Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) melepas mahasiswa Program Studi Profesi Psikologi Angkatan IV dan V untuk menjalani Layanan Psikologi Profesi Psikolog Umum (LPPPU) pada Kamis (20/8). Sebelum menjalankan layanan psikologi di masyarakat, mahasiswa mendapatkan pembekalan mengenai perlindungan anak serta alternatif intervensi psikologis.
Pelepasan yang diikuti oleh 80 mahasiswa tersebut menandai dimulainya tahapan LPPPU sekaligus menjadi langkah awal bagi para mahasiswa menerapkan ilmu dan menjalankan peran profesional serta memberikan layanan psikologi kepada masyarakat.
Selain seremoni pelepasan, kegiatan ini menghadirkan dua sesi pembekalan mengenai perlindungan anak dan alternatif intervensi psikologis sebagai bagian dari persiapan mahasiswa menghadapi kebutuhan masyarakat yang beragam.
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Dian Sasmita, M.H., menyampaikan bahwa psikolog memiliki peran penting dalam berbagai tingkat pelayanan pada sistem perlindungan anak, mulai dari upaya pencegahan hingga penanganan dan pemulihan korban.

“Ketakutan terbesar anak-anak untuk melaporkan kekerasan di ruang digital adalah stigma, baik dari keluarga, masyarakat, maupun teman sekolah,” ujar Dian.
Menurutnya, rasa takut dan khawatir terhadap respons lingkungan membuat banyak anak memilih untuk tidak melaporkan kekerasan yang dialaminya. Kondisi ini menunjukkan pentingnya keterlibatan psikolog dalam menciptakan ruang yang aman, membantu anak menyampaikan pengalaman, serta mendampingi proses pemulihan tanpa memberikan penghakiman.
Pembekalan selanjutnya disampaikan oleh Prof. Dra. Kwartarini Wahyu Yuniarti, M.Med.Sc., M.B.A., Ph.D., Psikolog, yang akrab dipanggil Bo. Ia memperkenalkan visual and sensory imagery sebagai salah satu alternatif intervensi ringan dalam layanan psikologi.

“Kalian adalah jangkar yang membentuk dan mengukuhkan potret seorang psikolog di lapangan,” ucap Bo.
Materi tersebut turut menekankan pentingnya pemilihan pendekatan intervensi yang mempertimbangkan kondisi, kesiapan, dan kebutuhan masing-masing individu.
Setelah rangkaian pembekalan, acara dilanjutkan dengan prosesi pelepasan. Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja sama Fakultas Psikologi UGM, Pradytia Putri Pertiwi, S.Psi., Ph.D., secara resmi melepas mahasiswa LPPPU Angkatan IV dan V.
“Kegiatan LPPPU ini mempersiapkan teman-teman untuk lebih menyeluruh nantinya sebagai seseorang yang layak dipanggil psikolog,” tutur Dytia.

Pelepasan LPPPU Angkatan IV dan V tidak hanya menjadi seremoni akademik, tetapi juga menandai dimulainya tanggung jawab mahasiswa untuk menerapkan ilmu dan keterampilan psikologi di tengah masyarakat. Melalui pembekalan yang diberikan, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan layanan psikologi yang kompeten, etis, dan peka terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
Penulis: Arrasya Aninggadhira
Editor: Erna Tri Nofiyana