•  Tentang UGM
  •  Perpustakaan
  • Informasi Publik
  • SDGs
  • SIT
  • Simaster
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada
  • TENTANG KAMI
    • Selayang Pandang
      • Sejarah
      • Perintis
    • Manajemen
    • Tenaga Pendidik
    • Tenaga Kependidikan
    • Jaminan Mutu
  • PENDIDIKAN
    • Sarjana Psikologi
    • International Undergraduate Program
    • Program Pendidikan Profesi Psikologi
    • Magister Psikologi
    • Doktor Ilmu Psikologi
  • PENELITIAN & PENGABDIAN
    • Roadmap Penelitian dan PkM
    • Penelitian
    • Publikasi
    • Pengabdian
    • Kerja Sama
  • MAHASISWA
    • Tata Perilaku Mahasiswa
    • Lowongan Magang Wajib
    • Beasiswa
    • Badan Kegiatan Mahasiswa
    • Prestasi Mahasiswa
  • FASILITAS
    • Laboratorium
    • Kelompok Riset
    • Dukungan Non-akademik
  • Beranda
  • Rilis
  • Generasi X di Indonesia Memaknai Kebanggaan Nasional melalui Bangsa, Negara, dan Alam

Generasi X di Indonesia Memaknai Kebanggaan Nasional melalui Bangsa, Negara, dan Alam

  • Rilis
  • 3 September 2026, 15.23
  • Oleh: Humas
  • 0

Yogyakarta, 3 September 2026 — Bagaimana generasi yang tumbuh pada masa perubahan sosial dan politik di Indonesia memaknai kebanggaan terhadap bangsa? Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa Generasi X di Indonesia memandang kebanggaan nasional melalui pengalaman terhadap bangsa, negara, serta kekayaan alam dan keragaman budaya Indonesia.

Temuan tersebut terungkap dalam penelitian berjudul “Generation X’s Perspectives on Indonesian National Pride: A Reflexive Thematic Analysis” yang dilakukan oleh Rizal Kurniawan, Sartana Sartana, dan Avin Fadhila Helmi, yang diterbitkan sebagai artikel Open Access (OA) dalam jurnal Qualitative Report.

Penelitian berangkat dari pandangan bahwa rasa bangga terhadap bangsa memiliki peran penting dalam mendukung kesejahteraan dan kemajuan suatu negara. Namun, sumber-sumber yang membentuk kebanggaan nasional dapat berbeda antara kelompok generasi, terutama karena setiap generasi mengalami konteks sejarah, sosial, dan budaya yang berbeda.

Peneliti secara khusus mengkaji Generasi X, yaitu individu yang lahir antara 1960 dan 1980. Kelompok ini telah melalui berbagai peristiwa bersejarah dan mendengar langsung cerita perjuangan kemerdekaan dari orang tua mereka. Meskipun generasi ini memiliki ingatan kolektif yang kuat akan dinamika bangsa, penelitian empiris yang secara spesifik menggali momen atau faktor apa saja yang memicu kebanggaan mereka terhadap Indonesia masih sangat terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini hadir untuk mengisi celah literatur dengan mengidentifikasi sumber-sumber kebanggaan nasional pada generasi tersebut, sekaligus membandingkannya dengan standar dari negara-negara Barat.

Untuk memahami pengalaman tersebut, penelitian melibatkan 264 warga negara Indonesia berusia 45–60 tahun. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan pertanyaan terbuka (open-ended questionnaire) sehingga peserta dapat mengungkapkan secara lebih bebas pengalaman dan pandangan mengenai hal-hal yang membuat mereka bangga terhadap Indonesia. Data kemudian dianalisis menggunakan pendekatan reflexive thematic analysis yang memungkinkan peneliti mengidentifikasi pola dan tema yang muncul dari pengalaman subjektif para partisipan. Hasil analisis data mengungkap tiga tema utama yang menjadi pilar kebanggaan Generasi X di Indonesia, yaitu masyarakat (the people), negara (the nation), dan alam (the nature).

Generasi X merasa sangat bangga atas karakter masyarakat Indonesia yang ramah, toleran, dan menjunjung tinggi gotong royong, serta turut berbangga atas prestasi bangsa di kancah internasional di bidang olahraga seperti bulu tangkis. Di samping itu, sejarah panjang kemerdekaan, keteladanan tokoh bangsa, falsafah Pancasila, hingga kekayaan sumber daya alam tropis dan keanekaragaman budaya dipandang sebagai aset berharga yang memupuk rasa cinta Tanah Air.

Generasi X merasa sangat bangga atas karakter masyarakat Indonesia yang ramah, toleran, dan menjunjung tinggi gotong royong, serta turut berbangga atas prestasi bangsa di kancah internasional di bidang olahraga seperti bulu tangkis. Di samping itu, sejarah panjang kemerdekaan, keteladanan tokoh bangsa, falsafah Pancasila, hingga kekayaan sumber daya alam tropis dan keanekaragaman budaya dipandang sebagai aset berharga yang memupuk rasa cinta Tanah Air.

Menariknya, studi ini menemukan perbedaan nyata jika dibandingkan dengan kerangka International Social Survey Program (ISSP) yang umum digunakan di negara-negara Barat. Di Indonesia, kondisi politik tidak muncul sebagai sumber kebanggaan karena kerap diwarnai oleh isu atau dinamika negatif. Sebaliknya, faktor keanekaragaman budaya dan kekayaan alam yang tidak menjadi fokus utama dalam kerangka Barat justru menjadi pilar kebanggaan yang sangat dominan bagi Generasi X di Indonesia.

Generasi X memiliki posisi menarik dalam perjalanan sosial Indonesia. Kelompok ini mengalami berbagai fase perubahan Indonesia, mulai dari masa ketika akses informasi masih terbatas hingga perkembangan teknologi dan media digital yang memungkinkan masyarakat berinteraksi dengan dunia secara lebih luas.

Pengalaman lintas zaman tersebut dapat membentuk cara Generasi X memahami identitas nasional. Kebanggaan terhadap Indonesia tidak semata-mata dipandang sebagai perasaan abstrak, tetapi berkaitan dengan pengalaman konkret terhadap bangsa, negara, lingkungan alam, serta keragaman yang ada di dalamnya.

Temuan ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman mengenai identitas nasional dari perspektif generasi, sekaligus menunjukkan pentingnya mempertimbangkan konteks budaya ketika mengkaji nasionalisme dan kebanggaan nasional. Penelitian ini juga memiliki relevansi dalam memahami bagaimana identitas kebangsaan berkembang di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang budaya dan pengalaman sosial yang beragam.

Pemahaman terhadap sumber kebanggaan nasional dapat menjadi salah satu dasar untuk mengembangkan pendekatan yang lebih kontekstual dalam memperkuat rasa memiliki terhadap bangsa. Alih-alih memandang kebanggaan nasional sebagai konsep yang seragam, penelitian ini menunjukkan bahwa makna kebanggaan dapat dibentuk oleh pengalaman generasi dan konteks sosial-budaya masyarakat.

Kajian tersebut sekaligus memperkaya penelitian mengenai Generasi X di Indonesia, khususnya dalam melihat bagaimana kelompok yang lahir pada periode 1960–1980 memahami hubungan antara identitas pribadi, masyarakat, negara, dan Indonesia sebagai sebuah bangsa. Selain itu, temuan ini meletakkan dasar penting bagi pengembangan penelitian psikologi kebangsaan dan membuka peluang kajian komparatif identitas nasional di wilayah Asia Tenggara pada masa depan.

Editor: Zufar
Penata: Fauzi

Tags: Fakultas Psikologi UGM Publikasi Ilmiah SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh SDG 4: Pendidikan Berkualitas SDGs

Berita Terkini

  • Generasi X di Indonesia Memaknai Kebanggaan Nasional melalui Bangsa, Negara, dan AlamSeptember 3, 2026
  • Alumni Psikologi UGM Angkatan 1968 dan Martha Tilaar Group Dorong Mahasiswa Menjadi BeautypreneurSeptember 3, 2026
  • International Summer Course CICP 2026 Bahas Solidaritas dari Perspektif GlobalSeptember 1, 2026
  • OPSI UGM Bahas Cara Menetapkan Batasan Pribadi Tanpa Merasa BersalahSeptember 1, 2026
  • Fakultas Psikologi UGM Lepas Mahasiswa Profesi Psikologi Angkatan IV dan V untuk Menjalani LPPPUSeptember 1, 2026
Universitas Gadjah Mada

Fakultas Psikologi
Universitas Gadjah Mada

Jalan Sosio Humaniora Bulaksumur
Yogyakarta 55281 Indonesia
fpsi[at]ugm.ac.id
+62 (274) 550435 (hunting)
+62 (274) 550435 ext 158
psikologiugm
psikologiugm
psikologi_ugm
Kanal Psikologi UGM

TENTANG KAMI

  • Selayang Pandang
  • Sejarah
  • Manajemen
  • Tenaga Pendidik
  • Tenaga Kependidikan

INFORMASI PUBLIK

  • Daftar Informasi Publik
  • Permohonan Informasi Publik
  • Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala
  • Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

FASILITAS

  • Fasilitas Pendidikan
  • Laboratorium
  • Kelompok Riset
  • Publikasi & Jurnal
  • Dukungan Non-akademik

MAHASISWA

  • Tata Perilaku Mahasiswa
  • Mitra Magang MBKM
  • Beasiswa
  • Badan Kegiatan Mahasiswa

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju