Sebanyak 276 mahasiswa baru Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada angkatan 2026 telah mengikuti Strength Test pada Kamis (6/8) dalam rangkaian PIONIR Psikologi Rumah Kita (PRK) 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi dan kekuatan diri kepada mahasiswa sejak awal perkuliahan.
Strength Test dikembangkan oleh Unit Pengembangan Alat Psikodiagnostika (UPAP) Fakultas Psikologi UGM untuk mengukur kekuatan karakter (character strengths). Kepala UPAP, Prof. Dr. Avin Fadilla Helmi, M.Si., menjelaskan dalam video pengenalan Strength Test bahwa instrumen ini dirancang untuk mengukur kekuatan seseorang, bukan kelemahannya. Pengukurannya merujuk pada enam dimensi kekuatan karakter yang disusun Christopher Peterson dan Martin Seligman.
“Setiap orang memiliki kombinasi kekuatan yang unik seperti curiosity, kindness, perseverance, leadership hingga honesty. Keunikan inilah yang membentuk identitas dan cara seseorang berinteraksi dengan dunia,” jelas Avin dalam video tersebut.
Menurut penjelasan dalam video yang sama, butir-butir tes disusun oleh tim UPAP berdasarkan hasil diskusi kelompok terarah (focus group discussion/FGD) dan pertanyaan terbuka. Dalam pelaksanaan PRK 2026, Strength Test digunakan untuk membantu mahasiswa baru mengenali kekuatan karakter yang menonjol pada dirinya, bukan sebagai alat seleksi atau pengukuran kemampuan akademik.
Pelaksanaan tes melibatkan 27 kelompok kepemanduan yang masing-masing didampingi pemandu PRK. Untuk mempersiapkan pendampingan tersebut, sebanyak 37 pemandu mengikuti pembekalan sebagai tester pada Rabu (15/7).

Annisa Puspita Inderasari, S.Psi., M.A., Research Associate UPAP, membuka pembekalan dengan menyampaikan konsep dasar dan tujuan Strength Test serta enam dimensi kekuatan karakter yang diukur. Selanjutnya, Mikael Reno Prasasto, S.Psi., memberikan materi teknis mengenai prosedur administrasi tes, mulai dari pemberian instruksi dan tata cara pelaksanaan hingga skoring dan interpretasi hasil sesuai prosedur UPAP.
Pembekalan ditutup dengan simulasi (roleplay) pelaksanaan tes dan peninjauan skoring bersama asisten pengembangan UPAP. Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan pemandu sebelum mendampingi mahasiswa baru dalam pelaksanaan Strength Test.
Dalam konteks pendidikan, Strength Test dapat digunakan untuk mendukung pengenalan kekuatan peserta didik. Kepala Bidang AJT UPAP, Samudera Fadlilla Jamaluddin, S.Psi., M.Sc., menjelaskan dalam video pengenalan bahwa tes ini dapat digunakan mulai dari jenjang sekolah menengah hingga perguruan tinggi, termasuk dalam kegiatan orientasi mahasiswa baru. Hasilnya dapat menjadi bahan bagi guru dan dosen untuk mengenali kekuatan peserta didik serta mempertimbangkan pendekatan pembelajaran yang lebih personal.
“Lebih dari sekadar asesmen, tes ini menjadi jembatan diskusi mengenai nilai-nilai, motivasi, serta arah pengembangan diri peserta didik di masa depan. Menjangkau lebih dalam daripada sekadar pencapaian akademik,” ungkap Samudera.
Sumber:
Video Pengenalan Strength Test
Reportase: Nur Latifah
Penulis: Erna Tri Nofiyana