Pos oleh :

Humas

OPSI | Main Game Ketahuan Sifat Aslinya? Ngobrol Bareng Kreator ‘The Lost Treasure

Topik ini dibahas dalam episode terbaru OPSI: Obrolan Psikologi yang dibawakan oleh Fakultas Psikologi UGM dan TVRI Yogyakarta (17/3). Dalam episode OPSI kedua di tahun ini, dengan judul “Main Game Ketahuan Sifat Aslinya? Ngobrol Bareng Kreator ‘The Lost Treasure’,” dibawakan oleh Dr. Fadillah, S.Psi., M.Psi., Psikolog, alumnus Doktor Ilmu Psikologi UGM. Ia memperkenalkan sebuah tes asesmen psikologis berbasis game mobile.

Anjuni Khofifah Hanifi, S.Psi., M.Sc.

Anjuni Khofifah Hanifi, S.Psi., M.Sc. merupakan lulusan Program Studi Psikologi Universitas Gadjah Mada dan memperoleh gelar Master of Science with Merit di bidang Human Cognitive Neuropsychology dari University of Edinburgh. Minat akademiknya berfokus pada proses kognitif dan neuropsikologis yang mendasari pengambilan keputusan serta perilaku terkait kesehatan, khususnya dalam kerangka applied cognitive science. Ia memiliki pengalaman penelitian kuantitatif dan eksperimental, termasuk kajian mengenai efek framing dalam promosi kesehatan serta menelaah peran keterlibatan kakek-nenek terhadap kesejahteraan psikologis anak dengan pendekatan perkembangan rentang kehidupan. Selain itu, ia terlibat dalam kegiatan asistensi pengajaran, penelitian laboratorium, dan aktivitas akademik lintas disiplin di Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada.

Lusiana Yashinta Ellysa Putri, S.Psi., M.Sc.

Lusiana Yashinta Ellysa Putri, S.Psi., M.Sc., merupakan seorang akademisi dan peneliti di bidang psikologi yang memiliki minat kuat pada psikologi pendidikan, psikologi budaya, isu-isu pemuda, dan psikologi indigenous. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada dan melanjutkan studi magister pada bidang Educational Studies di University of Glasgow, Inggris.

Dalam perjalanan profesionalnya, Lusiana aktif terlibat dalam berbagai kegiatan penelitian dan pengelolaan program di lembaga nasional maupun internasional. Ia pernah menjabat sebagai project manager dalam proyek riset berskala Internasional yang berfokus pada vulnerable youth di Indonesia.

Sebagai seorang akademisi, ia memiliki komitmen untuk turut aktif dalam pengembangan riset yang relevan secara ilmiah sekaligus kontekstual bagi masyarakat Indonesia.

Maria Gracia Amara Pawitra, S.Psi., M.Psi., Psikolog

Maria Gracia Amara Pawitra, S.Psi., M.Psi., Psikolog, adalah seorang profesional di bidang psikologi klinis dan forensik dengan latar belakang pendidikan dari Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada. Fokus keilmuannya mencakup psikologi forensik, keadilan restoratif, pidana mati, serta reintegrasi mantan warga binaan pemasyarakatan ke dalam masyarakat.

Di ranah profesional, Gracia terlibat aktif sebagai psikolog klinis-forensik di sejumlah lembaga, seperti Asosiasi Psikologi Forensik, Polda Metro Jaya, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, dan Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan Denpasar. Ia juga mengabdikan diri di bidang pendidikan sebagai dosen tidak tetap dan dosen tamu, serta menggagas Forensic Psychology Educational Platform Indonesia (@forenpsy.id) sebagai media edukasi psikologi forensik untuk publik. Perpaduan antara praktik klinis, kegiatan akademik, dan peran sebagai komunikator sains membentuk komitmennya untuk mengembangkan psikologi forensik yang berlandaskan riset, menjunjung etika profesi, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.

Metta Rahmadiana, S.Psi., M.Si., Psikolog

Metta Rahmadiana, S.Psi., M.Psi., Psikolog adalah seorang pendidik dan psikolog klinis berbahasa Inggris dengan pengalaman lebih dari 24 tahun bekerja di Indonesia maupun di luar negeri. Berbekal fondasi yang kuat dalam psikologi dan praktik klinis, ia mengembangkan pendekatan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan multikultural serta berpegang pada standar etika profesional yang tinggi.

Ia memiliki keahlian luas dalam promosi kesehatan mental, menangani gangguan mental umum pada remaja dan dewasa, serta mendampingi individu dalam pengembangan diri, regulasi emosi, dan hubungan interpersonal. Fokus profesionalnya juga mencakup pengasuhan, dinamika keluarga, dan relasi pernikahan, menjadikannya sosok tepercaya dalam layanan kesehatan mental individual maupun komunitas.

Metta meraih Gelar Sarjana Psikologi dari Universitas Gadjah Mada (1995–1999), kemudian menyelesaikan Program Profesi Psikolog di universitas yang sama (2000–2001). Ia melanjutkan dengan menyelesaikan Magister Psikologi di Universitas Gadjah Mada (2001–2004). Saat ini, Metta tengah menempuh studi lanjutan di Department of Clinical Psychology, Faculty of Behavioral and Movement Sciences, Vrije Universiteit di Amsterdam, Belanda.

Muhammad Zaki Afif Zainurrahman, S.Psi., M.Psi., Psikolog

Muhammad Zaki Afif Zainurrahman, S.Psi., M.Psi., Psikolog, merupakan seorang psikolog profesional lulusan Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Psikologi pada tahun 2021 dan melanjutkan pendidikan Magister Psikologi Profesi dengan peminatan Klinis hingga lulus pada tahun 2025. Minat akademik dan profesionalnya berfokus pada psikologi klinis, psikologi kesehatan, serta konseling psikologi yang mengintegrasikan nilai spiritual.

OPSI | Penyakit ‘Gak Enakan’: Berani Bilang TIDAK Tanpa Rasa Bersalah

Topik ini diangkat dalam episode terbaru OPSI: Obrolan Psikologi, yang diselenggarakan oleh Fakultas Psikologi UGM bekerja sama dengan TVRI Yogyakarta. Pada episode pertama OPSI di tahun ini, Lusiana Yashinta Ellysa Putri, S.Psi., M.Sc., dosen Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), membahas fenomena yang cukup umum terjadi di kalangan masyarakat Indonesia.

UPAP Laksanakan Uji Coba Perdana Pengembangan Tes Agilitas di SMA Negeri 1 Kalasan

Unit Pengembangan Alat Psikodiagnostika (UPAP) Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada melaksanakan uji coba perdana pengembangan Tes Agilitas di SMA Negeri 1 Kalasan pada Kamis, 26 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemetaan potensi akademik siswa yang diselenggarakan melalui kerja sama antara sekolah dan Fakultas Psikologi UGM. Uji coba ini menjadi langkah awal dalam proses pengembangan instrumen asesmen yang lebih komprehensif dan adaptif terhadap kebutuhan peserta didik tingkat menengah.