Yogyakarta, 20 April 2026 — Di tengah meningkatnya tekanan kerja dan isu burnout, kebahagiaan para pekerja kini menjadi perhatian utama. Namun, lebih dari sekadar bahagia, para pekerja juga diharapkan menjaga produktivitas dan keberfungsian hidup yang optimal. Peneliti dari Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada menghadirkan terobosan baru dengan melakukan evaluasi terhadap instrument psikologis untuk menilai kesejahteraan pekerja di Indonesia.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal internasional Acta Psychologica ini menguji Flourishing at Work Scale (FWS), sebuah instrumen yang mengukur kondisi “flourishing” atau berkembang secara optimal di tempat kerja, tidak hanya secara emosional, tetapi juga sosial dan psikologis.
Hasil studi menunjukkan bahwa versi Indonesia dari instrumen ini memiliki validitas dan reliabilitas yang kuat. Hasilnya mengonfirmasi bahwa konsep “Job Flourishing” memiliki struktur dimensi yang stabil (psikologis, emosional dan sosial) ketika dibawa ke dalam konteks populasi pekerja di Indonesia. Artinya instrumen ini tidak perlu mendapatkan modifikasi struktural seperti perubahan jumlah aitem ketika diadaptasi ke dalam konteks Indonesia.
Menariknya, studi ini juga menunjukkan bahwa instrumen FWS versi Indonesia tidak memiliki bias gender. Temuan ini mengindikasikan bahwa FWS dapat menggambarkan kesejahteraan di tempat kerja secara konsisten baik pada laki-laki maupun perempuan. Namun, peneliti juga menegaskan bahwa interpretasi terhadap FWS, khususnya pada perempuan, perlu tetap mempertimbangkan faktor kontekstual seperti peran ganda di keluarga.
Menurut peneliti, instrumen FWS dapat menjadi alat skrining maupun diagnostik untuk mengevaluasi kondisi psikologis karyawan di tempat kerja. Hal ini juga memungkinkan perusahaan atau organisasi untuk memetakan kesejahteraan dan kesehatan mental para pekerja dengan lebih akurat supaya dapat menyusun program-program pengembangan sumber daya manusia yang berbasis data.
Di tengah tren global yang semakin menekankan pentingnya employee well-being, studi ini memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan riset psikologi di tempat kerja yang kontekstual dan aplikatif. Lebih jauh, hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu perusahaan, institusi pemerintah, hingga pembuat kebijakan dalam merumuskan strategi peningkatan kualitas hidup pekerja secara berkelanjutan.
Tautan artikel: Psychometric evaluation of the flourishing-at-work scale in the Indonesian context
Berdasarkan kata kuncinya, artikel ini adalah luaran penelitian SDGs yang fokus padaSDG 3, 8, dan 9.
Selamat untuk Dr. Rizqi Nur’aini A’yuninnisa, S.Psi., M.Sc., Ramadhan Dwi Marvianto, S.Psi., M.A., Ardian Rahman Afandi, S.Psi., M.Psi., Psikolog, dan tim.
Penata: Fauzi
Editor: Zufar