Sebanyak 116 sivitas Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) mengikuti Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Periode II bertajuk Wellness Day: Menjaga Tubuh dan Jiwa dalam Harmoni yang diselenggarakan pada Jumat (31/7) di Hall D Fakultas Psikologi UGM. Kegiatan ini menghadirkan layanan kesehatan fisik dan mental yang terintegrasi, mulai dari pemeriksaan kesehatan dasar, konsultasi medis, hingga layanan konsultasi psikologi.
Dari total 130 pendaftar, sebanyak 116 peserta hadir mengikuti rangkaian kegiatan. Peserta terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, tenaga outsource, asisten, serta mahasiswa program profesi dan pascasarjana.
Penyelenggaraan Posbindu Periode II merupakan bagian dari komitmen Fakultas Psikologi UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya promotif dan preventif yang mendorong deteksi dini penyakit tidak menular serta peningkatan kesehatan mental sivitas akademika.
Posbindu Periode II menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan dasar berupa antropometri, tekanan darah, dan pemeriksaan kimia darah yang dilanjutkan dengan konsultasi kesehatan bersama dr. Novrida, AAK. dari Gadjah Mada Medical Center (GMC).

Selain itu, peserta juga dapat memanfaatkan layanan konsultasi psikologi melalui Pojok Curhat yang didampingi psikolog dari Unit Konsultasi Psikologi (UKP) Fakultas Psikologi UGM, Medical Check Up (MCU) Plus bagi dosen dan tenaga kependidikan berusia 40 tahun ke atas yang belum menjalani pemeriksaan kesehatan tahun ini, pemeriksaan mata gratis bekerja sama dengan Venus Eyewear, serta registrasi face recognition untuk mempermudah akses layanan di Klinik Srikandi I Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM.
Kader Posbindu, Dyah Woro Nugraheny, S.Psi., mengatakan jumlah kader dan peralatan pemeriksaan pada Posbindu Periode II ditambah dibandingkan periode sebelumnya untuk meningkatkan efisiensi pelayanan sehingga proses pemeriksaan dapat berlangsung lebih optimal.
“Jumlah kader dan alat kami tambah agar pelayanan dapat berlangsung lebih cepat dan efisien,” ujarnya.
Menurut Dyah, penambahan tersebut membuat alur pelayanan berjalan lebih lancar. Ia juga berharap layanan Pojok Curhat dapat terus dihadirkan sebagai bagian dari penyelenggaraan Posbindu guna mendukung kesehatan mental sivitas akademika.
Posbindu Periode II juga menjadi pengalaman pertama bagi sejumlah kader baru. Salah satunya, Dewi Octavianty, S.Psi., yang mengaku sempat merasa gugup saat memberikan pelayanan kepada peserta karena masih mengingat tahapan pemeriksaan yang dipelajari saat pelatihan.
“Awalnya saya masih agak kagok karena harus mengingat kembali tahapan pemeriksaan yang dipelajari saat pelatihan. Namun setelah menangani beberapa peserta berikutnya, saya mulai terbiasa,” ungkapnya.
Apresiasi turut disampaikan salah satu peserta, Sussanti, A.Md. Menurutnya, penyelenggaraan Posbindu menjadi wujud perhatian Fakultas Psikologi UGM terhadap kesehatan fisik maupun mental seluruh sivitas.

“Saya bersyukur fakultas memberikan perhatian dan memfasilitasi kesehatan jasmani maupun kesehatan mental kepada seluruh elemen, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, sampai ibu-ibu tenant kantin. Setelah mengikuti Posbindu, saya menjadi lebih peduli terhadap kesehatan,” tuturnya.
Melalui penyelenggaraan Posbindu secara berkala, Fakultas Psikologi UGM terus mendorong budaya hidup sehat di lingkungan kampus dengan menghadirkan layanan promotif dan preventif yang mendukung kesehatan fisik sekaligus kesejahteraan mental sivitas akademika.
Penulis dan foto: Erna Tri Nofiyana