Srimartani. Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kalurahan Srimartani mengikuti kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan dalam rangka Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Minggu (7/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Meeting Room Kalurahan Srimartani ini menghadirkan narasumber Prof. Drs. Subandi, M.A., Ph.D., Psikolog, Guru Besar Fakultas Psikologi UGM, serta Very Julianto, M.Psi., dosen Program Studi Psikologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
FGD diikuti oleh segenap perwakilan FPRB Kalurahan Srimartani bersama Carik Srimartani, Eko Herri Purwanto, S.Psi., dan Jagabaya Srimartani, Singgih Handoyo, S.Kom. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya identifikasi kebutuhan materi pelatihan psikologis bagi relawan penanggulangan bencana di wilayah Kalurahan Srimartani.
Dalam diskusi yang berlangsung interaktif tersebut, para narasumber memberikan berbagai arahan terkait penguatan kapasitas psikologis relawan kebencanaan. Selain itu, peserta diajak menggali berbagai permasalahan dan tantangan yang dihadapi dalam kelembagaan FPRB, baik yang berkaitan dengan koordinasi organisasi, regenerasi relawan, maupun dinamika pelaksanaan tugas di lapangan.
Prof. Subandi menekankan pentingnya kesiapan mental dan ketahanan psikologis bagi relawan yang terlibat dalam penanggulangan bencana. Sementara itu, Very Julianto mengajak peserta untuk mengidentifikasi berbagai aspek kepribadian (personality) yang dapat mempengaruhi pelaksanaan tugas dan aktivitas kerelawanan, sehingga dapat menjadi bahan penyusunan program pelatihan yang lebih tepat sasaran.
Melalui FGD ini, berbagai masukan dan pengalaman dari para relawan berhasil dihimpun sebagai bahan penyusunan materi pelatihan psikologis yang relevan dengan kebutuhan lapangan. Salah satunya Srigana yang menyampaikan keluh kesah ketika menjadi relawan kebencanaan, dan Amat Yani yang mengisahkan betapa kesabaran itu harus dimiliki para relawan ketika bekerja secara sukarela tanpa mengharap imbalan sekaligus menghadapi potensi masalah dengan masyarakat sekitar sebagai dampak bencana, tetapi juga relawan harus memastikan kebutuhan keluarga di rumah tercukupi dengna layak.
Hasil kegiatan ini diharapkan dapat mendukung penguatan kapasitas relawan serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah Kalurahan Srimartani. Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme dan partisipasi aktif dari seluruh peserta, yang berbagi pengalaman, tantangan, serta harapan terhadap pengembangan kapasitas relawan kebencanaan di masa mendatang. Red-Cr