•  Tentang UGM
  •  Perpustakaan
  • Informasi Publik
  • SDGs
  • SIT
  • Simaster
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada
  • TENTANG KAMI
    • Selayang Pandang
      • Sejarah
      • Perintis
    • Manajemen
    • Tenaga Pendidik
    • Tenaga Kependidikan
    • Jaminan Mutu
  • PENDIDIKAN
    • Sarjana Psikologi
    • International Undergraduate Program
    • Program Pendidikan Profesi Psikologi
    • Magister Psikologi
    • Doktor Ilmu Psikologi
  • PENELITIAN & PENGABDIAN
    • Roadmap Penelitian dan PkM
    • Penelitian
    • Publikasi
    • Pengabdian
    • Kerja Sama
  • MAHASISWA
    • Tata Perilaku Mahasiswa
    • Lowongan Magang Wajib
    • Beasiswa
    • Badan Kegiatan Mahasiswa
    • Prestasi Mahasiswa
  • FASILITAS
    • Laboratorium
    • Kelompok Riset
    • Dukungan Non-akademik
  • Beranda
  • Rilis
  • Gejala Re-experiencing dan Depersonalisasi Prediksi Tingkat Depresi pada Perempuan

Gejala Re-experiencing dan Depersonalisasi Prediksi Tingkat Depresi pada Perempuan

  • Rilis
  • 8 September 2026, 08.16
  • Oleh: Humas
  • 0

Yogyakarta, 8 September 2026 — Penelitian kolaborasi internasional yang melibatkan peneliti Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Riangga Novrianto, S.Psi., M.Psi., Psikolog mengungkap bahwa gejala post-traumatic spesifik, yaitu re-experiencing (mengalami kembali trauma), serta gejala disosiatif berupa depersonalization (depersonalisasi) secara signifikan memprediksi tingkat keparahan depresi pada enam bulan berikutnya.

Temuan tersebut dipublikasikan dalam European Journal of Trauma & Dissociation melalui artikel berjudul “Post-traumatic and dissociative symptoms as significant predictors of depression: Results from an international follow-up survey study.” Penelitian tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi domain gejala kompleks PTSD (berdasarkan kriteria ICD-11) dan disosiatif spesifik yang paling kuat memengaruhi arah perkembangan depresi dalam jangka panjang.

Penelitian ini melibatkan 293 perempuan yang direkrut dari layanan kesehatan mental secara internasional. Sebanyak 63,1% responden berasal dari negara-negara non-Barat, seperti Indonesia, Malaysia, dan Filipina, sedangkan 36,9% sisanya berdomisili di negara-negara Barat, termasuk Amerika Utara dan Inggris. Pengumpulan data dilakukan dalam dua gelombang dengan jarak waktu enam bulan menggunakan instrumen Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9) untuk mengukur depresi, International Trauma Questionnaire (ITQ) untuk mengevaluasi gejala PTSD kompleks ICD-11, serta Multiscale Dissociation Inventory (MDI) untuk menilai dimensi disosiasi.

Studi ini menemukan bahwa gejala re-experiencing dan depersonalisasi pada kondisi awal secara signifikan memprediksi tingginya gejala depresi 6 bulan kemudian. Di sisi lain, terdapat temuan tidak terduga bahwa gejala penghindaran (avoidance) pada pengukuran awal menunjukkan hubungan negatif dengan tingkat depresi di masa tindak lanjut (follow-up). Temuan pada variabel penghindaran tersebut diduga mencerminkan fungsi regulasi jangka pendek dari penghindaran atau adanya efek statistik dalam analisis. Secara keseluruhan, model penelitian ini mampu menjelaskan 52,7% varians dari dinamika depresi jangka panjang.

Temuan ini menegaskan pentingnya mengidentifikasi gejala trauma dan disosiasi dalam upaya pencegahan dan penanganan depresi. Peneliti juga menekankan perlunya penelitian lanjutan dengan sampel yang lebih besar dan beragam untuk menguji kembali pola tersebut serta memahami mekanisme yang menghubungkan gejala-gejala trauma dengan perkembangan depresi.

Editor: Zufar
Penata: Fauzi
Foto: RDNE Stock project Pexels

Tags: Fakultas Psikologi UGM kesehatan mental PTSD Publikasi Ilmiah SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera SDG 4: Pendidikan Berkualitas SDG 5: Kesetaraan Gender SDGs

Berita Terkini

  • Gejala Re-experiencing dan Depersonalisasi Prediksi Tingkat Depresi pada PerempuanSeptember 8, 2026
  • OPSI UGM Bahas Manifestasi Gejala ADHD Pada Orang DewasaSeptember 4, 2026
  • Penelitian UGM Ungkap Keyakinan Agama dan Tujuan Hidup Penting bagi Identitas RemajaSeptember 4, 2026
  • Generasi X di Indonesia Memaknai Kebanggaan Nasional melalui Bangsa, Negara, dan AlamSeptember 3, 2026
  • Alumni Psikologi UGM Angkatan 1968 dan Martha Tilaar Group Dorong Mahasiswa Menjadi BeautypreneurSeptember 3, 2026
Universitas Gadjah Mada

Fakultas Psikologi
Universitas Gadjah Mada

Jalan Sosio Humaniora Bulaksumur
Yogyakarta 55281 Indonesia
fpsi[at]ugm.ac.id
+62 (274) 550435 (hunting)
+62 (274) 550435 ext 158
psikologiugm
psikologiugm
psikologi_ugm
Kanal Psikologi UGM

TENTANG KAMI

  • Selayang Pandang
  • Sejarah
  • Manajemen
  • Tenaga Pendidik
  • Tenaga Kependidikan

INFORMASI PUBLIK

  • Daftar Informasi Publik
  • Permohonan Informasi Publik
  • Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala
  • Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

FASILITAS

  • Fasilitas Pendidikan
  • Laboratorium
  • Kelompok Riset
  • Publikasi & Jurnal
  • Dukungan Non-akademik

MAHASISWA

  • Tata Perilaku Mahasiswa
  • Mitra Magang MBKM
  • Beasiswa
  • Badan Kegiatan Mahasiswa

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju