan kesehatan mental di universitas. Mojitive menggunakan beberapa alat ukur asesmen psikologis untuk melakukan deteksi primer pada mahasiswa.

Tahap awal dari kompetisi ini yaitu mengumpulkan paper tentang ide yang digagas yang kemudian menetukan apakah tim tersebut lolos ke tahap selanjutnya atau tidak. Dari ide tersebut, tim Mojitive berhasil lolos ke tahapan grandfinal, yakni presentasi. Pada tahap akhir, diumumkan pemenang dari kompetisi ini. Tim Mojitive berhasil meraih Juara 1, menambah lagi daftar mahasiswa yang berhasil menorehkan prestasi di ajang perlombaan internasional.

“Awal dari terciptanyaa karya kami adalah keresahan kami terkhusus Qooi selaku ketua dengan isu tentang kesehatan mental yang terjadi pada lingkungan sekitar kami, maka dari itu kami berharap pengembangan karya kami akan berguna bagi isu kesahatan mental pada mahasiswa” ungkap Dwi.