•  Tentang UGM
  •  Perpustakaan
  • Informasi Publik
  • SDGs
  • SIT
  • Simaster
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada
  • TENTANG KAMI
    • Selayang Pandang
      • Sejarah
      • Perintis
    • Manajemen
    • Tenaga Pendidik
    • Tenaga Kependidikan
    • Jaminan Mutu
  • PENDIDIKAN
    • Sarjana Psikologi
    • International Undergraduate Program
    • Program Pendidikan Profesi Psikologi
    • Magister Psikologi
    • Doktor Ilmu Psikologi
  • PENELITIAN & PENGABDIAN
    • Roadmap Penelitian dan PkM
    • Penelitian
    • Publikasi
    • Pengabdian
    • Kerja Sama
  • MAHASISWA
    • Tata Perilaku Mahasiswa
    • Lowongan Magang Wajib
    • Beasiswa
    • Badan Kegiatan Mahasiswa
    • Prestasi Mahasiswa
  • FASILITAS
    • Laboratorium
    • Kelompok Riset
    • Dukungan Non-akademik
  • Beranda
  • Rilis
  • Dosen Psikologi UGM Bahas Inklusi Sistem Peringatan Dini Bencana untuk Penyandang Disabilitas dalam Webinar Internasional GDPC

Dosen Psikologi UGM Bahas Inklusi Sistem Peringatan Dini Bencana untuk Penyandang Disabilitas dalam Webinar Internasional GDPC

  • Rilis
  • 10 Juni 2026, 10.51
  • Oleh: Humas
  • 0
GDPC Research Grants Program

Dosen Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Pradytia Putri Pertiwi, S.Psi., Ph.D., menegaskan bahwa memperluas jangkauan sistem peringatan dini tidak selalu berarti pesan tersebut sampai, diterima, dipahami, dan direspons dengan tindakan yang tepat oleh semua masyarakat di area terdampak. Hal itu ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam webinar Reaching the Last Mile pada Selasa (9/6). 

Webinar ini merupakan bagian dari Global Disaster Preparedness Center (GDPC) Research Grants Program, yang menampilkan temuan dari 15 penelitian berbasis komunitas di 14 negara, dengan dukungan UK International Development dari pemerintah Inggris. 

Program ini menyoroti adanya kesenjangan sistem peringatan dini, di mana sebagian masyarakat tidak tercakup secara merata dan pesan peringatan yang tidak selalu diikuti dengan tindakan perlindungan yang efektif. 

“Isu akses terhadap informasi dan kapasitas untuk bertindak tidak hanya terkait ketersediaan informasi, tetapi juga kondisi struktural yang memengaruhi penyandang disabilitas,” ujar Pradytia.

Pada sesi ini, fokus diskusi adalah structural exclusion, yaitu bagaimana sistem peringatan dini sering meninggalkan masyarakat tidak hanya karena faktor geografis, tetapi juga karena desain dan metode penyampaian peringatan itu sendiri. Dalam sesi tersebut, Pradytia berbagi hasil penelitian tentang sistem peringatan dini yang inklusif bagi penyandang disabilitas, khususnya di desa-desa sekitar gunung berapi di Yogyakarta.

“Jaringan sosial merupakan jalur hidup bagi mereka,” kata Pradytia. Ia menjelaskan bahwa kepercayaan menjadi infrastruktur penting dalam sistem peringatan dini. Sebagian besar warga mendapatkan informasi melalui jaringan sosial yang menutup kekurangan dari sistem formal. 

Namun, terdapat keterputusan antara peringatan dini dan tindakan. “Ketika masyarakat menerima informasi tetapi tidak cukup jelas untuk bisa bertindak, hal itu tidak memberikan mereka keyakinan untuk melakukan evakuasi,” tutur Pradytia.

Menurut Pradytia, efektivitas peringatan dini tidak hanya ditentukan oleh penyampaian informasi, tetapi juga kemampuan masyarakat untuk bertindak, yang dipengaruhi oleh stigma, akses terhadap sumber daya, dukungan sosial, dan kepercayaan psikologis.

Pradytia menekankan pentingnya memasukkan perspektif disabilitas secara sistematis dalam pedoman dan perencanaan peringatan dini, bukan sekadar menyesuaikan aksesibilitas di akhir. 

“Inklusi bukan sekadar menyesuaikan infrastruktur agar dapat diakses, tetapi juga memperkuat modal sosial melalui jaringan sosial, yang sama pentingnya dengan infrastruktur fisik itu sendiri,” ujar Pradytia.

Dalam pelaksanaanya, Organisasi Penyandang Disabilitas (OPD) berperan penting dalam meningkatkan legitimasi dan kepercayaan terhadap peringatan. Hal tersebut dilakukan dengan mengadakan tata kelola partisipatif, di mana penyandang disabilitas diberi peran kepemimpinan dalam perencanaan sistem peringatan dini.

Selain itu, sistem komunikasi modern dan tradisional harus berjalan berdampingan. Sirene resmi dapat dipadukan dengan metode lokal yang dipercaya masyarakat, seperti panggilan dari masjid atau genderang bambu, agar pesan peringatan tersampaikan secara efektif.

Webinar ini membuka wawasan baru tentang pentingnya inklusi dalam mitigasi bencana. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan efektivitas peringatan dini, tetapi juga mendorong seluruh anggota masyarakat, termasuk kelompok rentan, agar memiliki kesempatan untuk bertindak dan terlindungi.

Tonton selengkapnya di YouTube!

Penulis: Arrasya Aninggadhira
Editor: Erna Tri Nofiyana

Tags: Fakultas Psikologi UGM GDPC Research Grants Program Inklusi Disabilitas Peringatan Dini Bencana SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera SDG 4: Pendidikan Berkualitas SDGs

Berita Terkini

  • Kolaborasi Manusia dan LLM Ungkap Nilai-Nilai yang Sering Diabaikan pada Aplikasi Smart HomeJuni 22, 2026
  • Fakultas Psikologi UGM Dorong Sivitas Akademika Sisihkan Penghasilan untuk Investasi Sejak DiniJuni 19, 2026
  • Memahami Manusia, Membangun Perubahan: Kisah AnalisaJuni 19, 2026
  • Ryan Sugiarto Raih Doktor Cumlaude dengan Disertasi Manungsa Tanpa Tenger dari Psikologi Kawruh JiwaJuni 18, 2026
  • OPSI UGM Kupas Peran Keluarga dalam Mencegah Fenomena Klitih di Kalangan RemajaJuni 17, 2026
Universitas Gadjah Mada

Fakultas Psikologi
Universitas Gadjah Mada

Jalan Sosio Humaniora Bulaksumur
Yogyakarta 55281 Indonesia
fpsi[at]ugm.ac.id
+62 (274) 550435 (hunting)
+62 (274) 550435 ext 158
psikologiugm
psikologiugm
psikologi_ugm
Kanal Psikologi UGM

TENTANG KAMI

  • Selayang Pandang
  • Sejarah
  • Manajemen
  • Tenaga Pendidik
  • Tenaga Kependidikan

INFORMASI PUBLIK

  • Daftar Informasi Publik
  • Permohonan Informasi Publik
  • Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala
  • Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

FASILITAS

  • Fasilitas Pendidikan
  • Laboratorium
  • Kelompok Riset
  • Publikasi & Jurnal
  • Dukungan Non-akademik

MAHASISWA

  • Tata Perilaku Mahasiswa
  • Mitra Magang MBKM
  • Beasiswa
  • Badan Kegiatan Mahasiswa

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju