Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) melantik 35 psikolog baru dari Program Studi Pendidikan Profesi Psikologi dalam acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Profesi Psikolog Periode I Tahun Akademik 2026/2027, Rabu (28/10), di selasar gedung D Fakultas Psikologi UGM. Pelantikan ini merupakan yang ketiga sejak Program Studi Pendidikan Profesi Psikologi diselenggarakan di UGM.
Para lulusan mencatat rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,67. Sembilan orang lulus dengan predikat cumlaude, 23 orang sangat memuaskan, dan tiga orang memuaskan. Sembilan lulusan berpredikat cumlaude tersebut, berdasarkan urutan IPK, adalah Putri Ayu Tarra Afdhila (3,92), Elen Novianti, Aisyah Qonita Putri Wida, Devitha Sekar Putri Anandi, Annisa Salsabilla, Rika Anjasari Suyono, Tiara Pramesthi Rahmadiani, Putu Febby Liana Anggitasari, dan Nirvana Mulia Sulistya.
Pengambilan sumpah dipandu Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah DIY, Miftahun Ni’mah Suseno, S.Psi., M.A., Psikolog, dan disaksikan empat rohaniwan agama Islam, Kristen, Katolik, dan Hindu. Sumpah terdiri atas delapan butir, antara lain menjaga kerahasiaan informasi dan menaati Kode Etik Psikologi Indonesia.
Dekan Fakultas Psikologi UGM, Dr. Wenty Marina Minza, S.Psi., M.A., menyebut program profesi ini masih relatif baru, tetapi tim prodi telah mencatat banyak capaian. Ia mengingatkan bahwa masyarakat berubah sangat cepat sehingga psikolog dituntut mampu beradaptasi, dan menyatakan yakin para psikolog baru memiliki kompetensi yang memadai.
“You are more than competent to overcome any challenges in the future,” tuturnya.
Miftahun Ni’mah Suseno, mengingatkan bahwa profesi psikolog kini dipayungi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2022 tentang Pendidikan dan Layanan Psikologi. Ia menyebut psikolog umum sebagai jenjang awal dalam profesi psikolog, yang ke depan akan diikuti jenjang psikolog spesialis dan subspesialis.
“Jangan puas hanya dengan disumpah hari ini. Di luar sana ilmu itu selalu berkembang,” ujarnya.
Dalam laporannya, Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Psikologi, Sutarimah Ampuni, S.Psi., M.Si., M.Psych., Ph.D., Psikolog menyampaikan bahwa 34 lulusan berasal dari Angkatan III dan satu dari Angkatan II. Lulusan terdiri dari 32 perempuan dan tiga laki-laki.

Program ditempuh dalam tiga semester dengan beban 38 SKS, termasuk praktik di empat latar layanan (kesehatan, pendidikan, tempat kerja, dan komunitas) dengan minimal 1.000 jam praktik di 50 instansi mitra. Para lulusan juga menempuh Ujian Kompetensi Profesi Psikolog Umum (UKPPU) yang diselenggarakan HIMPSI, berupa ujian tulis berbasis komputer dan ujian lisan pada Juli hingga September 2026. Rerata masa studi lulusan adalah 1 tahun 7 bulan 3 hari.
“Data ini menunjukkan bahwa pelaksanaan program ini berlangsung dengan sangat efektif dan tepat waktu,” ujarnya.
Penandatanganan berita acara dilakukan secara simbolis oleh Elen Novianti, S.Psi., Psikolog, mewakili para psikolog baru, bersama Miftahun Ni’mah Suseno, disaksikan Dekan Fakultas Psikologi UGM, Dr. Wenty Marina Minza, S.Psi., M.A. Dekan kemudian menyerahkan sertifikat profesi, transkrip akademik, dan penghargaan predikat cumlaude, sedangkan Surat Tanda Registrasi Psikolog diserahkan Ketua HIMPSI Wilayah DIY. Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama, Pradytia Putri Pertiwi, S.Psi., Ph.D., mengalungkan syal alumni secara simbolis kepada Aisyah Qonita Putri Wida, S.Psi., Psikolog, yang mewakili para psikolog baru. Setelahnya, seluruh psikolog baru saling mengalungkan syal.
Bdn. Susiana, S.Keb., orang tua Devitha Sekar Putri Anandi, S.Psi., Psikolog, yang mewakili para orang tua, menyampaikan bahwa orang tua turut merasakan perjuangan para lulusan dalam memperoleh gelar psikolog ini. Ia berterima kasih kepada para dosen atas bimbingan dan kesabaran selama proses pendidikan para lulusan.
Angkatan III turut menampilkan persembahan berupa film pendek yang merekam perjalanan akademik, mulai dari awal perkuliahan, praktik di berbagai latar, hingga ujian kompetensi.
Mewakili para psikolog baru, Putri Ayu Tarra Afdhila, S.Psi., Psikolog, bercerita tentang malam-malam ketika mereka mempertanyakan kelayakan diri sebagai calon psikolog. Ia berterima kasih kepada orang tua, dosen, supervisor, dan teman seangkatan, lalu menyampaikan harapan bagi rekan-rekannya.
“Semoga kita tidak hanya bertumbuh menjadi psikolog yang terampil secara teori, tetapi juga bisa menjadi psikolog yang hadir dengan empati, berintegritas, etis, dan mampu menyadari batas kompetensi diri,” tuturnya.
Penulis: Erna Tri Nofiyana