•  Tentang UGM
  •  Perpustakaan
  • Informasi Publik
  • Sistem Informasi Terintegrasi
  • Simaster
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada
  • TENTANG KAMI
    • Selayang Pandang
      • Sejarah
      • Perintis
    • Manajemen
    • Tenaga Pendidik
    • Tenaga Kependidikan
    • Jaminan Mutu
  • PENDIDIKAN
    • Sarjana Psikologi
    • International Undergraduate Program
    • Program Pendidikan Profesi Psikologi
    • Magister Psikologi
    • Doktor Ilmu Psikologi
  • PENELITIAN & PENGABDIAN
    • Roadmap Penelitian dan PkM
    • Penelitian
    • Publikasi
    • Pengabdian
    • Kerja Sama
  • MAHASISWA
    • Tata Perilaku Mahasiswa
    • Lowongan Magang PKS
    • Beasiswa
    • Badan Kegiatan Mahasiswa
    • Prestasi Mahasiswa
  • FASILITAS
    • Laboratorium
    • Kelompok Riset
    • Dukungan Non-akademik
  • Beranda
  • Rilis
  • CLSD Fakultas Psikologi UGM Bahas Pentingnya Orang Tua Terus Belajar dalam Mendampingi Anak

CLSD Fakultas Psikologi UGM Bahas Pentingnya Orang Tua Terus Belajar dalam Mendampingi Anak

  • Rilis
  • 26 Mei 2026, 10.51
  • Oleh: Humas
  • 0

Menjadi orang tua bukan hanya tentang memberi arahan, tetapi juga tentang kesediaan untuk terus belajar, menyesuaikan diri, dan memahami dunia anak yang terus berubah. 

Refleksi tersebut menjadi benang merah dalam Webinar Hybrid oleh Center of Life-Span Development (CLSD) Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Jumat (22/5). Mengusung tema “Membangun Komunikasi Efektif Orang Tua dalam Kehidupan Akademik Anak”, kegiatan ini membahas dinamika parenting, relasi orang tua-anak, serta tantangan mendampingi anak di tengah perbedaan budaya dan perkembangan zaman.

CLSD UGM menghadirkan I Made Andi Arsana, S.T., M.E., Ph.D., dosen Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik UGM sekaligus orang tua mahasiswa Fakultas Psikologi UGM.

“Orang itu memang punya prinsip tertentu, tetapi dia harus tetap belajar,” ungkap Andi.

Dalam sesi tersebut, Andi mengajak orang tua menjalani proses learn, relearn, and unlearn. Menurutnya, orang tua tidak hanya perlu mempelajari hal baru, tetapi juga meninjau kembali cara pandang lama serta melepaskan pola asuh yang tidak lagi sesuai dengan kebutuhan anak.

Menurut Andi, proses mendampingi anak memerlukan kesiapan orang tua untuk terus belajar, menyesuaikan diri, berkompromi, dan menerima bahwa anak memiliki kebutuhan, serta cara berkembang yang mungkin berbeda.

“Tugas orang tua menurut saya akhirnya bukan memaksa tapi menyuguhi yang sebanyak mungkin sampai akhirnya dia bisa mencoba memilih,” ujar Andi. 

Pesan tersebut menegaskan bahwa mendampingi anak berarti memberikan ruang, pengalaman, dan pilihan agar anak dapat mengenali kebutuhannya sendiri. 

“Apa yang kita lihat pada anak kita itu sangat mungkin berbeda sekali dengan yang terjadi sebenarnya,” tutur Andi.

Dari pengalamannya sebagai orang tua, Andi menilai bahwa apa yang terlihat dari luar belum tentu menggambarkan kondisi yang sebenarnya dialami anak. Karena itu, orang tua perlu membangun kepekaan terhadap pengalaman anak, terutama ketika anak menghadapi tantangan akademik, tekanan emosional, maupun masa transisi dalam kehidupan.

“Perlu adanya dorongan dari orang tua itu sendiri untuk berkolaborasi, kemudian memberi kesempatan pada anak untuk menyampaikan pendapatnya dan perasaannya,” sebut Andi.

Kegiatan ini juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam keluarga. Anak perlu diberi kesempatan untuk menyelesaikan masalah, mengambil keputusan, dan menunjukkan apa yang telah mereka pelajari. Dengan cara ini, parenting tidak hanya menjadi proses mengarahkan, tetapi juga mendampingi anak agar mampu bertumbuh secara mandiri.

Melalui webinar ini, CLSD Fakultas Psikologi UGM mengajak orang tua untuk terus terbuka terhadap proses belajar dalam pengasuhan, termasuk belajar dari anak. Anak dapat membantu orang tua melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda, memahami kompleksitas generasi baru, serta merefleksikan kembali nilai-nilai yang selama ini dipegang dalam keluarga.

Penulis: Arrasya Aninggadhira
Editor: Erna Tri Nofiyana

Tags: CLSD ugm fakultas psikologi ugm Komunikasi Keluarga orang tua parenting SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera SDG 4: Pendidikan Berkualitas SDGs webinar

Berita Terkini

  • Sistem Peringatan Dini Bencana yang Inklusif untuk Penyandang Disabilitas Jadi Sorotan Peneliti Fakultas Psikologi UGMJuni 3, 2026
  • CLSD Fakultas Psikologi UGM Bahas Pentingnya Orang Tua Terus Belajar dalam Mendampingi AnakMei 26, 2026
  • Fakultas Psikologi UGM Perkuat Kesiapsiagaan Kebakaran melalui Pelatihan Bersama K5LMei 22, 2026
  • CPMH UGM Bahas Fenomena “Generasi Rapuh” dan Pentingnya Dukungan Keluarga bagi RemajaMei 22, 2026
  • CLSD UGM Bekali Mahasiswa KKN-PPM dengan Pendampingan Anak Usia DiniMei 21, 2026
Universitas Gadjah Mada

Fakultas Psikologi
Universitas Gadjah Mada

Jalan Sosio Humaniora Bulaksumur
Yogyakarta 55281 Indonesia
fpsi[at]ugm.ac.id
+62 (274) 550435 (hunting)
+62 (274) 550435 ext 158
psikologiugm
psikologiugm
psikologi_ugm
Kanal Psikologi UGM

TENTANG KAMI

  • Selayang Pandang
  • Sejarah
  • Manajemen
  • Tenaga Pendidik
  • Tenaga Kependidikan

INFORMASI PUBLIK

  • Daftar Informasi Publik
  • Permohonan Informasi Publik
  • Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala
  • Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

FASILITAS

  • Fasilitas Pendidikan
  • Laboratorium
  • Kelompok Riset
  • Publikasi & Jurnal
  • Dukungan Non-akademik

MAHASISWA

  • Tata Perilaku Mahasiswa
  • Mitra Magang MBKM
  • Beasiswa
  • Badan Kegiatan Mahasiswa

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju