Yogyakarta, 15 September 2026 — Peneliti Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) mengkaji hubungan antara religiositas dan kebahagiaan dalam konteks masyarakat Muslim Indonesia melalui pendekatan analisis Bayesian. Temuan ini secara khusus memberikan perspektif baru yang lebih representatif dibandingkan dengan studi-studi terdahulu.
SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh
Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya mencegah dan menangani kekerasan terhadap anak melalui sarasehan “Bersama Melindungi Anak Negeri: Peran Hukum, Keluarga, dan Sekolah dalam Mencegah dan Menangani Kekerasan pada Anak” yang digelar di Ruang B104, Fakultas Psikologi UGM, Jumat (21/8).
Yogyakarta, 3 September 2026 — Bagaimana generasi yang tumbuh pada masa perubahan sosial dan politik di Indonesia memaknai kebanggaan terhadap bangsa? Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa Generasi X di Indonesia memandang kebanggaan nasional melalui pengalaman terhadap bangsa, negara, serta kekayaan alam dan keragaman budaya Indonesia.
Center for Indigenous and Cultural Psychology (CICP) Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan International Summer Course CICP 2026 pada 3-8 Agustus 2026. Mengusung tema “Understanding Solidarity in the Global South: Cultural and Psychological Perspectives”, program ini mengkaji pembentukan solidaritas dalam konteks masyarakat Global South melalui perspektif psikologi sosial dan budaya.
Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) melepas mahasiswa Program Studi Profesi Psikologi Angkatan IV dan V untuk menjalani Layanan Psikologi Profesi Psikolog Umum (LPPPU) pada Kamis (20/8). Sebelum menjalankan layanan psikologi di masyarakat, mahasiswa mendapatkan pembekalan mengenai perlindungan anak serta alternatif intervensi psikologis.
Yogyakarta, 31 Agustus 2026 — Perkembangan media sosial telah mengubah cara masyarakat menyampaikan penilaian terhadap kinerja lembaga publik. Opini negatif yang berkembang di media sosial tidak hanya menjadi tantangan bagi reputasi organisasi, tetapi juga berpotensi memengaruhi sikap, motivasi dan perilaku aparatur dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
Manusia tidak lahir sebagai “kertas kosong”. Sejak awal kehidupan, manusia telah memiliki semacam sketsa moral yang kemudian berkembang melalui pengaruh lingkungan, budaya, pengalaman, dan proses belajar.
Topik ini diangkat dalam episode terbaru Obrolan Psikologi (OPSI), program talk show psikologi hasil kerja sama Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama TVRI Yogyakarta, pada Selasa (21/7). Dipandu oleh Sekarayu Puspita, episode kesepuluh ini menghadirkan dosen Fakultas Psikologi UGM, Samudera Fadlilla Jamaluddin, S.Psi., M.Sc., yang membahas proses psikologis di balik moralitas manusia.
Unit Pengembangan Alat Psikodiagnostika (UPAP) Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menghadirkan layanan Tes Potensi Akademik Pascasarjana (PAPS) yang dapat diakses oleh berbagai kalangan. Pada pelaksanaan tes Kamis (25/6) di Ruang A-101, dua peserta tuli mengikuti rangkaian PAPS dengan pendampingan dari Unit Layanan Disabilitas (ULD) UGM serta penyesuaian layanan yang disiapkan tim UPAP.
Yogyakarta, 29 Juni 2026 – Media sosial semakin banyak dimanfaatkan sebagai sumber data untuk memahami kondisi kesehatan mental masyarakat. Namun, banyak model Kecerdasan Artifisial (KA) berbasis Natural Language Processing (NLP) masih menghadapi tantangan berupa ketidakseimbangan data (class imbalance), tumpang tindih makna bahasa (semantic overlap), gangguan label (noisy labels), serta sulit menjelaskan alasan di balik hasil prediksinya (black box). Menjawab tantangan tersebut, tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan pendekatan baru berbasis MentalBERT dengan contrastive learning yang mampu meningkatkan akurasi sekaligus transparansi dalam klasifikasi gangguan mental dari unggahan media sosial.
Yogyakarta, 22 Juni 2026 – Aplikasi rumah pintar (smart home) seperti Amazon Alexa, Google Home, dan Samsung SmartThings semakin terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari untuk menawarkan otomatisasi dan kemudahan. Namun, di balik kenyamanan tersebut, muncul pertanyaan penting: apakah teknologi ini berpotensi melanggar nilai-nilai dasar penggunanya? Pertanyaan tersebut menjadi fokus penelitian terbaru yang melibatkan peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama peneliti dari Deakin University (Australia), Universiti Teknologi Malaysia, dan Universiti Malaya. Hasil penelitian tersebut dipublikasikan pada jurnal internasional Internet of Things Vol. 38, melalui artikel berjudul “A Human-LLM Study of Value Concerns in Smart Home App Reviews”.