Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Wellness Day pada Jumat (17/4) di Hall D Fakultas Psikologi UGM. Mengusung tema “Menjaga Tubuh dan Jiwa dalam Harmoni”, kegiatan ini menghadirkan tiga program sekaligus, yaitu Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu), Sarapan Bareng (SABAR), dan donor darah kerja sama RSA UGM sebagai upaya nyata fakultas dalam mendorong budaya hidup sehat yang tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga sosial dan psikologis.
Salah satu program utama dalam kegiatan ini adalah Posbindu, yang memberikan kesempatan bagi pegawai untuk memantau kondisi kesehatannya melalui serangkaian pemeriksaan dasar, didukung oleh dokter dari Klinik Gadjah Mada Medical Center, dr. Oga Indrajaya.
Peserta yang hadir kali ini lebih ramai dari sebelumnya, 99 dari 100 kuota terpenuhi, meningkat dari 82 peserta pada periode sebelumnya. Kader Posbindu, Dyah Woro Nugraheny, S.Psi., melihat ini sebagai tanda bahwa kesadaran pegawai terhadap kesehatan terus tumbuh.
“Alhamdulillah jumlah pesertanya lebih banyak dari periode sebelumnya, harapannya ini berarti pegawai lebih aware untuk mau meluangkan waktu mengecek kondisi kesehatannya, meskipun ini baru skrining yang sangat awal,” ujarnya.

Di balik antusiasme itu, Dyah mengakui ada tantangan yang belum sepenuhnya teratasi. Keterbatasan jumlah kader kerap membuat pelayanan berjalan lebih lambat, terutama saat ada kader yang berhalangan hadir.
“Hambatan ada, kurangnya jumlah kader, jadi ketika ada yang berhalangan, kerasa banget kekurangan orangnya, bikin pelayanannya lama,” jelasnya.
Ke depan, fakultas berencana menambah alat pemeriksaan, termasuk alat cek kimia darah dan membuka pelatihan bagi calon kader baru untuk memperkuat tim dan meningkatkan kualitas layanan.
Bagi para peserta, Posbindu bukan sekadar cek kesehatan rutin. Umi Nurjanah, S.Fil., M.A. mengungkapkan bahwa pemeriksaan ini mendorongnya untuk lebih serius memperhatikan gaya hidupnya sehari-hari.
“Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan tidak hanya memberi informasi tentang kondisi fisik saya, tetapi juga membuka wawasan tentang pentingnya menjaga pola hidup sehat secara konsisten,” ungkapnya.
Hal serupa dirasakan Yuningsih, S.E., yang mengaku tetap nekat datang meski sempat gugup menghadapi jarum suntik.
“Walaupun agak takut sama jarum suntik, tapi tetap antusias untuk ikut tes kolesterol, asam urat dan gula darah. Jadi tahu apa yang harus dilakukan saat salah satu sudah ada sinyal di atas batas normal,” tuturnya.
Sementara itu, di sisi barat Hall D, donor darah hasil kerja sama dengan RSA UGM terbuka bagi dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta petugas kebersihan dan keamanan. Di sisi timur, kegiatan SABAR yang didukung donatur dari sivitas akademika menghadirkan momen kebersamaan bagi dosen, tenaga kependidikan, serta petugas kebersihan dan keamanan.

Dengan memadukan skrining kesehatan, kebersamaan, dan kepedulian sosial dalam satu hari, Wellness Day diharapkan bisa terus hadir secara rutin agar sivitas fakultas dapat bekerja dan belajar dalam lingkungan yang sehat dan suportif.
Penulis: Erna Tri Nofiyana