Fakultas Psikologi UGM menerima kunjungan Pusat Psikologi Tentara Nasional Indonesia (Puspsi TNI), Rabu (7/10). Pertemuan ini membahas sejumlah penguatan kerja sama, meliputi analisis eksploratif data Taruna Akademi TNI dan kepribadian peacekeeper, persiapan sosialisasi rekrutmen Pa PK TNI Gelombang II Tahun Anggaran 2026 sumber Psikologi, tindak lanjut kerja sama aplikasi CAT/CBT, dan diskusi potensi kerja sama sistem aplikasi teman hati.
Dekan Fakultas Psikologi UGM, Dr. Wenty Marina Minza, S.Psi., M.A., menyambut kedatangan Puspsi TNI dan memperkenalkan jajaran fakultas yang hadir. Wenty berharap kerja sama yang telah terjalin lama antara Fakultas Psikologi UGM dengan Puspsi TNI tetap berlanjut.
Hadir Kolonel Laut (KH) Ari Yudha Kartika, M.Psi., Psikolog., Letkol Inf Helmi Pamungkas, M.Psi., M.Han., Psikolog., dan Letkol Kes Putri Farah, M.Psi., Psikolog, dari Puspsi TNI. Pertemuan juga dihadiri Unit Pengembangan Alat Psikodiagnostika (UPAP) yang diwakili oleh Ramadhan Dwi Marvianto, S.Psi., M.A., Wahyu Widhiarso, S.Psi., M.A., dan asisten unit; Bagian Penelitian Unit Konsultasi Psikologi (UKP); dan tenaga kependidikan dari Program Studi Pendidikan Profesi Psikologi.
Puspsi TNI menyampaikan perkembangan alat tes yang sudah digunakan untuk asesmen personel Puspsi TNI. Saat ini, Puspsi TNI sudah menerima alat tes berupa GMST yang merupakan pengembangan dari IST.
Ari berharap kerja sama terus berlanjut dengan Fakultas Psikologi UGM, tidak hanya dalam alat tes saja, tetapi juga mencakup analisis hasil tes dan manajemen sumber daya personel, hingga dalam memberikan pembelajaran untuk Puspsi TNI lewat penelitian dan pendekatan akademik.

“Kalau kita lihat, inventaris alat tes kita dari tahun ke tahun itu-itu saja. Saat kita bersinggungan dengan pihak akademisi, seolah-olah dapat angin segar; ada penambahan-penambahan item, penyesuaian tes dengan culture kita, serta tidak berikatan dengan hak paten. Ke depannya, kami harap kerja sama tidak hanya berhenti pada alat tes, tetapi pengembangan sekolah lanjutan untuk teman-teman dari Puspsi,” ucap Ari.
Selain pengembangan alat tes, Helmi menyampaikan keinginan Puspsi TNI untuk memperluas kerja sama dengan Fakultas Psikologi UGM dalam melakukan eksplorasi data lulusan Akademi Militer setiap tahunnya yang dikumpulkan melalui rangkaian asesmen.
“Selama ini, kita masih melakukan interpretasi dengan norma-norma yang masih bersifat umum. Kita mau memulai eksplorasi data yang sudah didapatkan dari Akademi Angkatan Darat, Laut, dan Udara, dari nilai akademik, kepribadian, dan personil. Kemudian kita dapat mengeksplorasi kaitan-kaitan di antara nilai-nilai itu. Barangkali kita dapat menemukan kekhasan antara angkatan,” ujar Helmi.
Pada kesempatan ini pula, Fakultas Psikologi UGM dan Puspsi TNI berdiskusi mengenai pembukaan Pa PK TNI Gelombang II TA 2026 sumber Psikologi. Puspsi TNI menyampaikan keinginan mereka untuk merekrut lebih banyak prajurit dari lulusan profesi psikologi. Kegiatan dilanjutkan dengan persiapan sosialisasi rekrutmen personel dari profesi psikologi yang dilaksanakan pada Kamis (8/10), dengan tenaga kependidikan dari Prodi Pendidikan Profesi Psikologi.
Selanjutnya, Puspsi TNI berdiskusi dengan Bagian Penelitian UKP mengenai potensi kerja sama aplikasi teman hati milik UKP, sebuah aplikasi yang digunakan untuk menyimpan informasi mengenai perkembangan konseling dan perawatan klien. Selain itu Puspsi TNI juga menyatakan harapan mereka untuk melanjutkan perkembangan aplikasi CAT/CBT untuk asesmen personel.
Rangkaian terakhir kegiatan meliputi foto bersama dan diskusi teknis antara UPAP, UKP, dan Puspsi TNI untuk melakukan analisis eksploratif data Taruna Akademi TNI dan hasil asesmen kepribadian peacekeeper.
Penulis: Kayla Anindya Sashikirana
Editor: Erna Tri Nofiyana