Unit Pengembangan Alat Psikodiagnostika (UPAP) Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) merilis inovasi alat-alat tes melalui kegiatan yang berlangsung pada Jumat (25/9). Inovasi yang diperkenalkan meliputi layanan Gadjah Mada Psychological Research and Assessment Integrated System (GMPRAISe), alat tes kognitif AJT klasikal, serta buku referensi dan manual mengenai alat tes.
GMPRAISe merupakan platform layanan asesmen psikologi digital yang dikembangkan UPAP bersama PT Adaptive Solution Tematica, Departemen Teknik Informatika (DTI) UGM, dan bagian TI Fakultas Psikologi UGM. Mikael Reno Prasasto, S.Psi., selaku project manager menjelaskan bahwa GMPRAISe juga dikembangkan untuk mendukung riset-riset mendatang.
Perancangan GMPRAISe berangkat dari keterbatasan sistem asesmen psikologi berbasis kertas dan pensil yang membutuhkan lebih banyak sumber daya, biaya, usaha, dan waktu dalam proses administrasi serta penskoran. GMPRAISe dikembangkan sebagai layanan asesmen psikologi secara daring dan berbasis komputer yang lebih fleksibel dan terjangkau, dengan tetap mempertahankan hasil tes yang sertara dengan asesmen psikologi berbasis kertas.

Reno menjelaskan, GMPRAISe memiliki sejumlah fitur, di antaranya berbagai tes yang terintegrasi dalam satu bank soal, pelaksanaan asesmen secara daring yang dapat dilakukan dengan datang langsung ke Fakultas Psikologi UGM maupun dari rumah, perlindungan untuk meminimalkan kebocoran soal, dan penskoran tes secara otomatis.
Pada September 2026, pengguna telah dapat mengakses Gadjah Mada Scholastic Test (GMST) melalui laman GMPRAISe. Ke depan, UPAP akan mengintegrasikan tes-tes psikologi lain ke dalam layanan tersebut melalui proses digitalisasi alat-alat tes secara bertahap dan diskusi dengan unit-unit internal Fakultas Psikologi UGM. Reno berharap GMPRAISe dapat berkembang menjadi sebuah test center yang mudah diakses pengguna.
“Di bulan Oktober, kami akan mengerjakan digitalisasi AJT sampai selesai sehingga bisa masuk ke dalam GMPRAISe, dan juga nanti di bulan November, kami berharap bisa membuka test center menggunakan GMPRAISe,” ujarnya.

Selain GMPRAISe, UPAP juga meluncurkan alat tes kognitif AJT Klasikal yang dikembangkan oleh Wahyu Widhiarso, S.Psi., M.A., dan Urip Purwono, M.Sc., Ph.D., Psikolog. Rangkaian kegiatan diawali dengan penjelasan mengenai tes AJT oleh Urip dan dilanjutkan pemaparan pengembangan AJT Klasikal oleh Wahyu.
“Namanya AJT Klasikal masih kita diskusikan. Tapi, ini AJT yang bisa diselenggarakan tanpa tester, (tidak) seperti biasanya yang bersifat individual,” ucap Wahyu.

Pada kesempatan yang sama, UPAP memperkenalkan buku tes kognitif AJT yang disusun dengan memuat pengenalan tes kognitif, dasar pemilihan teori Cattel-Horn-Carrol (CHC), penyusunan norma, validitas dan reliabilitas, serta delapan kemampuan umum (broad ability) pada tes AJT. Dra. Retno Suhapti, S.U., M.A., berharap buku tersebut dapat menjadi pegangan mengenai tes AJT bagi praktisi, pendidik, maupun orang tua testee yang menerima hasil tes.

Kegiatan ditutup dengan perilisan resmi inovasi alat tes oleh Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D., selaku Dekan Fakultas Psikologi UGM periode 2021-2026. Rahmat berharap peluncuran GMPRAISe dan AJT Klasikal dapat mendorong perkembangan alat tes dan asesmen sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh akademisi, praktisi, dan masyarakat luas.
Penulis: Kayla Anindya Sashikirana
Editor: Erna Tri Nofiyana