Sebanyak 3.000 peserta dari seluruh Indonesia mengikuti kegiatan Orientasi Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) di Sekolah bagi Guru Bimbingan dan Konseling (BK) yang diselenggarakan pada Rabu–Kamis, 22–23 April 2026, pukul 07.30–13.00 WIB. Kegiatan ini berlangsung secara daring melalui Zoom dan siaran langsung YouTube, sebagai upaya memperkuat peran sekolah dalam promosi kesehatan jiwa sekaligus meningkatkan kapasitas guru BK dalam memberikan dukungan psikologis awal pada kondisi krisis.
SDG 11: Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan
Center for Public Mental Health (CPMH) Fakultas Psikologi UGM menyelenggarakan talk show bertajuk “Kesehatan Mental Orang Tua dan Caregiver Anak Atipikal: Kesehatan Mental Bukan Hanya Milik Anak, tetapi Juga Keluarga” secara hybrid di Auditorium Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) UGM, Senin (20/4).
Kegiatan ini dihadiri oleh peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari orang tua anak atipikal, guru, perwakilan LSM, tenaga kependidikan, hingga instansi pemerintah seperti Disdikpora DIY dan pemerintah kabupaten/kota di DIY serta UPT Unit Layanan Disabilitas (ULD) Kota Yogyakarta.
Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) mulai memperkuat kesiapsiagaan bencana melalui penataan jalur evakuasi dan penyusunan panduan kebencanaan di lingkungan fakultas. Langkah ini diambil sebagai respons atas kejadian gempa bumi pada 27 Januari 2026 yang sempat mengganggu kegiatan perkuliahan.
Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) mengimplementasikan sistem pengelolaan limbah baru sebagai bagian dari penguatan kebijakan pemilahan sampah di lingkungan UGM. Program ini telah disosialisasikan sejak 2024 dan dievaluasi kembali pada Oktober 2025. Implementasi dilakukan melalui penggantian tempat sampah, penyediaan tas tiga sekat, dan pemasangan stiker jenis sampah di berbagai titik fakultas.
Yogyakarta, 3 Februari 2026 - Sebuah penelitian berjudul “The psychological preparedness of at-risk Indonesian communities to disaster (PREPARED) scale: Validation and norm development” ditulis oleh Pradytia Putri Pertiwi dkk. yang terbit di jurnal Acta Psychologica (262), menghadirkan kontribusi penting dalam pengukuran kesiapsiagaan psikologis masyarakat Indonesia terhadap bencana. Selama ini, inisiatif kesiapsiagaan bencana di Indonesia lebih menekankan aspek fisik dan material, sementara dimensi psikologis relatif kurang mendapat perhatian, padahal kesiapsiagaan psikologis terbukti berkaitan dengan kemampuan manajemen stres dan penurunan risiko gangguan mental pascabencana.
Nevi Kurnia Arianti, S.Psi., M.Si., resmi meraih gelar Doktor dari Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada setelah berhasil melaksanakan Ujian Terbuka Program Doktor Ilmu Psikologi pada Selasa (13/1), bertempat di Ruang A203 Fakultas Psikologi UGM. Dalam ujian tersebut, ia berhasil lulus sebagai doktor ke-7092 UGM setelah mempertahankan disertasi berjudul mempertahankan disertasi berjudul “Profil dan Strategi Dukungan Psikososial Berbasis Komunitas pada Relawan Daerah Rawan Bermacam Tipe Bencana di Yogyakarta.”
Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada melalui Center for Public Mental Health (CPMH) melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak banjir bandang di Aceh. Setelah melalui proses pengiriman dan koordinasi dengan mitra lokal, bantuan berupa dignity kits dan kebutuhan pendukung lainnya telah diterima dan disalurkan langsung kepada warga di sejumlah lokasi terdampak di Aceh Utara.
Memperingati Dies Natalis ke-61 pada 8 Januari 2026, Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada mengusung tema “Psikologi Bersinergi Menuju Bangsa yang Tangguh dan Sejahtera”. Semangat ini bukan sekadar semboyan, melainkan refleksi nyata dalam rangkaian publikasi ilmiah internasional bereputasi yang dihasilkan oleh sivitas akademika Fakultas Psikologi UGM sepanjang satu tahun terakhir. Kami merangkum publikasi-publikasi yang menjadi "kado istimewa" memotret kontribusi Fakultas Psikologi UGM dalam tiga pilar utama: kesehatan mental global, kearifan lokal Indonesia, dan ketangguhan bencana.
Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada melalui Center for Public Mental Health (CPMH) melaksanakan rangkaian program dukungan psikososial bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor di Aceh. Program yang didukung oleh Pendanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana Wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mendesak pemulihan kesehatan mental penyintas sekaligus memperkuat sistem dukungan psikososial jangka panjang di tingkat komunitas dan pemerintah daerah.
Dosen Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada, Diana Setiyawati, S.Psi., MHSc., Ph.D., Psikolog, menjadi salah satu Penerima Pendanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana Wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Diana mendapatkan pendanaan untuk program berjudul “Program Pemulihan Psikososial Terintegrasi pada Komunitas Terdampak Banjir di Sumatera”.