Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar Pertemuan Orang Tua Mahasiswa Angkatan 2026 Program Studi Sarjana Psikologi pada Senin (3/8) di Hall D Fakultas Psikologi UGM. Pertemuan yang berlangsung secara bauran ini mempertemukan pimpinan fakultas, dosen, dan orang tua mahasiswa baru sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara kampus dan keluarga selama masa studi mahasiswa. Orang tua yang hadir berasal dari berbagai daerah, tidak hanya dari Yogyakarta, tetapi juga dari luar kota hingga luar Pulau Jawa.
Perwakilan orang tua mahasiswa baru, Eko Suryono, S.Pd., menyampaikan bahwa keberhasilan mahasiswa merupakan hasil sinergi antara kampus dan keluarga dalam mendampingi proses belajar.

“Keberhasilan anak-anak adalah buah dari hasil sinergi dan kolaborasi yang kuat antara pihak kampus dengan kami sebagai orang tua,” ujar Eko.
Dekan Fakultas Psikologi UGM, Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan bahwa persaingan masuk Fakultas Psikologi UGM tergolong ketat, dengan rasio seleksi rata-rata sekitar 1:50 pendaftar. Pada tahun ini, Fakultas Psikologi UGM menerima 276 mahasiswa baru, terdiri atas 240 mahasiswa Program Reguler dan 36 mahasiswa International Undergraduate Program (IUP).

Fakultas juga menyediakan berbagai unit pendukung mahasiswa, di antaranya Career Center untuk persiapan karier dan magang, Unit Konsultasi Psikologi (UKP) yang juga berperan sebagai unit layanan kesehatan mental, serta layanan student well-being sebagai penghubung antara mahasiswa, program studi, dan pihak terkait ketika diperlukan.
Menutup sambutannya, Dekan mengajak orang tua untuk terus mendampingi mahasiswa selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi.
“Bismillah bersama-sama mari kita dampingi putra putri kita, semoga mendapatkan pengalaman belajar, memperoleh ilmu yang bermanfaat, mengembangkan keterampilan,” ujar Dekan.
Sebagai salah satu bentuk dukungan bagi orang tua, fakultas turut memperkenalkan buku panduan Temani dari Jauh, Dukung Sepenuh Hati yang disusun oleh tim gabungan dosen dan praktisi psikologi klinis. Diantara penyusunnya, Aisha Sekar Lazuardini Rachmanie, S.Psi., M.Psi., Psikolog dan Satrio Priyo Adi, S.Psi., M.Sc., menjelaskan bahwa panduan tersebut disusun untuk membantu orang tua mendampingi anak selama menjalani masa transisi dari sekolah menengah ke perguruan tinggi. Buku ini juga memuat informasi mengenai sistem akademik UGM, seperti Simaster serta layanan Unit Konsultasi Psikologi (UKP).

“Panduan ini hadir bukan untuk menggurui, tapi panduan ini hadir sebagai sahabat perjalanan,” ujar Aisha.
Ia menambahkan bahwa ketika anak mulai memasuki dunia perkuliahan dan menjadi lebih mandiri, hubungan antara orang tua dan anak tetap perlu dijaga.
“Yang penting juga hubungannya tidak terputus antara anak dengan orang tua,” katanya.
Sinergi antara fakultas dan orang tua juga diwujudkan melalui Persatuan Orang Tua Mahasiswa Psikologi (POTMAPSI). Ketua POTMAPSI, Ristanto, S.I.Kom., M.IP., menjelaskan bahwa organisasi tersebut bersifat independen dari fakultas dan berfokus mendukung kegiatan nonakademik mahasiswa, mulai dari pengembangan soft skills, kepemimpinan, hingga keikutsertaan dalam kompetisi tingkat nasional maupun internasional. Pada 2026, POTMAPSI bersama Forum Komunikasi Antar-BKM dan Pengurus Angkatan (FORKOM) mendukung sekitar 48 kegiatan mahasiswa melalui kontribusi sukarela orang tua.
Perwakilan FORKOM, Marita Almira Sarah Alamsyah dan Kane Putri Faith, menjelaskan bahwa organisasi kemahasiswaan di Fakultas Psikologi UGM terdiri atas Lembaga Mahasiswa (LM), berbagai Badan Kegiatan Mahasiswa (BKM) seperti Relawan Psikologi Gadjah Mada (Repsigama) dan Pecinta Alam Psikologi (Palapsi), komunitas minat dan bakat, hingga organisasi keagamaan. Mahasiswa baru nantinya akan mengikuti berbagai kegiatan pengenalan, seperti Temu Kenal Akrab (TKA), Pasakrab, dan BKM Expo untuk mengenal lebih dekat unit-unit kegiatan yang tersedia.
Penulis & Foto: Erna Tri Nofiyana
Editor: Sussanti