Ada perumpamaan indah yang disampaikan perwakilan Pusat Psikologi (PusPsi) TNI saat berbicara tentang kemitraannya dengan Fakultas Psikologi UGM: ibarat sebuah pohon, PusPsi TNI adalah buahnya, dan Fakultas Psikologi UGM adalah akarnya. Agar buahnya terbaik, akarlah yang harus dirawat. Perumpamaan ini menjadi cerminan temuan Survei Kepuasan Mitra Kerja Sama 2026: para mitra tidak sekadar puas dengan layanan Fakultas, mereka mempercayainya dan ingin terus bertumbuh bersama.
Fakultas telah menyelesaikan Survei Kepuasan Mitra Kerja Sama untuk periode kerja sama 2023-2026. Survei yang dikelola Kantor Kerja Sama, Urusan Internasional, dan Alumni (OCIA) ini diisi oleh 77 institusi mitra dari berbagai sektor: kementerian dan lembaga, pemerintah kalurahan, TNI dan Polri, BUMN, perbankan, rumah sakit, sekolah, perguruan tinggi, NGO kemanusiaan, industri kreatif, hingga praktisi perseorangan.
Hasilnya, Fakultas Psikologi UGM memperoleh Indeks Kepuasan Mitra (IKM) 3,36 dari 4,00 atau setara 84,0 dari 100, masuk kategori Baik/Memuaskan. Angka ini menjadi cerminan bahwa kerja sama yang selama ini terjalin dirasakan bermakna oleh para mitra.

Loyalitas Tinggi
Kepercayaan tercermin dari penilaian tertinggi yang muncul pada aspek yang paling menentukan keberlanjutan hubungan yakni keinginan untuk kembali bekerja sama dan merekomendasikan Fakultas kepada pihak lain. Hasil ini menunjukkan bahwa hubungan kerja sama ini hanya kepuasan transaksional semata, melainkan sinyal loyalitas. Keinginan mitra untuk kembali bekerja sama memperoleh nilai tertinggi, yakni 3,71, diikuti kesediaan merekomendasikan layanan kepada pihak lain dengan nilai 3,49. Perilaku petugas yang ramah, sopan, dan etis juga memperoleh apresiasi tinggi dengan nilai 3,48. Kombinasi ketiganya menunjukkan bahwa mitra ingin melanjutkan kemitraan dalam jangka panjang.
Kepercayaan juga tergambar jelas dari cara mitra memaknai hubungan mereka dengan Fakultas. Perwakilan TVRI Yogyakarta, Sari Fajarini Nainggolan, menilai tema-tema psikologi yang diangkat sangat mengena, baik bagi karyawan TVRI maupun bagi masyarakat luas. “Tema-tema yang disajikan mengena dengan baik, apalagi TVRI adalah Lembaga Penyiaran Publik. Bagi kami, program menjadi lebih bermakna karena ada ruang psikologi yang memang dibutuhkan masyarakat,” ujar Sari. Hal senada disampaikan Claudia dari TVRI Yogyakarta, yang menyoroti respons positif penonton terhadap program Obrolan Psikologi atau “OPSI”. “Banyak umpan balik positif mengenai acara OPSI. Tema yang diangkat sering relevan dan relatable, sehingga membantu penonton memahami isu yang mereka rasakan,” tuturnya.

Dampak yang dirasakan mitra
Dampak nyata kerja sama ini juga dirasakan lintas sektor. PT PLN (Persero) menilai kolaborasi mampu menjawab kebutuhan perusahaan sekaligus meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan, baik di internal maupun eksternal. Akademi Militer merasakan peningkatan kualitas sumber daya penelitinya dan memperoleh luaran berupa instrumen alat tes resiliensi taruna. YAKKUM Emergency Unit terbantu dalam memperkuat aspek psikososial pada layanan tanggap darurat bencana dan adaptasi perubahan iklim, sementara Poltekkes Kemenkes Mamuju semakin kokoh dalam mengembangkan layanan berbasis riset. Dampaknya bahkan meluas ke ruang publik, ketika TVRI Yogyakarta menilai tema-tema psikologi yang diangkat dalam program siarannya terasa relevan dan dekat dengan keseharian masyarakat.
Kebutuhan Mitra ke Depan
Selain menilai, para mitra turut menyampaikan harapan mereka ke depan. Kebutuhan yang mengemuka cukup beragam, namun berpusat pada beberapa arah yang serupa. Banyak mitra mengharapkan pengembangan layanan dan asesmen berbasis digital yang tetap menjaga standar etika, mulai dari konseling daring, sistem deteksi dini kesehatan mental, hingga psikotes berbasis Computer-Adaptive Test. Kebutuhan akan pengembangan dan pembaruan alat tes juga menonjol, baik untuk keperluan seleksi, pendidikan, maupun riset. Sejumlah mitra menyoroti pentingnya perhatian pada kesehatan mental remaja dan keamanan digital, seiring meningkatnya risiko seperti perundungan siber dan kekerasan dalam relasi daring. Tidak sedikit pula yang berharap Fakultas memperluas layanan bagi kelompok khusus seperti lansia dan anak berkebutuhan khusus, memperkuat kolaborasi riset dan publikasi, serta mengembangkan media edukasi psikologi yang kreatif dan mudah dipahami masyarakat.
Antusiasme para mitra untuk terus terlibat pun tergolong tinggi. Sebanyak 35 dari 77 mitra hadir dan berdiskusi lebih lanjut bersama Fakultas. Seluruh masukan yang terhimpun dari survei ini akan menjadi bekal berharga bagi Fakultas Psikologi UGM untuk merawat “akar” keilmuannya, Maka, kembali pada perumpamaan pohon bahwa akar keilmuan yang sehat akan selalu menumbuhkan buah yang bermakna. Seluruh masukan dari survei ini menjadi bekal berharga bagi Fakultas Psikologi UGM untuk terus merawat “akar” itu agar kemitraan yang terjalin semakin relevan, dan berbuah manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Penulis: Raden Roro Anisa Anggi Dinda
Foto: Erna dan Hanif