Arsip:

workshop

Workshop Pengenalan dan Pengolahan Data IFLS oleh Magister Psikologi UGM

(2/10) Era pandemi COVID-19 menjadi tantangan tersendiri bagi para peneliti di bidang psikologi dalam melaksanakan penelitian, khususnya pada proses pengambilan data. Data yang umumnya diperoleh melalui tatap muka langsung dengan partisipan dengan wawancara, penyebaran skala dan kuisioner maupun eksperimen di setting laboratorium, kali ini menjadi tidak semudah biasanya karena adanya protokol kesehatan dan physical distancing harus diterapkan.

Berdasarkan hal ini, Magister Psikologi Fakultas Psikologi UGM dan Himpunan Mahasiswa Magister Psikologi UGM mengadakan Workshop Pengenalan dan Pengolahan Data Indonesia Famlily Life Survey (IFLS). Tujuannya untuk memberikan gambaran alternatif lain bagi peneliti dalam melakukan penelitian, khusunya bagi mahasiswa yang akan melakukan tugas akhir, baik skripsi maupun tesis.

Acara ini dibuka untuk umum secara gratis dan diharidi oleh 170 peserta dari UGM maupun luar UGM. Dibuka dengan sambutan singkat dari Bhina Patria, S.Psi., M.A., Dr. rer. pol. selaku Ketua Prodi Magister Psikologi, beliau menyampaikan “IFLS potensinya sangat tinggi untuk dijadikan sumber data dalam penelitian tesis atau skripsi, karena banyak variabel psikologis dan data dapat diunduh dengan mudah”.

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sesi pemaparan oleh pemateri, Dian Fakhrunnisak, M.A. alumni Magister Psikologi UGM. Dian menyampaikan dasar-dasar dalam memilah data IFLS sesuai dengan kebutuhan dari masing-masing peneliti. Sebelumnya, partisipan telah dibekali dengan bahan berupa data set dari IFLS oleh panitia agar dapat melakukan simulasi pencarian data, karena data pada survei IFLS merupakan data yang beragam, tidak hanya menyangkut variabel psikologi serta partisipan yang massive, sehingga perlu mengetahui trik dalam pencarian data. Sesi pertama berlangsung pada pukul 09.00 – 11.00 WIB, kemudian disambung kembali pada sesi kedua, pukul 13.00 – 15.00 WIB.

Sesi kedua dilanjutkan dengan praktik pengolahan data menggunakan syntax pada SPSS yang dipandu oleh pemateri. Peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan mengajukan pertanyaan pada narasumber selama sesi berlangsung.

Pakar dari Jerman Berikan Pemahaman Mengenai Autisme

Senin (30/09) Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada bersama dengan SES (Senior Experten Service), sebuah lembaga dari Jerman, kembali menyelenggarakan workshop. Workshop yang diselenggarakan kali ini berfokus untuk memberikan tambahan pemahaman keilmuan psikologi khususnya terkait autisme dengan mendatangkan pakar autsime dari Charité – Universitätsmedizin Berlin, Jerman, Bärbel Helga Luise Wohlleben (Dr. rer. medic, graduate psychologist).

Workshop yang bertajuk Understanding Autism: From Assessment to Intervention dilaksanakan di ruang Auditorium G-100 dalam dua sesi; sesi pertama berlangsung pada tanggal 23 dan 24 September 2019 dan sesi kedua pada tanggal 30 September dan 1 Oktober 2019. Workshop ini dihadiri oleh sebanyak kurang lebih 30 peserta yang terdiri dari para guru Sekolah Luar Biasa yang menjadi mitra Fakultas Psikologi UGM, terapis PLA (Pusat Layanan Autis) Sentolo dan mahasiswa Program Studi Magister Psikologi Profesi.

Setiap sesi workshop dalam satu hari dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama digunakan oleh Wohlleben untuk menyampaikan berbagai materi mengenai autisme, seperti cara menghadapi anak autis, metode, alat dan permainan edukatif yang dapat digunakan. Hal ini diperlukan sebagai bekal para guru maupun praktisi untuk memberikan perlakuan kepada anak dengan gangguan autisme.

Pada bagian kedua, peserta diajak untuk lebih mengenal berbagai metode pengajaran untuk anak autis dengan melihat video dan mempraktikkan secara langsung, termasuk penggunaan alat-alat dan permainan edukatif. Peserta diharapkan dapat memperluas cara memberikan pengajaran kepada anak autis, namun dengan tetap memperhatikan kenyamanan anak dalam belajar. Pada akhir sesi, Wohlleben memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya dan berbagi pengalaman selama menangani anak autis.

Workshop Art Therapy I: Ajarkan Asesmen bagi Anak dengan Kesulitan Belajar

Selasa (4/9) Fakultas Psikologi UGM menyelenggarakan workshop yang bertajuk “Art Therapy for Children with Special Learning Disabilities”. Workshop ini menghadirkan Prof. Dr. Evelin Witruk dari University of Leipzig, Jerman sebagai pemateri.

Acara yang berlangsung di Auditorium G-100 ini berlangsung lancar dengan dihadiri kurang lebih 70 peserta dari berbagai kalangan baik mahasiswa, praktisi, psikolog hingga guru sekolah luar biasa.

Acara berlangsung mulai pukul 10.00 pagi sampai dengan pukul 12.00 siang, dibuka dengan sambutan oleh wakil dari Fakultas Psikologi UGM Dr. Wenty Marina Minza, M.A. Dalam sambutannya ia mengungkapkan bahwa “art therapy merupakan suatu hal yang belum banyak dipelajari oleh khalayak luas sehingga ini menjadi kesempatan yang baik untuk belajar mengenai art therapy langsung dengan pakarnya”.

Pelaksanaan workshop ini dibagi ke dalam 3 sesi dan dilaksanakan dalam 3 hari yang berbeda. Pada sesi pertama workshop berfokus dalam mempelajari bagaimana cara melakukan asesmen terhadap anak dengan kesulitan belajar. Peserta diajak untuk mencoba langsung alat tes yang digunakan dalam asesmen anak yang mengalami kesulitan belajar seperti anak dengan dyslexia. Bertindak sebagai moderator pada sesi ini adalah Satwika Rahapsari, S.Psi, M.A., R-DMT yang juga merupakan dosen Fakultas Psikologi UGM.

Pada akhir sesi, peserta diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan terkait materi yang disampaikan. Salah satu peserta mengungkapkan bahwa ia sangat mengapresiasi penyelenggaraan acara ini karena sangat membantunya dalam memahami anaknya yang berkebutuhan khusus. (Humas psikologi ugm/Jehna)

Workshop Big Data Menjawab Kebutuhan Penelitian di Era Revolusi Industri 4.0

Kemajuan teknologi semakin hari menuntut setiap orang untuk fleksibel dalam menghadapi tantangan di era ini. Hal ini pula yang menjadi alasan Center for Indigenous and Cultural Psychology (CICP) Fakultas Psikologi UGM memfasilitasi mahasiswa Psikologi untuk mengenal dan memahami big data, sekaligus peranannya dalam menunjang penelitian yang tidak bisa dilepaskan dari tanggung jawab akademik sebagai mahasiswa. Acara ini diselenggarakan pada tanggal 30 April 2019 di ruang Auditorium G-100 Fakultas Psikologi UGM dan berlangsung di sore hari sampai dengan malam hari . Acara yang diberi nama “Big Data Workshop” didominasi oleh mahasiswa Magister dan beberapa mahasiswa dari S1. Yohanes Kartika Herdiyanto, S.Psi., M.A. merupakan pembicara dalam kegiatan ini. Beliau merupakan Dosen Universitas Udayana sekaligus Mahasiswa Program Doktoral Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada.

Sebagai manusia yang hidup di era Revolusi Industri 4.0, dimana segala hal membutuhkan internet menuntut manusia untuk merevolusi informasi. Salah satu peran yang krusial di era ini adalah adanya maha data atau big data. Pemateri menggambarkan bahwa big data adalah gerakan atau inisiatif organisasi-organisasi untuk mengambil, menyimpan, memproses dan menganalisa data-data yang sebelumnya dimana tidak memungkinkan atau tidak ekonomis untuk diambil, disimpan, diproses, dan dianalisis.

Sebagai sebuah unit Fakultas Psikologi yang bergerak di bidang riset terutama dengan pendekatan kualitatif, maka penyesuaian teknik pengambilan data dengan pendekatan ini diperlukan. Yohanes juga mengatakan semenjak teknologi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kerja manusia, banyak tools teknologi yang dapat digunakan. Ia menyebutnya sebagai pendekatan baru kualitatif. Dirinya mencontohkan observasi dapat dilakukan dengan melihat CCTV, absensi Biometrik, data wearable gadget (jam tangan, detak jantung, waktu tidur, langkah, jarak). Sementara pengambilan data dengan bantuan angket juga bisa dilakukan dengan online, peneliti dapat memanfaatkan survey monkey atau google forms. Media sosial juga bisa dijadikan salah satu tools dalam mempermudah peneliti misalnya data dari twitter, youtube, facebook, instagram dan lainnya. Berdasarkan data dari survei nasional 2019, Indikator Publik Indonesia pengguna media sosial di Indonesia mencapai 24,34 juta.

Yohanes juga menerangkan bahwa big data memiliki banyak keuntungan seperti peneliti mendapat data melimpah, berbagai hal ada, dan data bersifat open akses. Namun disamping kelebihan ada pula kelemahan seperti limitasi kelengkapan data, adanya ketidakteraturan data, memerlukan software lain untuk mengolah data yang telah diambil

Di akhir kesempatan, Yohanes menjelaskan selama ini big data contohnya dari twitter bahkan digunakan untuk mempengaruhi opini publik sehingga seringkali dimanfaatkan oleh politikus atau partai politik. Sementara trending topik selalu dijadikan barometer persepsi publik. Hal ini menyebabkan “perang” opini menjadi lebih bebas.

Setelah penyampaian materi secara keseluruhan selesai dibahas, pemateri mengarahkan peserta untuk menggunakan salah satu aplikasi atau program yang dapat membantu mengcoding data yang berasal dari big data. Yaitu dengan software MAXQDA.

MAXQDA dapat menjadi salah satu dari program penyimpanan file pengelompokan atribut atau variabel format dengan manajemen data kemudian terjadi proses coding, kategorisasi dan kredibilitas hasil. Proses ini juga merupakan proses yang umum terjadi untuk analisis data kualitatif. Lebih lanjut MAXQDA dapat langsung digunakan untuk memperoleh data dari twitter, youtube dan lainnya. Kemudian diproses untuk selanjutnya dikategorisasikan.