Yogyakarta, 20 Agustus 2026 — Penelitian kolaboratif yang melibatkan peneliti Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Sri Kusrohmaniah, mengungkap keterkaitan antara gaya pengasuhan, resiliensi psikologis, dukungan sosial, dan kesehatan mental orang tua dalam konteks pascapandemi COVID-19. Studi yang dilakukan terhadap orang tua di Malaysia menunjukkan bahwa gaya pengasuhan dan konteks lingkungan sosial berperan penting dalam membentuk kondisi psikologis orang tua yang memiliki anak usia dini.
Penelitian berjudul “Parenting Styles and Parental Mental Health in Post-Pandemic Malaysia: The Mediating Role of Resilience and the Moderating Role of Social Support” ini ditulis oleh Dr. Nur Asyikin Binti Yakub, Prof. Madya Dr. Norashikin Bt. Mahmud, Dr. Syed Faraz Ali, dan Dra. Sri Kusrohmaniah, M.Si., Ph.D., Psikolog. Artikel tersebut diterbitkan dalam Liaquat National Journal of Primary Care, Volume 8, Nomor 2, tahun 2026. Sri Kusrohmaniah merupakan dosen Fakultas Psikologi UGM, sedangkan tiga penulis lainnya berasal dari Universiti Teknologi Malaysia.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 288 orang tua di Malaysia yang memiliki anak usia prasekolah, yaitu 3–6 tahun. Data dikumpulkan dari Februari hingga April 2025 melalui sejumlah instrumen yang sudah terstandar dan tervalidasi untuk mengukur gejala depresi, stres pengasuhan, gaya pengasuhan, resiliensi orang tua, dan faktor sosial. Analisis dilakukan menggunakan regresi, analisis mediasi, dan moderasi dengan bantuan SPSS dan SmartPLS 4.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya pengasuhan otoritatif berkaitan dengan tingkat stres dan kecemasan yang lebih rendah pada orang tua. Sebaliknya, gaya pengasuhan otoriter berkaitan dengan tingkat stres dan kecemasan yang lebih tinggi. Gaya pengasuhan permisif juga menunjukkan hubungan positif dengan stres dan kecemasan, meskipun hubungan tersebut relatif lebih moderat.
Temuan lain menunjukkan bahwa resiliensi psikologis berperan sebagai mekanisme penting yang menjembatani hubungan antara gaya pengasuhan dan kesehatan mental orang tua. Orang tua dengan tingkat resiliensi yang lebih tinggi cenderung memiliki tingkat stres dan kecemasan yang lebih rendah. Penelitian juga menemukan bahwa faktor sosial, termasuk persepsi terhadap dukungan sosial, tingkat pendidikan, dan stabilitas ekonomi, berkaitan positif dengan resiliensi.
Dukungan sosial juga ditemukan memiliki fungsi protektif. Orang tua yang memiliki persepsi dukungan sosial lebih kuat cenderung menunjukkan tingkat stres dan kecemasan yang lebih rendah. Temuan ini memperlihatkan bahwa kesehatan mental orang tua tidak hanya berkaitan dengan karakteristik individu, tetapi juga dipengaruhi oleh pola pengasuhan dan lingkungan sosial tempat keluarga menjalankan kehidupan sehari-hari.
Penelitian ini memberikan perspektif penting mengenai kesehatan mental orang tua dalam konteks masyarakat non-Barat, khususnya Asia Tenggara. Dengan memasukkan resiliensi sebagai penjelasan mekanisme psikologis dan dukungan sosial sebagai faktor kontekstual, penelitian ini menawarkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bagaimana gaya pengasuhan berhubungan dengan kondisi psikologis orang tua pada masa pascapandemi.
Karakteristik budaya pengasuhan di Malaysia yang melibatkan kerabat (extended family) juga menjadi salah satu kontribusi penting studi ini. Meskipun pola asuh permisif berkaitan dengan stres yang tinggi, korelasi ini tidak sekuat temuan di populasi masyarakat Barat. Konteks sosial-budaya yang lebih komunal dalam pengasuhan diduga dapat memitigasi risiko kesehatan mental tersebut. Ini menunjukkan bagaimana dampak pola asuh tidak bisa dilepaskan dari konteks sosial-budaya sebuah keluarga.
Tim peneliti menyimpulkan bahwa intervensi untuk meningkatkan kesehatan mental orang tua perlu memperhatikan beberapa aspek secara terpadu, antara lain penguatan pola pengasuhan adaptif, peningkatan resiliensi psikologis, serta penguatan dukungan sosial bagi keluarga.
Temuan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya pendekatan berbasis komunitas dalam upaya meningkatkan kesejahteraan psikologis orang tua dan mendukung perkembangan anak. Dalam konteks pascapandemi, penguatan kapasitas keluarga serta penguatan dukungan sosial menjadi salah satu bagian penting dalam membangun lingkungan pengasuhan yang sehat, adaptif, dan suportif.
Editor: Zufar
Penata: Fauzi