Prof. Byron J. Good, Ph.D adalah professor Social Anthropology dari Harvard Medical School, USA. Beliau telah menjabat sebagai Ketua Departemen Kesehatan Global dan Kedokteran Sosial pada tahun 2000-2006. Professor Good telah lama tertarik pada bagaimana beragam bentuk budaya membentuk presentasi, pengalaman, dan respons terhadap penyakit mental serius dalam masyarakat di Indonesia, Iran, Turki, Amerika Serikat, dan Tiongkok. Professor Good telah melakukan penelitian selama hampir 50 tahun, dengan fokus utama pada studi tentang penyakit mental serius dan perawatan berbasis komunitas di berbagai wilayah termasuk Yogyakarta pada lingkungan pasca-konflik serta pasca-tsunami di Aceh Indonesia. Professor Good telah bekerja secara intensif di Indonesia sejak tahun 1996 dengan penelitian etnografi terhadap budaya Jawa, khususnya yang berkaitan dengan penyakit mental, serta penelitian kuantitatif dan etnografi mengenai fase awal penyakit psikotik, perjalanan psikosis cepat yang bersifat longitudinal, dan efektivitas layanan kesehatan mental.
Dr. Marijtje Jongsma, M.L.A., adalah seorang Profesor Madya di Behavioural Science Institute dan School of Psychology di Radboud University, Nijmegen, Belanda. Ia merupakan pakar terkemuka di bidang neuropsikologi dan neurosains kognitif, khususnya dalam penggunaan elektroensefalografi (EEG) untuk mengeksplorasi proses mental dan perilaku manusia.
Selain perannya di Radboud, Dr. Jongsma juga aktif terlibat dengan Fakultas Psikologi di Universitas Gadjah Mada (UGM) di Indonesia, dengan berkontribusi dalam kolaborasi akademik serta pengembangan riset di bidang neurosains dan psikologi. Keterlibatannya dengan UGM mencerminkan komitmennya dalam membangun kemitraan akademik internasional serta mendukung pertukaran pengetahuan ilmiah secara global.
Dalam peran gandanya sebagai dosen dan peneliti, Dr. Jongsma berkontribusi pada pengembangan studi interdisipliner yang menjembatani psikologi dan neurosains. Ia juga terlibat dalam tata kelola akademik sebagai anggota Dewan Perwakilan Fakultas Ilmu Sosial di Radboud University, yang turut berperan dalam membentuk kebijakan akademik dan mendukung perkembangan pendidikan tinggi.
Keahlian Dr. Jongsma terus mendorong kemajuan dalam bidang neurosains kognitif, sementara kolaborasi internasional yang ia jalin membantu memperkuat penelitian dan pendidikan lintas negara.
Prof. Bouman aktif mengajar di jenjang sarjana, magister, serta program riset magister di Universitas Groningen. Ia juga menjadi koordinator modul psikologi dalam program master internasional Erasmus Mundus NOHA (Network on Humanitarian Action), termasuk kemitraan dengan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Muhammad Nabhan Husein, S.Psi., M.Psi., Psikolog, merupakan seorang psikolog klinis lulusan Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada, tempat ia menempuh pendidikan Sarjana Psikologi hingga Magister Psikologi Profesi. Latar belakang akademiknya membekali dirinya dengan pemahaman komprehensif mengenai asesmen, diagnosis, dan intervensi psikologis berbasis keilmuan. Ia memiliki ketertarikan kuat pada pengembangan layanan kesehatan mental yang berlandaskan bukti ilmiah dan relevan dengan konteks masyarakat Indonesia.
Dalam kiprah profesional, ia aktif menjalankan praktik sebagai Psikolog Klinis di RS Akademik UGM. Pengalamannya juga tidak terbatas pada bidang klinis, namun juga mencakup peran dalam bidang pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia. Di bidang penelitian, ia terlibat dalam berbagai studi terkait depresi, biofeedback pada anak dan remaja dengan Autism Spectrum Disorder, serta pengembangan instrumen kesehatan mental. Integrasi antara praktik klinis, riset, dan pengalaman institusional membentuk dirinya sebagai profesional yang berkomitmen pada peningkatan kualitas layanan psikologi secara berkelanjutan.
Center for Public Mental Health (CPMH) Fakultas Psikologi UGM kembali menggelar agenda rutinnya, Kuliah Online (Kulon), yang kini memasuki edisi ke-71. Mengusung tema “Pelan-Pelan Tenang: Cara Sehat Mengelola Cemas”, kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada Jumat pagi (24/4), pukul 09.00–10.30 WIB dan dimoderatori oleh Marsha Prifirani, S.Psi.
Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Persatuan Orang Tua Mahasiswa Psikologi (POTMAPSI) menggelar Pertemuan POTMAPSI dan Konsultasi Kartu Hasil Studi (KHS) Mahasiswa Angkatan 2025 secara daring pada Jumat (24/4). Pertemuan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus ruang diskusi bagi fakultas dan orang tua untuk mencermati perkembangan studi mahasiswa setelah menempuh semester pertama.
Sebanyak 3.000 peserta dari seluruh Indonesia mengikuti kegiatan Orientasi Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) di Sekolah bagi Guru Bimbingan dan Konseling (BK) yang diselenggarakan pada Rabu–Kamis, 22–23 April 2026, pukul 07.30–13.00 WIB. Kegiatan ini berlangsung secara daring melalui Zoom dan siaran langsung YouTube, sebagai upaya memperkuat peran sekolah dalam promosi kesehatan jiwa sekaligus meningkatkan kapasitas guru BK dalam memberikan dukungan psikologis awal pada kondisi krisis.
Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan acara pelepasan wisudawan dan wisudawati Program Pascasarjana untuk periode III tahun akademik 2025/2026 pada Kamis (23/4) di Hall D. Dalam prosesi yang berlangsung khidmat tersebut, fakultas melepas total 37 lulusan, yang terdiri dari dua lulusan Program Studi Doktor Ilmu Psikologi dan 35 lulusan Prodi Magister Psikologi.
Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) melantik 46 psikolog baru Angkatan II Program Studi Pendidikan Profesi Psikologi Pada Selasa (21/4), di Hall D Fakultas Psikologi UGM. Pelantikan ini menandai selesainya rangkaian pendidikan profesi yang ditempuh sekaligus awal pengabdian lulusan dalam menjalankan praktik psikologi secara profesional, etis, dan bertanggung jawab.
Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) mengadakan Pembekalan Wisuda dengan tema “Becoming with Purpose: Finding Direction at Work”, Senin (20/4) di Hall D. Kegiatan ini diikuti oleh 35 lulusan, yang berlangsung pukul 10.00-12.30 WIB. Pembekalan ini tidak hanya mempersiapkan lulusan memasuki dunia kerja yang dinamis, tetapi juga mendorong mereka memahami makna dan tujuan dalam perjalanan membangun karier.