Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) membekali mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Psikologi dengan pelatihan dan sertifikasi tester Tes Kognitif AJT pada Senin (20/7) hingga Jumat (31/7). Kegiatan berlangsung di Ruang A-203, F3, dan Lab Psikodiagnostika dan diikuti oleh 41 mahasiswa.
Pelatihan ini bertujuan membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mengadministrasikan, melakukan penskoran, serta menyusun laporan hasil Tes Kognitif AJT. Melalui kegiatan ini, mahasiswa juga dipersiapkan untuk menjadi tester AJT yang tersertifikasi sebelum melaksanakan praktik profesi psikolog di lapangan. Kompetensi ini diperlukan mahasiswa dalam mendukung pelaksanaan Layanan Psikologi Profesi Psikolog Umum (LPPPU).
Tes Kognitif AJT merupakan salah satu alat psikodiagnostika yang dikembangkan oleh Fakultas Psikologi UGM untuk mengukur kemampuan kognitif anak. Tes ini dikembangkan berdasarkan teori kecerdasan Cattell-Horn-Carroll (CHC) dan menggunakan norma yang disusun berdasarkan karakteristik anak-anak di Indonesia.

Selama sepuluh hari, peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi pengenalan teori CHC dan Tes AJT, pembelajaran prosedur administrasi setiap subtes, praktikum, penskoran, serta wawancara sertifikasi. Peserta juga memperoleh materi mengenai interpretasi hasil, penyusunan psikogram, integrasi data, dan penulisan laporan pemeriksaan psikologis.
“Saya mendapatkan pengalaman yang berharga dan menyenangkan. Saya belajar mulai dari administrasi tes, observasi, bagaimana menginterpretasikan hasilnya secara lebih komprehensif, menyesuaikan dengan kondisi anaknya. Saya bangga karena akhirnya Indonesia memiliki alat tes kognitif sendiri, terlebih dikembangkan di Fakultas Psikologi UGM,” ungkap Afifah Hasna Sekaringtyas, S.Psi., seorang mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Psikologi Angkatan V.
“Saya merasa ketika saya nanti menjadi praktisi, saya bisa mengetahui kelebihan dan kelemahan klien saya karena AJT bisa mendapatkan kondisi anak secara komprehensif. Saya melihat AJT akan menjadi harapan baru untuk setiap anak,” ucap Lisa Angela, S.Psi., mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Psikologi Angkatan V.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Psikologi UGM berharap para peserta mampu menggunakan Tes Kognitif AJT secara tepat, terampil, dan bertanggung jawab dalam praktik psikologi. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperluas penggunaan Tes AJT sekaligus mendukung pengembangan layanan psikologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.
Rangkaian pelatihan ini diisi oleh sejumlah dosen dan psikolog Fakultas Psikologi UGM, yaitu Dra. Retno Suhapti, S.U., M.A., Psikolog; Supra Wimbarti, M.Sc., Ph.D., Psikolog; Dr. Wisjnu Martani, S.U., Psikolog; Dr. Maria Goretti Adiyanti, M.S., Psikolog; Dra. Siti Waringah, M.Si., Psikolog; Edilburga Wulan Saptandari, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog; Wahyu Widhiarso, S.Psi., M.A.; Azri Augustin Suciati, S.Psi., M.Psi., Psikolog; Wirdatul Annisa, S.Psi., M.Psi., Psikolog; Yudhistira Adi Perdana, S.Psi., M.Psi., Psikolog; Valeria Satwika Anindita, S.Psi., M.Psi., Psikolog; Fauzia Aulia Ramadhani, S.Psi., M.Psi., Psikolog; dan Adzkia Ra’ida Salma, S.Psi., M.Psi., Psikolog.
Para pemateri memberikan pembekalan mengenai landasan teori Tes Kognitif AJT, prosedur administrasi setiap subtes, penskoran, interpretasi hasil, penyusunan psikogram, integrasi data, hingga penulisan laporan pemeriksaan psikologis. Selain menerima materi, peserta juga mengikuti sesi praktik dan wawancara sertifikasi untuk menguji pemahaman serta keterampilan mereka dalam menggunakan Tes Kognitif AJT.
Penulis: Arrasya Aninggadhira
Editor: Erna Tri Nofiyana