•  Tentang UGM
  •  Perpustakaan
  • Informasi Publik
  • SDGs
  • SIT
  • Simaster
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada
  • TENTANG KAMI
    • Selayang Pandang
      • Sejarah
      • Perintis
    • Manajemen
    • Tenaga Pendidik
    • Tenaga Kependidikan
    • Jaminan Mutu
  • PENDIDIKAN
    • Sarjana Psikologi
    • International Undergraduate Program
    • Program Pendidikan Profesi Psikologi
    • Magister Psikologi
    • Doktor Ilmu Psikologi
  • PENELITIAN & PENGABDIAN
    • Roadmap Penelitian dan PkM
    • Penelitian
    • Publikasi
    • Pengabdian
    • Kerja Sama
  • MAHASISWA
    • Tata Perilaku Mahasiswa
    • Lowongan Magang Wajib
    • Beasiswa
    • Badan Kegiatan Mahasiswa
    • Prestasi Mahasiswa
  • FASILITAS
    • Laboratorium
    • Kelompok Riset
    • Dukungan Non-akademik
  • Beranda
  • Rilis
  • Identitas Etnis dan Nasional Terbentuk melalui Budaya dan Interaksi Sosial

Identitas Etnis dan Nasional Terbentuk melalui Budaya dan Interaksi Sosial

  • Rilis
  • 5 November 2026, 11.30
  • Oleh: Humas
  • 0

Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki keberagaman suku, bahasa, budaya, dan agama. Di tengah keberagaman tersebut, seseorang dapat memiliki kebanggaan terhadap kelompok etnisnya sekaligus mengidentifikasi diri sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Namun, bagaimana identitas etnis dan nasional terbentuk serta dalam situasi apa masing-masing identitas menjadi lebih menonjol? Pertanyaan tersebut menjadi fokus kajian literatur yang dilakukan oleh tim peneliti Center for Indigenous and Cultural Psychology (CICP) Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kajian ini menelaah 42 studi empiris yang melibatkan partisipan Indonesia dan diterbitkan pada periode 2012–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa identitas etnis dan nasional terbentuk melalui tiga proses yang saling berkaitan.

Pertama, melalui budaya dan simbol. Bahasa daerah, tradisi, makanan, adat istiadat, dan kesenian menjadi penanda identitas etnis. Sementara itu, Pancasila, bahasa Indonesia, dan simbol-simbol negara menjadi penanda identitas nasional. Identitas tidak hanya tercermin dari keyakinan seseorang terhadap kelompoknya, tetapi juga melalui ekspresi dan praktik dalam kehidupan sehari-hari.

Kedua, identitas terbentuk melalui rasa memiliki, kebanggaan, dan harga diri kolektif. Keanggotaan dalam suatu kelompok dapat menumbuhkan solidaritas, kepercayaan, dan kerja sama. Namun, keterikatan yang kuat terhadap kelompok tidak selalu menghasilkan hubungan yang harmonis. Dalam kondisi tertentu, kebanggaan terhadap kelompok dapat berkembang menjadi sikap eksklusif dan kecenderungan mengutamakan kelompok sendiri dibandingkan kelompok lain. Dengan demikian, identitas tidak hanya berkaitan dengan seberapa kuat seseorang mengidentifikasi diri dengan kelompoknya, tetapi juga bagaimana identitas tersebut dimaknai.

Ketiga, identitas terbentuk melalui interaksi dan negosiasi antarkelompok. Identitas etnis, nasional, dan agama pada umumnya dapat berjalan berdampingan. Seseorang tidak harus melepaskan identitas etnisnya untuk memiliki identitas nasional sebagai warga negara Indonesia.

Dr. Acintya Ratna Priwati, S.Psi., M.A., selaku Kepala CICP menjelaskan bahwa identitas tidak bersifat tetap, melainkan dapat berubah dan menjadi lebih menonjol sesuai dengan situasi sosial yang dihadapi seseorang.

“Identitas etnis dan nasional tidak harus dipertentangkan. Seseorang dapat memiliki kebanggaan terhadap identitas etnisnya sekaligus mengembangkan rasa kebangsaan sebagai warga negara Indonesia. Keduanya dapat berjalan berdampingan dan saling melengkapi dalam kehidupan masyarakat yang beragam,” tutur Acintya.

Kajian ini juga menunjukkan bahwa identitas cenderung menjadi lebih menonjol ketika seseorang berada dalam situasi interaksi antarkelompok. Selain itu, kondisi ekonomi, sejarah, kebijakan, dan dinamika politik turut memengaruhi bagaimana seseorang menegaskan identitasnya. Hal tersebut memperlihatkan bahwa identitas bukan sekadar atribut yang melekat secara permanen, melainkan juga sesuatu yang dapat dinegosiasikan sesuai dengan konteks sosial.

Dari sisi metodologi, sebagian besar studi yang ditelaah menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dan kualitatif. Oleh karena itu, kajian ini merekomendasikan penelitian eksperimental serta pengembangan alat ukur yang mampu menggali identitas dengan mempertimbangkan konteks keindonesiaan.

Temuan ini memiliki relevansi dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh. Keberagaman etnis tidak serta-merta menjadi penghalang persatuan, melainkan merupakan realitas sosial yang perlu dikelola secara inklusif. Pendidikan, baik di tingkat sekolah maupun perguruan tinggi, memiliki peran penting dalam menumbuhkan identitas nasional yang inklusif tanpa mengharuskan individu melepaskan identitas etnisnya.

Penulis: tim CICP
Foto: magnific.com

Tags: Fakultas Psikologi UGM Identitas Etnis Identitas Nasional Identitas Sosial Keberagaman Budaya Persatuan Indonesia Psikologi Lintas Budaya SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh SDG 4: Pendidikan Berkualitas SDGs

Berita Terkini

  • Identitas Etnis dan Nasional Terbentuk melalui Budaya dan Interaksi SosialNovember 5, 2026
  • Fakultas Psikologi UGM Lepas 36 Wisudawan Pascasarjana Periode I TA 2026/2027November 5, 2026
  • Fakultas Psikologi UGM Lantik 35 Psikolog Baru, Sembilan Lulus CumlaudeNovember 4, 2026
  • OPSI Episode 15 Bahas Pembelajaran Dua Bahasa pada AnakNovember 4, 2026
  • Fakultas Psikologi UGM dan Dispsial TNI Jalin Kerja Sama Tridharma Perguruan TinggiNovember 4, 2026
Universitas Gadjah Mada

Fakultas Psikologi
Universitas Gadjah Mada

Jalan Sosio Humaniora Bulaksumur
Yogyakarta 55281 Indonesia
fpsi[at]ugm.ac.id
+62 (274) 550435 (hunting)
+62 (274) 550435 ext 158
psikologiugm
psikologiugm
psikologi_ugm
Kanal Psikologi UGM

TENTANG KAMI

  • Selayang Pandang
  • Sejarah
  • Manajemen
  • Tenaga Pendidik
  • Tenaga Kependidikan

INFORMASI PUBLIK

  • Daftar Informasi Publik
  • Permohonan Informasi Publik
  • Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala
  • Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

FASILITAS

  • Fasilitas Pendidikan
  • Laboratorium
  • Kelompok Riset
  • Publikasi & Jurnal
  • Dukungan Non-akademik

MAHASISWA

  • Tata Perilaku Mahasiswa
  • Mitra Magang MBKM
  • Beasiswa
  • Badan Kegiatan Mahasiswa

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju