Fakultas Psikologi UGM Bekali Calon Wisudawan Membangun Karier yang Bermakna dan Berdampak

Menjelang Wisuda Pascasarjana Periode IV Tahun Akademik 2025/2026, Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Career Center membekali 10 calon wisudawan Program Magister Psikologi dengan strategi membngun karier yang bermakna dan berdampak melalui Pembekalan Wisuda, Senin (20/7). Mengusung tema Designing Your Next Chapter: Building a Career with Purpose and Impact, pembekalan menghadirkan Rahmayanti, S.Psi., M.A., Founder RIG Consulting sekaligus alumnus Magister Psikologi UGM. Para peserta akan mengikuti prosesi wisuda pada Rabu (22/7).

Ketua Program Studi Magister Psikologi UGM, Dr. Arum Febriani, S.Psi., M.A., mengatakan bahwa sesi berbagi bersama alumni merupakan bagian dari upaya membekali mahasiswa sebelum memasuki babak baru setelah menyelesaikan studi.

“Sebagai bagian dari melepaskan teman-teman di MAPSI ini, kami hari ini mengadakan sharing dengan alumni,” ujar Arum.

Rahmayanti merupakan alumnus Sarjana Psikologi UGM dan Magister Psikologi UGM peminatan Pengembangan Organisasi dan Sumber Daya Manusia. Sebelum mendirikan RIG Consulting, ia pernah menjalani berbagai pengalaman profesional, mulai dari magang di Tokopedia dan Ruangguru, menjabat sebagai Corporate Communications Manager di Innovative Academy, hingga terlibat dalam berbagai proyek pengembangan sumber daya manusia melalui Direktorat Pengembangan Usaha UGM. Saat ini, ia juga tengah menempuh Program Pendidikan Profesi Psikologi UGM.

Dalam sesi berbagi, Rahmayanti menekankan bahwa perjalanan karier tidak selalu berjalan secara linear. Menurutnya, pemahaman tersebut penting dimiliki oleh calon wisudawan yang tengah bersiap memasuki dunia kerja.

“Terkadang karier itu bukan keputusan langsung sekali jadi,” ujarnya.

Sebagai bekal praktis, Rahmayanti memaparkan empat kompetensi yang penting dimiliki dalam membangun karier di bidang konsultansi psikologi, yaitu leadership and influence, strategic and analytical thinking, interpersonal and relationship, serta adaptability and growth mindset. Ia juga membagikan berbagai tantangan yang kerap dihadapi dalam merintis karier mandiri, mulai dari keberagaman kebutuhan klien, dinamika koordinasi tim, hingga menyeimbangkan pendidikan lanjutan dengan pengelolaan pekerjaan.

Sesi tanya jawab menyoroti sejumlah aspek teknis dalam merintis usaha konsultansi. Terkait pendirian badan usaha, Rahmayanti menjelaskan bahwa prosesnya melibatkan pendaftaran ke notaris, dengan syarat minimal dua posisi struktural, serta penyusunan klasifikasi bidang usaha sesuai jenis layanan yang dijalankan. Ia juga membagikan pendekatannya dalam bernegosiasi harga jasa dengan klien, yakni dengan menjelaskan secara rinci tiga komponen utama yang mendasari penawaran harga, seperti durasi pengerjaan dan kompleksitas tugas, agar klien memahami dasar penetapan harga tersebut.

Di penghujung sesi, Rahmayanti berpesan agar para calon wisudawan tidak menunggu momen yang dianggap paling ideal untuk memulai langkah karier mereka.

Perfect time itu adalah mitos. Waktu yang tepat itu enggak ada,” ujarnya.

Penulis & Foto: Erna Tri Nofiyana