•  Tentang UGM
  •  Perpustakaan
  • Informasi Publik
  • SDGs
  • SIT
  • Simaster
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada
  • TENTANG KAMI
    • Selayang Pandang
      • Sejarah
      • Perintis
    • Manajemen
    • Tenaga Pendidik
    • Tenaga Kependidikan
    • Jaminan Mutu
  • PENDIDIKAN
    • Sarjana Psikologi
    • International Undergraduate Program
    • Program Pendidikan Profesi Psikologi
    • Magister Psikologi
    • Doktor Ilmu Psikologi
  • PENELITIAN & PENGABDIAN
    • Roadmap Penelitian dan PkM
    • Penelitian
    • Publikasi
    • Pengabdian
    • Kerja Sama
  • MAHASISWA
    • Tata Perilaku Mahasiswa
    • Lowongan Magang Wajib
    • Beasiswa
    • Badan Kegiatan Mahasiswa
    • Prestasi Mahasiswa
  • FASILITAS
    • Laboratorium
    • Kelompok Riset
    • Dukungan Non-akademik
  • Beranda
  • Rilis
  • Tech in Training UGM Dorong Transformasi Riset Akademik ke Ruang Publik

Tech in Training UGM Dorong Transformasi Riset Akademik ke Ruang Publik

  • Rilis
  • 19 Juni 2026, 14.59
  • Oleh: Humas
  • 0

Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Unit Informasi dan Pengembangan Teknologi (UIPTB) menyelenggarakan Tech in Training pada Senin (15/6) dan Kamis (18/6). Kegiatan ini diikuti oleh 23 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan alumni di Ruang B-104 Fakultas Psikologi UGM.

Pelatihan ini menghadirkan dosen Fakultas Psikologi UGM sekaligus co-founder Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM), Theresia Novi Poespita Candra, S.Psi., M.Si., Ph.D., Psikolog, sebagai narasumber utama. Ia membahas bagaimana pengetahuan akademik dapat diterjemahkan menjadi bentuk komunikasi yang lebih mudah dipahami, menarik, dan berdampak.

Novi membuka sesi dengan menekankan pentingnya peran intelektual dalam menjembatani ilmu pengetahuan dengan publik. Ia menyebut bahwa ruang digital saat ini menuntut kehadiran intelektual yang aktif dan komunikatif.

“Media sosial harus menjadi gerbang bahwa intelektual itu ada,” ujar Novi.

Ia juga menyoroti peran intelektual dalam produksi pengetahuan dan tanggung jawab moral untuk menyebarkannya kepada publik.

“Kenapa intelektual ada di kelas brahmana? Karena mereka tidak bisa dibeli,” tutur Novi, menekankan bahwa intelektual memiliki nilai yang tidak bersifat transaksional, melainkan dibangun melalui proses berpikir, belajar, dan integritas dalam menyampaikan gagasan.

Dalam konteks diseminasi riset ke masyarakat, Novi menambahkan bahwa penyampaian informasi secara langsung kepada publik justru memiliki tantangan yang lebih kompleks.

“Kalau langsung ke masyarakat itu lebih kejam,” ujarnya.

Pada sesi hari kedua, pelatihan berfokus pada strategi komunikasi yang lebih persuasif dan storytelling dalam penyampaian riset. Ia juga menegaskan bahwa kemampuan komunikasi manusia tetap memiliki peran penting di tengah perkembangan teknologi.

“Ngomong itu sejauh ini belum bisa digantikan oleh AI (Artificial Intelligence),” katanya, menegaskan bahwa proses menyampaikan gagasan tetap membutuhkan nalar, konteks, dan sensitivitas manusia.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa gagasan yang disampaikan seseorang merupakan hasil dari proses berpikir yang kemudian dikomunikasikan kembali kepada orang lain.

Sejumlah peserta menyampaikan kesan positif terhadap pelatihan ini. Mereka menilai materi yang diberikan membuka perspektif baru mengenai peran penulis dalam dunia akademik maupun publik.

“Ini sangat menginspirasi, seperti angin segar,” ujar salah satu peserta.

“Materinya sangat ‘daging’ dan membuka perspektif baru tentang dunia penulisan,” tambah peserta lainnya.

Peserta lain juga menyoroti bahwa kegiatan ini mendorong keberanian intelektual dalam menyampaikan gagasan. Menurut mereka, menjadi penulis bukan hanya soal merangkum ilmu, tetapi juga berani menyampaikan ide.

Melalui Tech in Training, UPTB Fakultas Psikologi UGM menegaskan pentingnya transformasi pengetahuan dari ruang akademik ke ruang publik. Kegiatan ini tidak hanya membekali keterampilan teknis, tetapi juga membentuk kesadaran bahwa komunikasi ilmiah merupakan bagian penting dari tanggung jawab intelektual di era digital.

Penulis: Arrasya Aninggadhira
Editor: Erna Tri Nofiyana

Tags: Diseminasi Ilmiah Fakultas Psikologi UGM Komunikasi Penulisan Riset SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh SDG 4: Pendidikan Berkualitas SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur SDGs Tech in Training UIPTB

Berita Terkini

  • Konsisten Hadirkan Layanan Inklusif, UPAP Fakultas Psikologi UGM Dampingi Peserta Tuli dalam Tes PAPSJuni 30, 2026
  • Resiliensi Relawan Bencana Pesisir Dibentuk oleh Dukungan Sosial, Nilai Budaya, dan Spiritualitas, Temuan Peneliti UGMJuni 30, 2026
  • Peneliti UGM Kembangkan MentalBERT yang Lebih Akurat dan Transparan untuk Deteksi Gangguan Mental melalui Media SosialJuni 29, 2026
  • Kolaborasi Manusia dan LLM Ungkap Nilai-Nilai yang Sering Diabaikan pada Aplikasi Smart HomeJuni 22, 2026
  • Fakultas Psikologi UGM Dorong Sivitas Akademika Sisihkan Penghasilan untuk Investasi Sejak DiniJuni 19, 2026
Universitas Gadjah Mada

Fakultas Psikologi
Universitas Gadjah Mada

Jalan Sosio Humaniora Bulaksumur
Yogyakarta 55281 Indonesia
fpsi[at]ugm.ac.id
+62 (274) 550435 (hunting)
+62 (274) 550435 ext 158
psikologiugm
psikologiugm
psikologi_ugm
Kanal Psikologi UGM

TENTANG KAMI

  • Selayang Pandang
  • Sejarah
  • Manajemen
  • Tenaga Pendidik
  • Tenaga Kependidikan

INFORMASI PUBLIK

  • Daftar Informasi Publik
  • Permohonan Informasi Publik
  • Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala
  • Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

FASILITAS

  • Fasilitas Pendidikan
  • Laboratorium
  • Kelompok Riset
  • Publikasi & Jurnal
  • Dukungan Non-akademik

MAHASISWA

  • Tata Perilaku Mahasiswa
  • Mitra Magang MBKM
  • Beasiswa
  • Badan Kegiatan Mahasiswa

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju