Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui program Health Promoting University (HPU) menyelenggarakan Seminar Kesehatan Reproduksi bertajuk “Edukasi Kanker Serviks dan Pencegahannya” pada Selasa (12/5) di Ruang A-203 Fakultas Psikologi UGM dan secara daring melalui Zoom. Kegiatan ini diikuti 47 peserta yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa perempuan.
Seminar ini digelar untuk meningkatkan pemahaman sivitas akademika mengenai pencegahan kanker serviks serta pentingnya deteksi dini sebagai langkah perlindungan kesehatan reproduksi.
Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia Fakultas Psikologi UGM, Dr. Sumaryono, M.Si., Psikolog, menekankan bahwa kesehatan reproduksi memiliki dampak luas, tidak hanya bagi individu, tetapi juga generasi mendatang. Ia juga membagikan pengalaman pribadi yang memperkuat pentingnya kesadaran terhadap isu tersebut.
“Saya pernah merawat kakak yang kanker serviks, dan itu lama kalau bicara tentang perawatan. Alhamdulillah, sekarang dari stadium 4B menjadi nol, betul-betul bersih,” ungkapnya.
Ia menambahkan, “Ini menjadi hal penting terkait dengan reproduksi juga, dan ini sebenarnya tidak sekadar untuk para perempuan sendiri karena kalau kita membahas tentang kesehatan reproduksi itu, secara ilmu juga akan berkaitan dengan generasi selanjutnya.”
Seminar menghadirkan dr. Widya Dwi Astuti, Sp.OG., dokter spesialis obstetri dan ginekologi Rumah Sakit Akademik UGM, yang memaparkan bahwa kanker serviks masih menjadi salah satu ancaman kesehatan serius bagi perempuan di Indonesia.
“Setiap dua jam, perempuan Indonesia meninggal karena kanker serviks, dan Indonesia merupakan negara dengan kasus kanker serviks terbanyak di Asia,” jelasnya.
Widya menjelaskan bahwa kanker serviks umumnya disebabkan oleh infeksi Human Papilloma Virus (HPV) dan berkembang dalam waktu yang panjang, sehingga memiliki peluang besar untuk dicegah melalui vaksinasi, edukasi, dan skrining rutin.
“Dari paparan awal hingga menyebabkan kerusakan parah, dibutuhkan waktu paling tidak lima belas tahun,” paparnya.

Peserta seminar juga memperoleh pengetahuan mengenai faktor risiko, gejala awal, serta metode deteksi dini seperti IVA test, Pap Smear, HPV DNA, dan co-testing sebagai langkah preventif. Widya menegaskan pentingnya pemeriksaan sejak dini.
“Semakin awal dideteksi, semakin baik prognosisnya,” tegasnya.
Ke depan, HPU Fakultas Psikologi UGM berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan secara rutin sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan sivitas akademika.
Penulis: Erna Tri Nofiyana
Foto: Erna Tri Nofiyana