Yogyakarta, 6 April 2026 — Motivasi belajar sering dianggap sebagai sesuatu yang universal. Namun, penelitian terbaru dari peneliti Universitas Gadjah Mada menunjukkan bahwa cara siswa memaknai motivasi ternyata tidak selalu sama, terutama jika dilihat dari perbedaan gender.
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal internasional Acta Psychologica ini berjudul “Does Motivation Mean the Same for Everyone? Exploring Factor Structure and Gender Invariance of the Academic Motivation Scale in Indonesian Student Samples.”
Penelitian yang dilakukan oleh Ramadhan Dwi Marvianto, S.Psi., M.A. dan Wahyu Jati Anggoro, S.Psi., M.A. ini bertujuan mengevaluasi properti psikometri dari alat ukur Academic Motivaion Scale (AMS) versi Indonesia pada konteks sekolah menengah.
Melibatkan 473 siswa SMA di Daerah Istimewa Yogyakarta, penelitian ini menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA) untuk mengetahui model struktur faktor mana yang paling sesuai dengan data, serta MIMIC (multiple indicators multiple causes) model untuk menilai sejauh mana aitem dalam AMS mendapat respon berbeda oleh laki-laki dan perempuan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi akademik siswa SMA di Indonesia merupakan konstruk multidimensi (7 dimensi) yang selaras dengan Self-Determination Theory (SDT). Temuan ini mengkonfirmasi universalitas lintas-budaya teori tersebut, terutama pada latar budaya non-Barat.
Namun, temuan penting lainnya mengungkap adanya perbedaan interpretasi antara siswa laki-laki dan perempuan terhadap beberapa aitem dalam alat ukur AMS. Hal ini menandakan bahwa hasil skor AMS perlu diinterpretasi secara hati-hati, terutama jika membandingkan skor antara siswa laki-laki dan perempuan.
Peneliti menekankan bahwa hasil ini memiliki implikasi penting bagi dunia pendidikan, khususnya dalam merancang evaluasi dan intervensi pembelajaran yang lebih inklusif dan mengakomodasi keragaman orientasi motivasi siswa.
Dengan pendekatan pengukuran yang lebih akurat, diharapkan pendidik dan perancang kebijakan dapat menyusun strategi pembelajaran yang lebih efektif untuk meningkatkan keterlibatan dan prestasi siswa.
Selamat untuk Marvianto dan Wahyu Widhiarso.
Penata: Fauzi
Editor: Zufar