•  Tentang UGM
  •  Perpustakaan
  • Informasi Publik
  • SDGs
  • SIT
  • Simaster
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada
  • TENTANG KAMI
    • Selayang Pandang
      • Sejarah
      • Perintis
    • Manajemen
    • Tenaga Pendidik
    • Tenaga Kependidikan
    • Jaminan Mutu
  • PENDIDIKAN
    • Sarjana Psikologi
    • International Undergraduate Program
    • Program Pendidikan Profesi Psikologi
    • Magister Psikologi
    • Doktor Ilmu Psikologi
  • PENELITIAN & PENGABDIAN
    • Roadmap Penelitian dan PkM
    • Penelitian
    • Publikasi
    • Pengabdian
    • Kerja Sama
  • MAHASISWA
    • Tata Perilaku Mahasiswa
    • Lowongan Magang Wajib
    • Beasiswa
    • Badan Kegiatan Mahasiswa
    • Prestasi Mahasiswa
  • FASILITAS
    • Laboratorium
    • Kelompok Riset
    • Dukungan Non-akademik
  • Beranda
  • Rilis
  • Tim PKM UGM Teliti Potensi Daun Kelor Lindungi Otak dari Dampak Stres Sosial akibat Bullying

Tim PKM UGM Teliti Potensi Daun Kelor Lindungi Otak dari Dampak Stres Sosial akibat Bullying

  • Rilis
  • 9 September 2026, 10.15
  • Oleh: Humas
  • 0

Perundungan atau bullying tidak hanya berdampak pada kondisi psikologis, tetapi juga dapat memengaruhi fungsi otak. Paparan tekanan sosial secara berulang dan berkepanjangan dapat memicu stres kronis yang berpotensi mengganggu hipokampus, bagian otak yang berperan dalam pembentukan dan penyimpanan memori.

Kondisi tersebut mendorong tim Neuroleifera, Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Gadjah Mada (UGM), meneliti potensi daun kelor (Moringa oleifera) sebagai agen neuroprotektif terhadap dampak stres sosial kronis.

Tim yang terdiri atas Nisrina Rahma Ardihapsari dan Hanin Izdihar dari Biologi, Maryam Izzati Muthmainnah dari Psikologi, Lakshinta Hasna Hapsari dari Farmasi, serta Syakira Fauzia Fatoni dari Kedokteran, mengembangkan penelitian dengan pendekatan lintas disiplin.

“Kami berharap penelitian ini dapat memberikan bukti ilmiah mengenai potensi daun kelor dalam melindungi otak dari dampak stres sosial kronis. Jika hasilnya positif, penelitian ini dapat menjadi dasar untuk mengembangkan kajian lebih lanjut mengenai pemanfaatan bahan alam sebagai alternatif untuk mendukung kesehatan otak,” ujar Maryam.

Penelitian menggunakan metode Chronic Social Defeat Stress (CSDS), yakni model eksperimental untuk menginduksi stres sosial kronis pada mencit melalui paparan interaksi sosial agresif secara berulang. Model ini digunakan untuk mengamati dampak stres sosial terhadap perilaku, khususnya memori spasial, serta kondisi sel saraf.

Selanjutnya, ekstrak daun kelor diberikan secara oral pada tiga tahap, yaitu sebelum, selama, dan setelah induksi stres. Pemberian pada tahapan berbeda tersebut dilakukan untuk menguji potensi daun kelor dalam mencegah maupun mengurangi dampak stres sosial kronis terhadap fungsi otak.

Daun kelor dipilih karena mengandung berbagai senyawa bioaktif, termasuk flavonoid dan antioksidan yang memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi. Secara sederhana, saat otak mengalami stres kronis, tubuh menghasilkan radikal bebas dan proses inflamasi yang berlebihan, dua faktor utama yang mempercepat kerusakan sel-sel saraf. Antioksidan dalam kelor diduga bekerja dengan cara menetralkan radikal bebas tersebut, sekaligus meredam proses inflamasi, sehingga sel-sel otak, khususnya di area hipokampus, lebih terlindungi dari kerusakan akibat stres berkepanjangan.

Selain memiliki potensi neuroprotektif, kelor relatif mudah dibudidayakan dan telah lama dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Karakteristik tersebut menjadikannya bahan alam yang potensial untuk dikembangkan sebagai alternatif pendukung kesehatan otak yang terjangkau dan mudah diakses.

Melalui penelitian ini, tim Neuroleifera berharap dapat memperoleh bukti ilmiah mengenai potensi daun kelor dalam menghadapi dampak stres sosial kronis serta membuka peluang bagi penelitian lanjutan mengenai pemanfaatan bahan alam untuk mendukung kesehatan otak.

Reportase dan foto: Tim PKM Neuroleifera UGM

Editor: Sussanti & Erna


Tags: Daun Kelor Fakultas Psikologi UGM Perundungan pkm SDG 2: Tanpa Kelaparan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera SDG 4: Pendidikan Berkualitas SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur SDGs Stres Sosial

Berita Terkini

  • CPMH Fakultas Psikologi Gelar ISCP ke-10, Angkat Keluarga dan Pengasuhan Lintas BudayaSeptember 9, 2026
  • Fakultas Psikologi UGM dan Kemendukbangga/BKKBN Jajaki Kolaborasi Dukungan Psikososial bagi Masyarakat Terdampak BencanaSeptember 9, 2026
  • Tim PKM UGM Teliti Potensi Daun Kelor Lindungi Otak dari Dampak Stres Sosial akibat BullyingSeptember 9, 2026
  • Gejala Re-experiencing dan Depersonalisasi Prediksi Tingkat Depresi pada PerempuanSeptember 8, 2026
  • OPSI UGM Bahas Manifestasi Gejala ADHD Pada Orang DewasaSeptember 4, 2026
Universitas Gadjah Mada

Fakultas Psikologi
Universitas Gadjah Mada

Jalan Sosio Humaniora Bulaksumur
Yogyakarta 55281 Indonesia
fpsi[at]ugm.ac.id
+62 (274) 550435 (hunting)
+62 (274) 550435 ext 158
psikologiugm
psikologiugm
psikologi_ugm
Kanal Psikologi UGM

TENTANG KAMI

  • Selayang Pandang
  • Sejarah
  • Manajemen
  • Tenaga Pendidik
  • Tenaga Kependidikan

INFORMASI PUBLIK

  • Daftar Informasi Publik
  • Permohonan Informasi Publik
  • Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala
  • Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

FASILITAS

  • Fasilitas Pendidikan
  • Laboratorium
  • Kelompok Riset
  • Publikasi & Jurnal
  • Dukungan Non-akademik

MAHASISWA

  • Tata Perilaku Mahasiswa
  • Mitra Magang MBKM
  • Beasiswa
  • Badan Kegiatan Mahasiswa

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju