•  Tentang UGM
  •  Perpustakaan
  • Informasi Publik
  • SDGs
  • SIT
  • Simaster
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada
  • TENTANG KAMI
    • Selayang Pandang
      • Sejarah
      • Perintis
    • Manajemen
    • Tenaga Pendidik
    • Tenaga Kependidikan
    • Jaminan Mutu
  • PENDIDIKAN
    • Sarjana Psikologi
    • International Undergraduate Program
    • Program Pendidikan Profesi Psikologi
    • Magister Psikologi
    • Doktor Ilmu Psikologi
  • PENELITIAN & PENGABDIAN
    • Roadmap Penelitian dan PkM
    • Penelitian
    • Publikasi
    • Pengabdian
    • Kerja Sama
  • MAHASISWA
    • Tata Perilaku Mahasiswa
    • Lowongan Magang Wajib
    • Beasiswa
    • Badan Kegiatan Mahasiswa
    • Prestasi Mahasiswa
  • FASILITAS
    • Laboratorium
    • Kelompok Riset
    • Dukungan Non-akademik
  • Beranda
  • Rilis
  • CPMH Fakultas Psikologi Gelar ISCP ke-10, Angkat Keluarga dan Pengasuhan Lintas Budaya

CPMH Fakultas Psikologi Gelar ISCP ke-10, Angkat Keluarga dan Pengasuhan Lintas Budaya

  • Rilis
  • 9 September 2026, 11.41
  • Oleh: Humas
  • 0

Center for Public Mental Health (CPMH) Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) membuka rangkaian International Short Course on Psychology (ISCP) ke-10 secara luring di Hall D Fakultas Psikologi UGM pada Selasa (1/9). Mengangkat tema “Turning a House into a Home”, kegiatan ini menghadirkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY, Erlina Hidayati Sumardi, S.IP., M.M., sebagai keynote speaker.

Kegiatan dibuka dengan sambutan kepala unit Center for Public Mental Health (CPMH),  Diana Setiyawati, S.Psi., MHSc., Ph.D., Psikolog. Ia menekankan bahwa pendekatan, intervensi, maupun kebijakan kesehatan mental tidak dapat begitu saja dipindahkan dari satu negara, budaya, atau komunitas ke komunitas lain. 

ISCP ke-10 mengangkat gagasan bahwa keluarga adalah “sekolah pertama kehidupan”, tempat anak belajar tanggung jawab, disiplin diri, empati, dan cara hidup bersama orang lain. Namun, Diana juga mengingatkan bahwa keluarga dapat menjadi tempat di mana kerentanan, kekerasan, kelalaian, dan penderitaan psikologis diwariskan lintas generasi.

“Kita ingin mendorong semua orang yang mengikuti short course ini untuk memiliki kemampuan advokasi mental health system dan evidence–based policy,” ujar Diana.

Program tahun ini mengeksplorasi pola dan tradisi pengasuhan di sejumlah negara Asia, dengan semangat menjadikan pengetahuan lokal sebagai fondasi kontribusi global, bukan sekadar menjadikan komunitas lokal sebagai objek pendekatan yang diimpor dari luar.

Pada sesi pembukaan, Erlina memaparkan gambaran persoalan keluarga di tingkat lokal. Ia menyampaikan bahwa layanan konsultasi psikologis dan penanganan kekerasan dalam rumah tangga yang disediakan DP3AP2 DIY masih dipenuhi klien setiap tahun, dengan masa tunggu konseling luring yang dapat mencapai beberapa bulan.

“Pemerintah telah menyiapkan berbagai upaya agar masyarakat dapat membangun keluarga dengan lebih baik dan lebih siap, supaya terhindar dari konflik dan kekerasan. Namun, berbagai upaya tersebut masih dirasa belum cukup,” tutur Erlina.

Sejumlah persoalan turut disampaikan, di antaranya angka pernikahan usia anak yang masih tinggi, kasus perceraian dengan kewajiban nafkah anak yang kerap sulit ditegakkan karena lemahnya regulasi, serta pola kekerasan yang banyak berawal dari pengalaman masa kecil pelaku sendiri. 

Erlina menyoroti dampak berbagai persoalan tersebut terhadap kesiapan individu dalam menjalankan peran sebagai pasangan dan orang tua di kemudian hari, serta maraknya kekerasan berbasis daring terhadap perempuan dan anak. Kondisi ini menurut Erlina, menegaskan pentingnya program pencegahan dan edukasi yang dimulai sejak dini.

“Ilmu psikologi begitu pentingnya bagi keluarga. Terhadap yang sudah terlanjur berkeluarga tanpa mempelajari banyak terkait ilmu psikologi di dalam mengelola keluarganya, maka diperlukan program Sekolah Keluarga. Ke depan, program ini wajib dilakukan,” ujarnya.  

Sebagai respons atas berbagai persoalan tersebut, DP3AP2 DIY menyelenggarakan edukasi kesiapan menikah di sekolah menengah, dan program sekolah keluarga yang berkelanjutan pascanikah. Upaya ini turut diperkuat melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi yang memiliki keilmuan psikologi, termasuk Fakultas Psikologi UGM.

Melalui ISCP ke-10 ini, peserta diharapkan dapat memperluas pemahaman mengenai pengasuhan lintas budaya dan mengembangkan pendekatan yang sesuai dengan konteks budaya masyarakat. Pengetahuan tersebut diharapkan tidak berhenti di ruang pembelajaran, tetapi dapat diterapkan untuk memperkuat keluarga dan mendorong terciptanya lingkungan yang lebih aman serta mendukung kesehatan mental masyarakat.

Penulis: Arrasya Aninggadhira
Editor: Erna Tri Nofiyana

Tags: cpmh DP3AP2 Fakultas Psikologi UGM ISCP 2026 kesehatan mental kesehatan mental keluarga perlindungan anak SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera SDG 4: Pendidikan Berkualitas SDG 5: Kesetaraan Gender SDGs

Berita Terkini

  • CPMH Fakultas Psikologi Gelar ISCP ke-10, Angkat Keluarga dan Pengasuhan Lintas BudayaSeptember 9, 2026
  • Fakultas Psikologi UGM dan Kemendukbangga/BKKBN Jajaki Kolaborasi Dukungan Psikososial bagi Masyarakat Terdampak BencanaSeptember 9, 2026
  • Tim PKM UGM Teliti Potensi Daun Kelor Lindungi Otak dari Dampak Stres Sosial akibat BullyingSeptember 9, 2026
  • Gejala Re-experiencing dan Depersonalisasi Prediksi Tingkat Depresi pada PerempuanSeptember 8, 2026
  • OPSI UGM Bahas Manifestasi Gejala ADHD Pada Orang DewasaSeptember 4, 2026
Universitas Gadjah Mada

Fakultas Psikologi
Universitas Gadjah Mada

Jalan Sosio Humaniora Bulaksumur
Yogyakarta 55281 Indonesia
fpsi[at]ugm.ac.id
+62 (274) 550435 (hunting)
+62 (274) 550435 ext 158
psikologiugm
psikologiugm
psikologi_ugm
Kanal Psikologi UGM

TENTANG KAMI

  • Selayang Pandang
  • Sejarah
  • Manajemen
  • Tenaga Pendidik
  • Tenaga Kependidikan

INFORMASI PUBLIK

  • Daftar Informasi Publik
  • Permohonan Informasi Publik
  • Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala
  • Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

FASILITAS

  • Fasilitas Pendidikan
  • Laboratorium
  • Kelompok Riset
  • Publikasi & Jurnal
  • Dukungan Non-akademik

MAHASISWA

  • Tata Perilaku Mahasiswa
  • Mitra Magang MBKM
  • Beasiswa
  • Badan Kegiatan Mahasiswa

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju