Program Studi Pendidikan Profesi Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) terus memperkuat mutu pendidikan profesi melalui evaluasi dan penyempurnaan Layanan Psikologi Profesi Psikolog Umum (LPPPU). Upaya tersebut diwujudkan melalui Workshop Evaluasi dan Pengembangan LPPPU yang diselenggarakan pada Kamis (9/7) di MM UGM Hotel, Yogyakarta.
Workshop dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Psikologi UGM, Dr. Wenty Marina Minza, M.A. Kegiatan ini mempertemukan dosen pembimbing praktik, penguji internal Ujian Kompetensi Profesi Psikolog Umum (UKPPU), serta asisten akademik untuk mengevaluasi penyelenggaraan LPPPU sekaligus menyusun arah pengembangannya.
Sebagai salah satu komponen utama dalam penyelenggaraan Program Studi Pendidikan Profesi Psikologi, LPPPU menjadi wahana bagi mahasiswa memperoleh pengalaman praktik profesional yang terintegrasi dengan proses pembimbingan, supervisi, dan evaluasi sebagai bagian dari pencapaian kompetensi psikolog umum.

Seiring berkembangnya kebutuhan layanan psikologi, perubahan standar pendidikan profesi, serta pengalaman implementasi LPPPU selama ini, evaluasi terhadap kurikulum maupun mekanisme penyelenggaraannya perlu dilakukan secara berkala agar tetap relevan, efektif, serta selaras dengan standar mutu Universitas Gadjah Mada dan ketentuan Asosiasi Penyelenggara Pendidikan Tinggi Psikologi Indonesia (AP2TPI).
Evaluasi internal yang dilakukan Program Studi Pendidikan Profesi Psikologi menunjukkan masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperkuat pada setiap latar praktik. Pada bidang pendidikan, misalnya, pemanfaatan data sekunder seperti catatan akademik dinilai belum optimal dalam membantu identifikasi permasalahan akibat kompetensi akademik, kepribadian, maupun faktor lainnya. Pada latar komunitas, layanan masih berfokus pada individu maupun kelompok dan belum mencakup analisis kebutuhan pada tingkat masyarakat secara lebih luas. Sementara itu, pada latar tempat kerja diperlukan penguatan asesmen yang mengintegrasikan perspektif organisasi, seperti budaya korporat, 360-degree assessment, dan analisis struktur. Adapun pada latar kesehatan, standar asesmen dan intervensi dinilai masih perlu terus disempurnakan agar pelaksanaannya semakin konsisten.
Workshop diisi dengan pembahasan mengenai implementasi LPPPU di Fakultas Psikologi UGM, hasil evaluasi pelaksanaan program, upaya simplifikasi pelaporan, serta praktik penyelenggaraan LPPPU di berbagai perguruan tinggi sebagai bahan penyusunan strategi pengembangan. Pembahasan kemudian dilanjutkan melalui diskusi kelompok berdasarkan empat latar praktik, yaitu pendidikan, kesehatan, organisasi, dan komunitas. Diskusi difokuskan pada penyempurnaan RPKPS, khususnya Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), ragam kasus, jenis asesmen, pendekatan intervensi, mekanisme case conference, sistem penilaian, hingga standar pelaporan dan komunikasi hasil kepada klien.
Melalui forum ini, Program Studi Pendidikan Profesi Psikologi Fakultas Psikologi UGM menargetkan tersusunnya RPKPS LPPPU untuk empat latar praktik, rekomendasi penyempurnaan kurikulum, rekomendasi perbaikan mekanisme penyelenggaraan LPPPU, serta kesepakatan tindak lanjut pengembangan program.
Hasil pembahasan tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan pelaksanaan LPPPU yang semakin berkualitas, terstandar, dan adaptif terhadap kebutuhan pendidikan profesi psikologi.
Penulis: Erna Tri Nofiyana
Foto: Program Studi Pendidikan Profesi Psikologi UGM