Center for Public Mental Health (CPMH) Fakultas Psikologi UGM berkolaborasi dengan Parentific sukses menyelenggarakan webinar bertajuk “Evidence-Based Practice dalam Praktik Psikologi” pada Senin, 13 April 2026, pukul 08.00–15.30 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan terakreditasi SKP HIMPSI, dengan sasaran utama para psikolog dan ilmuwan psikologi. Webinar ini diikuti oleh 65 peserta yang berpartisipasi aktif sepanjang kegiatan.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai ruang refreshment bagi para praktisi untuk memperdalam pemahaman sekaligus meningkatkan keterampilan dalam menerapkan praktik psikologi berbasis bukti atau evidence-based practice dalam konteks profesional sehari-hari.
Menumbuhkan Scientific Thinking dalam Praktik Psikologi

Sesi pertama menghadirkan Arfilla Ahad Dori, M.Psi., Psikolog dari Parentific, dengan materi “Pengantar Scientific Thinking & Science Communication dalam Psikologi”. Dalam sesi ini, ditekankan bahwa psikolog dan ilmuwan psikologi perlu memiliki scientific thinking agar mampu bersikap kritis terhadap informasi psikologi yang beredar.
Informasi yang digunakan harus berbasis bukti, bersumber jelas, dan disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami. Selain itu, penting untuk menyesuaikan pesan dengan audiens, serta memastikan akurasi sebelum menyebarkan konten. Peserta juga diingatkan untuk tidak sekadar mengikuti tren populer di media sosial, tetapi tetap mengedepankan landasan ilmiah dalam setiap komunikasi.
Evidence-Based Practice: Lebih dari Sekadar Mengutip Jurnal

Sesi kedua dilanjutkan oleh Diana Setiyawati, S.Psi., MHSc., Ph.D., Psikolog dari CPMH Fakultas Psikologi UGM, dengan topik “Prinsip dan Penerapan Evidence-Based Practice (EBP) dalam Praktik Psikologi”. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami bahwa EBP tidak berhenti pada pencarian intervensi berbasis bukti dari hasil systematic literature review.
Selain itu psikolog juga perlu mengembangkan kemampuan dalam menyampaikan intervensi tersebut secara efektif, dengan mempertimbangkan konteks unik setiap klien. Dengan demikian, praktik berbasis bukti merupakan integrasi antara hasil riset, kompetensi praktisi, serta kebutuhan klien.
Mengasah Kemampuan Critical Appraisal

Pada sesi ketiga, Diana Setiyawati kembali membawakan materi “Critical Appraisal Literatur Ilmiah untuk Psikolog”. Sesi ini menekankan pentingnya kemampuan menilai kualitas literatur ilmiah secara kritis. Tiga poin utama yang menjadi sorotan adalah pentingnya untuk terus belajar, tidak mudah terkesan tanpa pemahaman teori yang kuat, serta aktif berdiskusi dalam forum ilmiah. Hal ini menjadi kunci untuk menjaga kualitas praktik psikologi yang berbasis bukti.
Melalui rangkaian sesi yang komprehensif, webinar ini menegaskan bahwa praktik psikologi yang profesional memerlukan scientific thinking, kemampuan komunikasi yang tepat, serta komitmen terhadap evidence-based practice. Lebih dari itu, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya kolaborasi antar pihak, baik antar praktisi, akademisi, maupun komunitas, untuk saling melengkapi dalam pengembangan kapasitas dan penyebaran ilmu. Kolaborasi antara CPMH Fakultas Psikologi UGM dan Parentific menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan edukasi psikologi berbasis bukti kepada masyarakat secara lebih luas dan berdampak.
Penulis: Nurul Hidayati