Center for Public Mental Health (CPMH) Fakultas Psikologi UGM berkolaborasi dengan Parentific sukses menyelenggarakan webinar bertajuk “Evidence-Based Practice dalam Praktik Psikologi” pada Senin, 13 April 2026, pukul 08.00–15.30 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan terakreditasi SKP HIMPSI, dengan sasaran utama para psikolog dan ilmuwan psikologi. Webinar ini diikuti oleh 65 peserta yang berpartisipasi aktif sepanjang kegiatan.
SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Sebagai bagian dari upaya penguatan sistem kesehatan mental berbasis masyarakat, Center for Public Mental Health (CPMH) Fakultas Psikologi UGM berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam kegiatan Penguatan Pelopor dan Pelapor (2P) dengan tema “Pendampingan Kasus KDRT dari Sudut Pandang Psikologi”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (8/4/2026), pukul 10.30–12.15 WIB, di Ruang Rapat Nyi Ageng Serang 1 DP3AP2 DIY.
Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada kembali memperluas jejaring internasional melalui kegiatan akademik di tingkat global. Pada tanggal 6–9 April 2026, Prof. Drs. Subandi, M.A., Ph.D., Psikolog melaksanakan kunjungan ke Universiti Malaysia Terengganu (UMT) sebagai visiting professor.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kerjasama akademik antara kedua institusi, khususnya dalam bidang konseling dan pengembangan ilmu psikologi di kawasan Asia Tenggara. Selama berada di UMT, Subandi melakukan pertemuan dengan pimpinan Fakultas Perniagaan, Ekonomi, dan Pembangunan Sosial. Pertemuan ini membahas peluang kolaborasi lebih lanjut, termasuk pengembangan program akademik dan kegiatan tridarma perguruan tinggi.
Yogyakarta, 13 April 2026 – Kehilangan orang terdekat akibat bunuh diri meninggalkan luka yang sering kali sunyi dan tak terlihat. Namun, penyintas kehilangan akibat bunuh diri (suicide loss survivors) di Indonesia masih kesulitan dalam mengakses layanan pemulihan yang dibutuhkan. Mereka tidak tahu kepada siapa harus meminta bantuan dan tidak tahu langkah-langkah apa saja yang perlu dilakukan untuk membantu diri mereka sendiri. Menjawab kebutuhan tersebut, peneliti dari Universitas Gadjah Mada bersama mitra internasional mengembangkan panduan khusus pertama di Indonesia untuk mendampingi para penyintas kehilangan akibat bunuh diri.
Topik ini diangkat dalam episode terbaru Obrolan Psikologi (OPSI) yang diselenggarakan oleh Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan TVRI Yogyakarta. Pada episode ketiga OPSI di tahun ini, Istiana Tajuddin, S.Psi., M.Psi., mahasiswa program studi Doktor Ilmu Psikologi UGM, menjelaskan fenomena ketika rumah tidak lagi menjadi tempat pulang.
Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) mulai memperkuat kesiapsiagaan bencana melalui penataan jalur evakuasi dan penyusunan panduan kebencanaan di lingkungan fakultas. Langkah ini diambil sebagai respons atas kejadian gempa bumi pada 27 Januari 2026 yang sempat mengganggu kegiatan perkuliahan.
YOGYAKARTA - Universitas Gadjah Mada ( UGM ) menggandeng Indonesian Hypnosis Centre (IHC) menggelar pelatihan sertifikasi Transpersonal Clinical Hypnotherapy. Pelatihan yang diikuti sekitar 100 peserta untuk memperkuat posisi hipnoterapi sebagai praktik kesehatan mental berbasis ilmiah.
Yogyakarta, 4 Maret 2026 — Di tengah meningkatnya perhatian terhadap kesehatan mental, sebuah studi kolaboratif peneliti dari Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada dan The University of Melbourne menyoroti satu aspek yang selama ini kerap terabaikan, yaitu peran self-healing dalam pemulihan penyintas kehilangan akibat bunuh diri di Indonesia.
Topik ini diangkat dalam episode terbaru OPSI: Obrolan Psikologi, yang diselenggarakan oleh Fakultas Psikologi UGM bekerja sama dengan TVRI Yogyakarta. Pada episode pertama OPSI di tahun ini, Lusiana Yashinta Ellysa Putri, S.Psi., M.Sc., dosen Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), membahas fenomena yang cukup umum terjadi di kalangan masyarakat Indonesia.
Yogyakarta, 26 Februari 2026 – Gangguan psikologis seperti post-traumatic stress disorder (PTSD) dan gejala disosiasi (merasa ‘terpisah’ dari diri sendiri) merupakan respon umum ketika seseorang mengalami trauma mendalam. Sebuah studi kolaborasi internasional terbaru mengungkap dinamika hubungan antara complex post-traumatic stress disorder (CPTSD) dan gejala disosiasi melalui pendekatan lintas budaya yang melibatkan partisipan dari negara Barat dan Asia Selatan.