•  Tentang UGM
  •  Perpustakaan
  • Informasi Publik
  • SDGs
  • SIT
  • Simaster
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada
  • TENTANG KAMI
    • Selayang Pandang
      • Sejarah
      • Perintis
    • Manajemen
    • Tenaga Pendidik
    • Tenaga Kependidikan
    • Jaminan Mutu
  • PENDIDIKAN
    • Sarjana Psikologi
    • International Undergraduate Program
    • Program Pendidikan Profesi Psikologi
    • Magister Psikologi
    • Doktor Ilmu Psikologi
  • PENELITIAN & PENGABDIAN
    • Roadmap Penelitian dan PkM
    • Penelitian
    • Publikasi
    • Pengabdian
    • Kerja Sama
  • MAHASISWA
    • Tata Perilaku Mahasiswa
    • Lowongan Magang Wajib
    • Beasiswa
    • Badan Kegiatan Mahasiswa
    • Prestasi Mahasiswa
  • FASILITAS
    • Laboratorium
    • Kelompok Riset
    • Dukungan Non-akademik
  • Beranda
  • Rilis
  • Resiliensi Relawan Bencana Pesisir Dibentuk oleh Dukungan Sosial, Nilai Budaya, dan Spiritualitas, Temuan Peneliti UGM

Resiliensi Relawan Bencana Pesisir Dibentuk oleh Dukungan Sosial, Nilai Budaya, dan Spiritualitas, Temuan Peneliti UGM

  • Rilis
  • 30 Juni 2026, 09.33
  • Oleh: Humas
  • 0

Yogyakarta, 30 Juni 2026 – Resiliensi relawan kebencanaan tidak hanya bergantung pada kemampuan individu, tetapi juga dipengaruhi oleh dukungan sosial, nilai budaya, dan spiritualitas yang berkembang di lingkungan relawan. Temuan tersebut disampaikan oleh tim peneliti Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui studi yang dipublikasikan dalam Jàmbá: Journal of Disaster Risk Studies.

Berangkat dari pengalaman penanganan banjir besar di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, pada Maret 2024, penelitian yang dilakukan oleh Yuli Arinta Dewi, S.P., M.Si, Prof. Drs. Koentjoro, MBSc., Ph.D., Psikolog, Pradytia Putri Pertiwi, S.Psi., Ph.D., dan Mizan Bustanul Fuady Bisri, M.Sc., M.A., Ph.D., berupaya mengevaluasi tingkat resiliensi relawan Palang Merah Indonesia (PMI) sekaligus mengungkap berbagai faktor personal, sosial, dan kultural yang membantu mereka tetap tangguh (resilient) dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan.

Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods, yaitu menggabungkan survei kuantitatif dan wawancara mendalam. Sebanyak 69 relawan PMI berusia 18–55 tahun mengikuti survei menggunakan Connor–Davidson Resilience Scale (CD-RISC), sementara 17 partisipan, yang terdiri atas relawan, anggota keluarga, dan staf PMI, diwawancarai untuk memperoleh gambaran yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang menopang resiliensi mereka.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 63,8% relawan memiliki tingkat resiliensi sedang. Aspek yang paling menonjol adalah kompetensi pribadi (personal competence) dan kepercayaan terhadap diri sendiri (internal trust).

Namun demikian, hasil wawancara menunjukkan bahwa resiliensi relawan tidak hanya dibentuk oleh aspek-aspek individu saja, melainkan juga terdapat aspek lain yang lebih sistemik. Peneliti menemukan lima tema utama yang saling berkaitan: kompetensi personal, spiritualitas, budaya, dukungan emosional dan dukungan fungsional.

Berbeda dengan banyak penelitian yang berfokus pada karakteristik individu, studi ini menekankan bahwa resiliensi relawan merupakan hasil interaksi berbagai sistem yang saling mendukung. Menurut tim peneliti, relawan dapat terus bertahan menghadapi tekanan psikologis karena memperoleh dukungan dari keluarga, organisasi kemanusiaan, komunitas, serta nilai budaya dan spiritual yang dianut.

“Temuan kami menunjukkan bahwa ketangguhan relawan bukanlah semata-mata atribut individu. Resiliensi dibangun melalui interaksi antara faktor personal, dukungan keluarga, organisasi, komunitas, hingga nilai budaya dan spiritual yang hidup di masyarakat”, ungkap Yuli.

Yuli menambahkan bahwa pendekatan multisistem ini penting untuk dipertimbangkan dalam penyusunan program penguatan kapasitas relawan.

“Program peningkatan kapasitas relawan tidak cukup hanya berfokus pada pelatihan keterampilan teknis atau penguatan individu. Dukungan organisasi, jejaring sosial, budaya lokal, serta aspek spiritual juga perlu menjadi bagian dari strategi membangun relawan yang tangguh dan berkelanjutan”, jelasnya.

Penelitian ini memberikan perspektif baru mengenai pembangunan kapasitas relawan kebencanaan di Indonesia, khususnya di wilayah pesisir yang semakin rentan terhadap dampak perubahan iklim. Temuan ini menunjukkan bahwa indikator psikologis konvensional yang cenderung individualis belum sepenuhnya mampu mengungkap berbagai sumber ketangguhan yang berasal dari konteks sosial dan budaya masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, kebijakan pengelolaan relawan diharapkan mengintegrasikan pendekatan psikologis dengan penguatan sistemik yang meliputi komunitas, keluarga, nilai budaya lokal, serta dukungan kelembagaan.

Penata: Fauzi
Editor: Zufar

Tags: Disaster Fakultas Psikologi UGM Publikasi Ilmiah Relawan Bencana SDG 11: Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera SDGs

Berita Terkini

  • Konsisten Hadirkan Layanan Inklusif, UPAP Fakultas Psikologi UGM Dampingi Peserta Tuli dalam Tes PAPSJuni 30, 2026
  • Resiliensi Relawan Bencana Pesisir Dibentuk oleh Dukungan Sosial, Nilai Budaya, dan Spiritualitas, Temuan Peneliti UGMJuni 30, 2026
  • Peneliti UGM Kembangkan MentalBERT yang Lebih Akurat dan Transparan untuk Deteksi Gangguan Mental melalui Media SosialJuni 29, 2026
  • Kolaborasi Manusia dan LLM Ungkap Nilai-Nilai yang Sering Diabaikan pada Aplikasi Smart HomeJuni 22, 2026
  • Fakultas Psikologi UGM Dorong Sivitas Akademika Sisihkan Penghasilan untuk Investasi Sejak DiniJuni 19, 2026
Universitas Gadjah Mada

Fakultas Psikologi
Universitas Gadjah Mada

Jalan Sosio Humaniora Bulaksumur
Yogyakarta 55281 Indonesia
fpsi[at]ugm.ac.id
+62 (274) 550435 (hunting)
+62 (274) 550435 ext 158
psikologiugm
psikologiugm
psikologi_ugm
Kanal Psikologi UGM

TENTANG KAMI

  • Selayang Pandang
  • Sejarah
  • Manajemen
  • Tenaga Pendidik
  • Tenaga Kependidikan

INFORMASI PUBLIK

  • Daftar Informasi Publik
  • Permohonan Informasi Publik
  • Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala
  • Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

FASILITAS

  • Fasilitas Pendidikan
  • Laboratorium
  • Kelompok Riset
  • Publikasi & Jurnal
  • Dukungan Non-akademik

MAHASISWA

  • Tata Perilaku Mahasiswa
  • Mitra Magang MBKM
  • Beasiswa
  • Badan Kegiatan Mahasiswa

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju